Melihat banyak serpihan kayu tak terpakai, diambilnya tatah dan palu. Mulailah bakat alam mengalir deras menjadi sebuah karya ukir yang indah.
"Waktu itu saya bikin ukiran Indian Apache, ternyata ada teman suka terus langsung dibeli 250 ribu," katanya pada detikFinance di rumahnya Minggu (5/2/2107).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengrajin Ukir Foto: Erliana Riady |
Dari situlah lalu berdatangan orang memesan ukiran Hasam dengan berbagai desain bentuk dan ukuran.
"Paling banyak pesanan ukiran wayang. Ada yang kayu seadanya serpihan limbah mebel itu ada juga yang ingin bagus sampai bawa kayu sendiri, biasanya yang bagus itu kayu jati," tambahnya.
Untuk sebuah karya ukir, jika ukuran kecil Hasam membutuhkan waktu pengerjaan maksimal tiga hari. Namun jika ukurannya besar, motifnya lembut dan detail dan bahan dari kayu dengan serat tebal, biasanya dia butuh waktu lebih dari satu bulan.
"Harga setiap karya ukir saya patokannya juga itu, bahan, motif sama tingkat kesulitan. Makin tinggi tingkat kesulitannya makin tinggi harganya," tambah lajang pendiam itu.
Foto: Erliana Riady |
Melihat halusnya garapan ukir Hasam, memang tergolong murah jika satu karya ukuran 50x15 cm seharga Rp 250 ribu. Sedangkan untuk ukuran besar diatas satu meter, Hasam mematok harga sampai Rp 25 juta.
Saat ini Hasam sedang sibuk mengerjakan pesanan ukiran Dewi Kwan Im. Pesanan ini datang dari seorang kolektor Jakarta yang mempercayakan kayu jati ukuran 2x1 meter diukirnya. Ini pesanan ke empat sang kolektor, setelah beberapa karya ukir Hasam mendapat apresiasi positif dari beberapa koleganya di Jakarta.
(mkj/mkj)












































Pengrajin Ukir Foto: Erliana Riady
Foto: Erliana Riady