Follow detikFinance
Jumat, 20 Jul 2018 12:22 WIB

Kisah Gibran, Putra Jokowi yang Bangun Bisnis Katering dari Nol

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Angga Aliya/detikFinance Foto: Angga Aliya/detikFinance
Jakarta - Statusnya sebagai anak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak membuat Gibran Rakabuming mengikuti jejak sang ayah di jalur politik. Gibran malah memilih untuk membesarkan bisnisnya sendiri tanpa harus terpaku pada orang tuanya.

Ia memilih mengikuti jejak ayahnya, Jokowi, saat muda dulu yaitu menjadi pengusaha. Sebelum terjun ke dunia politik dan birokrat, Jokowi adalah pengusaha mebel sukses di Solo dan produknya sudah beredar hingga mancanegara.

Namun, bisnis yang dipilih Gibran berbeda dengan ayahnya. Anak sulung Jokowi ini memilih menggeluti bisnis katering dengan nama Chilli Pari di akhir 2010 silam.

Gibran menceritakan modal yang dikeluarkannya mencapai ratusan juta rupiah.

"Nggak perlu disebutin lah. Ya ratusan juta," kata Gibran di Kantor Transmedia, Jakarta Selatan, seperti ditulis Jumat (18/7/2018).


Ia mengaku Jokowi tidak memberikan bantuan modal kepada Gibran untuk memulai usaha kateringnya. Sebagai sang bapak, Jokowi hanya memberikan saran.

"Kalau modal nggak sih. Saya dari dulu apa-apa sendiri sih.," ujar Gibran.

Ia bercerita di awal merintis usahanya menerima pesanan makanan yang jumlahnya belum banyak. Ia ingat pesanan kateringnya di awal-awal baru untuk 50 orang saja.

"Wah lupa banget, 50 atau berapa gitu. Dikit banget," tutur Gibran.

Kini, omzet yang bisa dikantongi Gibran lebih dari Rp 1 miliar per bulannya. Ia mengungkapkan bahwa bisnis makanan memiliki keuntungan yang cukup besar.

"Kalau makanan cepat lah, kalau cabangnya udah banyak pasti di atas Rp 1 (miliar)," kata Gibran.

Tantangan Bisnis Katering

Gibran mengatakan, bisnis katering berbeda dengan bisnis restoran. Pasalnya bisnis restoran membuat orang penasaran untuk mencobanya dan bisa dibeli sesuai kebutuhan.

Sedangkan, untuk bisnis katering orang tidak ingin mencoba-coba untuk memesannya. Pasalnya, pesanan katering umumnya dalam jumlah yang banyak.

"Tantangannya banyak, kalau restoran sama katering tuh beda. Kalau restoran biasanya restoran baru orang kan lebih punya rasa penasaran. Jadi kalau ada restoran baru biasanya orang bilang 'eh ini ada restoran baru kita coba ini yuk' kan gitu. Kalau katering kan nggak mungkin, misalnya ada orang mau nikah terus pengin nyoba-nyoba katering baru itu sangat jarang sekali," kata Gibran.

Untuk memperkenalkan bisnisnya, Gibran berupaya mengambil hati dari para calon pelanggannya. Kepercayaan dari pelanggan dibutuhkan untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan untuk memesan katering dalam jumlah yang tidak sedikit.

"Kalau katering kan kapasitasnya ribuan, puluhan ribu yang kita bangun itu dulu. Kita bangun kepercayaan dari customer," ujar Gibran.


Membangun kepercayaan dilakukannya dengan memperkenalkan kateringnya kepada orang-orang terdekat. Ia pun tidak segan melayani pesanan dalam jumlah sedikit kala itu.

"Dari teman-teman terdekat, relasi terdekat, saudara-saudara. Kan awal-awal saya nggak punya portfolio apa-apa. Jadi kita mengambil pesanan yang jumlahnya sedikit-sedikit dulu baru tahun berikutnya mulai berani ambil pesanan ribuan, puluhan ribu," tutur Gibran.

Gibran juga menuturkan, untuk tidak malu memulai usaha meskipun kecil. Lebih baik memiliki usaha sendiri dibandingkan menjadi karyawan.

"Yang penting jangan malu untuk memulai dari sesuatu yang kecil. Jadi kalau saya prinsipnya daripada ikut orang lain jadi PNS lebih baik buka warung kecil bisa jadi," kata Gibran.

Mengenai modal, ia juga mengatakan tidak perlu khawatir karena banyak alternatif pendanaan. Kebutuhan modal bisa didapatkan dari bank hingga menjalin kerja sama dengan teman.

"Kalau modal kan bisa didapatkan berbagai cara, misalnya pinjam. Pinjam dari bank, atau kali dari bank ditolak bisa pinjam dari koperasi atau kalau sekiranya dua cara ini terlalu riskan karena ada bunganya kita bisa cari partner," tutur Gibran. (ara/hns)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed