Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Feb 2019 07:47 WIB

Meramu Buah Salak Jadi Bisnis Beromzet Puluhan Juta per Bulan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Dok. SALAKU Foto: Dok. SALAKU
Jakarta - Siapa belum pernah makan buah salak? rasanya yang khas dengan campuran asam manis tersebut tentu sudah cukup kental di lidah orang Indonesia. Di sisi lain, kulitnya yang tajam kerap mengganggu saat-saat menikmati buah salak.

Hal itulah yang membuat seorang ibu tiga anak bernama Shelly menciptakan inovasi dari buah salak tanpa perlu repot mengupas kulitnya. Dia membuat buah salak jadi berbagai makanan olahan yang menarik.

Shelly pun menceritakan awal mula dirinya bisa menciptakan produk olahan salak yang dinamakan SALAKU. Wanita yang sebelumnya bekerja sebagai sekretaris direksi disalah satu perusahaan swasta ini akhirnya memutuskan untuk membuka sebuah usaha karena desakan ekonomi.

Perempuan yang hobi memasak itu pun memiliki ide yang cukup unik saat berencana membuka usaha. Di benaknya, ia terpikir soal buah salak yang sulit dikupas karena kulitnya yang tajam.

"Bermodal ide sederhana memberikan pilihan enak makan salak tanpa harus mengupas kulitnya untuk keluarga, terpikirlah mengolahnya menjadi aneka makanan dan minuman dari buah salak," kata Shelly kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

"SALAKU lahir karena kesukaan anak-anak dengan buah salak dan sering minta saya untuk mengupasnya karena takut terluka," sambungnya.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu-1 juta, Shelly pun menggunakannya untuk membeli bahan baku secukupnya. Ketika telah bisa mengkreasikan salak jadi beragam olahan, Shelly lantas mulai melakukan pemasaran terhadap produknya.

Shelly gencar menawarkan produknya ke para tetangga, teman sekolah, hingga media sosial seperti Facebook. Seiring waktu berjalan dan usaha mensosialisasikan produk olahannya pun mulai memberikan hasil yang positif.
Produk SALAKUProduk SALAKU Foto: Dok. SALAKU


Produk SALAKU sendiri memiliki harga yang relatif terjangkau. Mulai dari Rp 15.000- 65.000. Sedangkan produk makanan olahannya antara lain Brownlak/brownies salak dibanderol Rp 65.000, Pielak/bolak dibanderol Rp 50.000, Cooklak/cookies salak dibanderol Rp 50.000.

Lalu Sinlak/Asinan Salak dibanderol Rp 25.000, Sarlak/Sari Salak dibanderol Rp 15.000, Sambilak/Sambal Ebi Salak dibanderol Rp 30.000, Coklak/Coklat Salak dibanderol Rp 65.000, dan Sailak/Selai Salak dibanderol Rp 30.000.

Kerja kerasnya yang terus mensosialisasikan melalui media sosial pun membuat produk olahan SALAKU sampai di beberapa kota besar seperti Jabodetabek, Bali, Yogyakarta, Pontianak. Bahkan, berhasil ke luar negeri seperti Singapura, Australia, hingga Selandia Baru.

"(Jadi) ada pengiriman masih melalui agen ekspedisi luar negeri (ke) Singapura, Selandia Baru, Australia," ujarnya.

Karena kerja kerasnya dalam merintis usaha tersebut, kini Shelly bisa mendapatkan omzet hingga Rp 25 juta per bulan. "Tahun 2018 (omzetnya) sekitar Rp 15-25 juta sebulan," kata Shelly.

Kesuksesan yang diraih Shelly saat ini tidak didapatkan dengan mudah. Dirinya mengaku sempat dibuat frustasi karena salah yang menjadi bahan baku produksinya itu ternyata cepat busuk. Namun seiring waktu berjalan hal tersebut bisa dilewati.

Dia pun menyarankan kepada masyarakat yang ingin terjun ke dunia usaha untuk mencari usaha yang memang bahan bakunya tersedia di lingkungan sehari-hari, bukan hanya sekedar usaha mengikuti tren.

Nah, jika kalian mau mencicipi makanan olahan dari salak milik Shelly, bisa langsung memesannya di:

Gofood - SALAKU
Whatsapp - 082326979912
Website - salaku.businesa.site
Instagram - @salaku_olahansalak
Google Map - SALAKU.ID/SALAKU BEKASI

Produk SALAKUProduk SALAKU Foto: Dok. SALAKU

(fdl/fdl)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed