Sugiharto, salah seorang pedagang hewan kurban di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat, mengatakan omzet penjualan dari sapi kurban terbilang besar, meski dirinya hanya berjualan selama kurang lebih 3 minggu saja.
"Kalau omzet ya ada Rp 3 miliaran. Itu buat diputar lagi untuk Idul Adha tahun depan. Nanti kalau pas Idul Adha yang kita bongkar-bongkar lagi, berhenti jualan. Sekarang saja Idul Adha masih jauh, sapi sudah laku 70%," ujar Sugiharto kepada detikFinance, Minggu (13/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan sapinya punya yayasan pesantren. Jadi keuntungan dari penjualan sapi balik ke pesantren. Tahun ini Alhamdulillah bisa jual 200 ekor sapi, meningkat dari tahun lalu sebesar 156 ekor," ujar Sugiharto.
Sementara itu, Muhammad Ichsan, pedagang sapi kurban asal Pamekasan yang membuka kandang untuk 75 di Pondok Kopi mengatakan, omzet sekali berjualan hewan kurban selama setidaknya 3 pekan jelang Idul Adha bisa mencapai Rp 1,4 miliar.
"Kalau saya punya 75 ekor, kalau dihitung semua laku terjual ya sekitar dapat Rp 1,4 miliar. Kalau dari pengalaman tahun-tahun lalu selalu habis. Itu kan tergantung jumlah sapi dan beratnya. Kalau saya kebetulan sapi sendiri dibawa langsung dari Madura," ungkap Ichsan. (idr/dna)











































