Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 08 Des 2018 20:59 WIB

Keren, Limbah Botol Dilukis Jadi Pundi-pundi Rupiah

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: dok Dongadinonga Foto: dok Dongadinonga
Jakarta - Keluar dari zona nyaman memang tidak semudah membalikan telapak tangan, karena tahap selanjutnya harus bertarung dengan kegiatan yang belum tentu memberikan hasil.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Saryono yang sukses menyulap hobinya menjadi pundi-pundi penghasilan setiap bulannya.

Pria 38 tahun ini awalnya bekerja sebagai pemandu wisata atau tour guide salah satu travel agen di Yogyakarta. Selama bekerja, Saryono mampu menangkap peluang usaha yang bisa menambah penghasilan.

Keren, Limbah Botol Dilukis Jadi Pundi-pundi RupiahFoto: dok Dongadinonga

Dia menyalurkan hobi melukis untuk mengisi kekosongan waktu di kala bekerja.

"Berawal dari botol bekas yang saya dapatkan dari kantor tempat saya bekerja, saya mencoba mengkombinasikan dengan bakat saya maka dapatlah lukisan di atas media botol bekas," kata Saryono kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Hasil lukisan tersebut dijualnya pun kepada para turis yang kebetulan dipandu oleh dirinya. Produknya ini diberi nama Dongadinonga.

"Pertama kali menjual secara offline dari teman ke teman, ke tamu-tamu saya dari kantor saya sebelumnya, berlanjut dari mulut ke mulut," ujar dia.

Keren, Limbah Botol Dilukis Jadi Pundi-pundi RupiahFoto: dok Dongadinonga

Saryono mengaku, modal usaha yang dijalaninya ini menghabiskan Rp 3-Rp 4 juta. Modal itu digunakan untuk membeli perlengkapan produksi.

Seiring berjalan hasil karyanya pun banyak digemari oleh para turis atau tamu yang sedang dipandunya, Saryono pun mengembangkan lukisannya pada berbagai media.

Produk Dongadinonga saat ini berupa lukisan botol, hiasan dinding dari limbah kayu kombinasi tutup ember cat, jam dinding dari tutup ember cat kombinasi tutup botol plastik kemasan mineral, typography diatas media limbah kayu. Seluruh produk ini mulai dipasarkan pada 2015.

Penjualan produknya pun saat ini sudah memberikan hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

"Rata-rata penghasilan sebulan sebesar Rp 2-Rp 3 juta," ujarnya.

dok Dongadinongadok Dongadinonga Foto: Istimewa (dokumen pribadi Saryono)

Saryono mengungkapkan, bagi masyarakat yang ingin membeli prosuk Dongadinonga cukup mampir ke akun Instagram @dongadinonga, ke market place seperti blibli.com, tokopedia.com, atau bosa langsung Whatssapp di 082134904739, serta email di dongadinongaartcraft@gmail.com.

Waktu pemesanan pun sekitar tiga hari atau lebih dengan menyesuaikan pada lokasi pembeli. Untuk masalah produksi, Saryono dalam satu hari bisa membuat empat produk. (hek/dna)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed