Produk racikan Sardi antara lain topeng, huruf-huruf, loro blonyo, mangkuk, miniatur hewan, dan berbagai suvenir kayu lainnya. Sardi memakai kayu lokal, salah satunya sengon, untuk bahan baku.
Aneka produk ini diekspor ke mancanegara. Contohnya, huruf kayu dan topeng dikirim ke Taiwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istimewa |
Menurut Sardi, sukses menggeluti bisnisnya sebagaimana saat ini bukan tanpa kendala. Usaha yang dirintisnya sempat gulung tikar karena sama sekali tak ada pesanan, tepatnya setelah gempa bumi yang melanda Yogyakarta pada 2006 lalu.
"Berhenti karena gempa, tidak ada yang pesan sama sekali, tak ada pemasukan. Mulai bangkit rintis lagi tahun 2011 setelah ada orang Taiwan datang pesan langsung. Selama itu sempat jadi petani dulu, tanam padi sama singkong, kan punya tanah enggak luas," tutur bapak 3 anak ini.
Foto: Istimewa |
Berbekal modal Rp 500.000 dan keterampilan mengerjakan kayu yang diwarisi dari orang tuanya, usaha kerajinan milik Sardi yang diberi nama Vinda Batik Craft (VBC) ini terus berkembang.
Kini, Sardi mampu mengantongi omzet lumayan, dan mempekerjakan 12 orang karyawan di bengkelnya yang beralamat di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
"Kerajinan kayu ini dari Bapak saya dulu belajarnya. Sekarang omzet sebulan paling sedikit Rp 35 juta," tutur Sardi.
Tertarik produk kerajinan kayu racikan Sardi, silakan WhatsApp ke nomor ini : 087739228333 (idr/wdl)












































Foto: Istimewa
Foto: Istimewa