Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 07 Mar 2019 08:45 WIB

Limbah Plastik Disulap Jadi Produk Fesyen Bernilai Jutaan Rupiah

Aji Kusuma - detikFinance
Foto: Aji Kusuma Foto: Aji Kusuma
Semarang - Bermula dari keresahan melihat tumpukan limbah plastik industri di sekitar Ambarawa, Deasy Esterina, mencari cara untuk mendayagunakan plastik agar bisa bernilai lebih.

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Eci sapaan Akrab Deasy Esterina membangun Studio Desain Kreskros yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No 43 Ambarawa. Dalam menjalankan usahanya, Eci memiliki fokus membuat karya desain berbahan limbah plastik.

Sejauh ini Eci tak hanya mendistribusikan produk di kalangan lokal tetapi karya juga sudah mampu bersaing di lingkup internasional. Bahkan, Eci juga berkesempatan memamerkan karya di ajang fesyen nasional.

"Distribusi market paling besar di Jakarta, kalau luar negeri yang selalu kirim ke Australia dan Singapura. Kami bukan pembuat tas, tetapi studio desain yang akan membuat banyak karya dari limbah plastik. Kalau sekarang kami masih fokus mengeksplorasi produk tas," ungkap Eci kepada detikcom, Rabu (6/3/2019).

Produk Fesyen Berbahan Limbah Plastik Buatan Studio Desain Kreskros Produk Fesyen Berbahan Limbah Plastik Buatan Studio Desain Kreskros Foto: Aji Kusuma




"Kami mengambil limbah plastik dari berbagai pengepul. Biasanya dalam tiga bulan sekali kami ambil antara 75 - 150 kilogram plastik. Kondisi plastik masih harus dipilah dan dicuci terlebih dahulu,"imbuhnya.

Eci mengaku butuh ketajaman kreativitas untuk mengolah limbah plastik menjadi sebuah produk fesyen berupa tas. Ia berharap produk karyanya tak dianggap sebelah mata meski berbahan baku limbah plastik.

"Jadi harus di desain secara cermat dahulu, biar bisa diterima pasar. Kami tahun lalu juga ikut memamerkan karya di Jakarta Fashion Week, Jakarta Fashion Trend, dan Good Design Indonesia," ungkap Eci.

Eci menjelaskan karyanya dijual mulai harga Rp 150 ribu hingga Rp 1.9 juta. Baginya, perbedaan harga masing-masing bergantung desain, kesulitan dan estimasi waktu produksi.

"Plastik ini kan setelah dibersihkan kemudian kami rajut. Nah rajutan ini yang susah, butuh ketelitian, waktu dan desain tersendiri. Kalau yang paling murah itu waist bag, pouchs kecil, kalau yang mahal ruck sack dan bag pack,"ujar Eci.

Sejauh ini Eci memasarkan produknya via instagram kreskros.id. Setiap memiliki desain baru, ia selalu mengunggah di galeri Instagram untuk promosi.

"Pasar Instagram juga menjanjinkan, karena target kami kan milenial, dan mereka ada di sana untuk mencari trend terkini," tandas Eci.

Produk Fesyen Berbahan Limbah Plastik Buatan Studio Desain Kreskros Produk Fesyen Berbahan Limbah Plastik Buatan Studio Desain Kreskros Foto: Aji Kusuma




Tonton juga video Menteri Susi Ajak Piknik Emak-emak Pengolah Limbah Plastik:

[Gambas:Video 20detik]


Limbah Plastik Disulap Jadi Produk Fesyen Bernilai Jutaan Rupiah
(eds/eds)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed