Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 26 Jan 2019 08:34 WIB

Bisnis Cokelat Tempe, dari Camilan Kini Tembus Mancanegara

Wisma Putra - detikFinance
Foto: Wisma Putra/detikcom Foto: Wisma Putra/detikcom
Bandung - Cokelat yang satu ini berbentuk cunky bar, rasanya tidak kalah dengan cokelat pabrikan. Siapa sangka, cokelat ini merupakan prodak rumahan hasil racikan Linda Ivone (48) warga Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Biasanya coklat berisikan kacang almond atau buah, namun tidak untuk cokelat yang diproduksi Linda. Tempe yang biasanya menjadi teman nasi, dijadikan sebagai bahan campuran cokelat ini.

Produk tersebut dinamai Cokelat Tempe Edun yang diproduksi di rumah Linda yang berada di Komplek Padasuka Ideal Residence Blok D2, No 11, RT 03 RW 12, Kacamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Proses pembuatan Cokelat Tempe EdunProses pembuatan Cokelat Tempe Edun Foto: Wisma Putra/detikcom

Pantauan detikFinance, Kamis (24/1/2019), Linda langsung memperagakan cara pembuatan cokelat tempe. Bahan utama yaitu cokelat dan tempe, sedangkan cara membuat makanan yang memiliki rasa manis gurih ini dilakukan secara manual.

Linda mengatakan, bisnis UMKM cokelat tempe itu sudah dijalaninya selama lima tahun. Dia bercerita dibutuhkan waktu 8 tahun untuk menghasilkan cokelat tempe yang sempurna.

"Produksinya sudah berjalan lima tahun, tapi untuk proses cokelat tempenya dari mulai trial and error-nya sudah tujuh sampai delapan tahunan," kata Linda saat dijumpai di kediamannya.

Proses pembuatan Cokelat Tempe EdunProses pembuatan Cokelat Tempe Edun Foto: Wisma Putra/detikcom

Uji coba itu dia lakukan terus menerus mendapatkan rasa, tekstur dan ukuran tempe cokelat yang sempurna. "Ya selama itu, baru tercipta tempe yang bagus dan kriuk," ujarnya.

Sebelum jadi bisnis, cokelat tempe itu merupakan camilan anak semata wayangnya Dominico (13). Linda bercerita Dominico tidak menyukai tempe, lalu dirinya berpikir untuk berinovasi agar anaknya suka memakan tempe.

"Awalnya anak saya tidak menyukai tempe. Saya berpikir keras supaya anak saya tahu kalau tempe ini memiliki kandungan manfaatnya, terus supaya dia dapat mengonsumsi tempe asli tuh bagaimana, jadinya saya pikir dikolaborasikan dengan produk yang ia suka yaitu cokelat," ungkapnya.

Proses pembuatan Cokelat Tempe EdunProses pembuatan Cokelat Tempe Edun Foto: Wisma Putra/detikcom

Dalam memasarkan produk cokelat tempe Linda mengandalkan puluhan reseller tetap yang berjumlah puluhan orang.

"Sistem pemasarannya lewat reseller, karena kalau nitip ke toko-toko banyak kendala yamg dihadapi. Proses pembayarannya lama, kalau resaller jemput bola. Saya sudah punya 70 resaller di seluruh Indonesia," tutur Linda


Tembus mancanegara

Selain dapat membeli melalui reseller, Anda juga busa membeli prodak cokelat tempe milik Linda melalui media sosial Instagram milik Linda dengan nama akun @ivonelinda33. Produk cokelat tempe dijual ke reseller Rp 6 ribu, dan dijual kembali Rp 10 ribu oleh resaller.

Rasanya ada dua varian, original dan pedas. Selain itu, Linda juga kerap menerima pesanan partai besar. Bukan cuma produk tempe cokelat, Linda juga membuat prodak cokelat kacang.

"Kebetulan ini sedang produksi coklat kacang sebanyak empat kwintal untum Dinas Parawisata Provinsi Jawa Barat," tambahnya.

Cokelat Tempe EdunCokelat Tempe Edun Foto: Wisma Putra/detikcom


Selain dalam negeri, produk cokelat tempe racikan Linda sudah melenggang ke mancanegara, antara lain Amerika Serikat, Jepang dan negara yang berada di Benua Asia lainnya.

"Jepang, Singapura, Hong Kong sudah ada. Terakhir ke Nevada Amerika," ujarnya.

Bahkan, belum lama ini dirinya baru mengikuti pameran prodak UMKM di Reno, Nevada, Amerika Serikat.

"Di sana banyak masyarakat yang paham tempe, setekah melihat cokelat tempe milik saya mereka sangat tertarik, tapi karena tempenya bukan karena cokelatnya," jelasnya.

Ia mengaku, awalnya sulit menjalankan bisnis tersebut, namun seiring berjalannya waktu pasar dan modal usaha terbuka secara sendirinya.
Selain memiliki profesi sebagai pelaku UMKM di Jawa Barat, Linda juga memiliki kerja sampingan sebagai translater alias penerjemah Bahasa Mandarin, Kanton dan Phong Thung Hwa di beberapa perusahan di Bandung Raya.

"Saya juga memiliki kerja sampingan sebagai translater. Kalau ada orang China saya bertamu ke pabrik-pabrik saya translaternya, nah kesempatan itu saya gunakan untuk mengenalkan prodak coklat tempe saya, alhamdulillah banyak yang suka dan pesan," pungkasnya. (hns/hns)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed