Follow detikFinance
Rabu, 31 Okt 2018 17:20 WIB

Jual Lilin Aroma, Pria Ini Kantongi Rp 100 Juta per Bulan

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Dok. Java Candle Art Foto: Dok. Java Candle Art
Jakarta - Siapa yang tak tahu lilin? Barang ini akrab digunakan setiap orang ketika listrik padam untuk memberikan penerangan sementara. Siapa sangka dengan berjualan lilin seseorang bisa memperoleh omzet hingga Rp 100 juta per bulan.

Adalah Bagus Randiawan Saputra yang pada tahun 2008 memilih berbisnis lilin. Kala itu, ia ditawarkan temannya untuk mendistribusikan lilin. Setelah, bisnis tersebut berkembang ternyata terjadi lonjakan permintaan.

Sayang, ternyata lonjakan permintaan tersebut tak berbanding lurus dengan jumlah produksi sehingga membuat Randi kelimpungan mencari barang. Tak habis akal, Randi kemudian membuat sendiri alat pencetak lilin secara manual. Barang tersebut dibuat dengan modal sebesar Rp 10 juta.

"Tahun 2008-2009 itu teman tawarkan untuk bantu distribusi lilin dan saya tertarik karena itu kan produk banyak konsumennya, barang laku di warung. Akhirnya dikembangkan pasar tapi ternyata supply dari mereka nggak cukup," cerita dia kepada detikFinance, Rabu (31/10/2018).

"Akhirnya karena mereka nggak mampu aku akhirnya rakit sendiri alat cetaknya itu percobaan buat 3-4 kali jadi kurang lebih Rp 10 juta modal awalnya," sambung dia.


Lebih lanjut, setelah mampu memproduksi lilin buatannya sendiri ternyata bisnisnya mengalami penurunan. Lagi-lagi, Randi harus memutar otak mencari solusi untuk tetap menjalankan bisnis ini.

Pilihan untuk tetap melanjutkan bisnis ini dilakukan karena merasa jatuh hati dan nyaman karena telah bertahun-tahun berkecimpung di dunia lilin. Akhirnya setelah setelah mencari inspirasi ia menemukan ide untuk mengembangkan lilin untuk aroma hingga suvenir.

"Kemudian memang perlahan-lahan menurun dari segi penjualan, kemudian saya analisa memang konsumsi penerangan bukan rutin dan memang terbatas. Terus aku berpikir diapakan ya, aku pada akhirnya dapat inspirasi dari luar, ternyata bukan untuk padam lampu saja tetapi bisa untuk aroma, suvenir, hadiah ulang tahun dan ibadah," terang dia.

Untuk memulai bisnis baru tersebut, ia rela menghentikan usahanya selama satu tahun. Langkah itu dilakukan untuk mempersiapkan secara matang produksi lilin tersebut.


Persiapan yang dilakukan mulai dari mencari segmen pembeli, pasar hingga melaksanakan tes pasar. Selain itu, ia juga melakukan branding terhadap produknya dengan nama Java Candle Art.

"Itu tahun 2016 saya vakum, observasi cari segmen, dari situ juga tes pasar, online dan ternyata responsnya lumayan. Jadi lilin bisa di-costume, aroma, terus dekorasi perusahaan, merchandise pesan semua dan Alhamdulillah tahun ini keluarkan brand dan aroma lilin Java Candle Art," terang Pria 32 tahun ini.

Jual Lilin Aroma, Pria Ini Kantongi Rp 100 Juta per BulanFoto: Dok. Java Candle Art

Berkat ketekunannya menjalankan bisnis tersebut akhirnya berbuah manis, kini ia mampu menghasilkan uang mencapai Rp 100 juta per bulan. Selain itu, ia juga memiliki galeri dengan 12 pekerja.

"Dua tahun ini project kita mampu menghasilkan Rp 50 sampai Rp 100 juta per bulan. Kita punya galeri untuk yang lokal dan online store itu yang kerja 12 orang," ungkap dia.

Adapun, lilin tersebut dijual mulai harga Rp 5.000 hingga Rp 650.000 per pack. Bahkan, penjualannya saat ini sudah menembus Nusantara. Untuk penjualannya bisa dilihat melalui Instagram @javacandle1804 dan galeri di alamat Jalan Sarimas VI, Sukamiskin, Bandung. (ara/ara)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed