Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 23 Mar 2019 11:22 WIB

Kerupuk Racikan Ibu Penyapu Jalan 'Terbang' ke China

Mustiana Lestari - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy/Detikcom Foto: Agung Pambudhy/Detikcom
Halmahera Selatan - Siang itu Fitriah (41) bersama suami dan anggota keluarga lain sedang sibuk menjemur kamplang setelah terlebih dahulu diulenin dan dipotong-potong. Sembari menata jemuran kamplang, kepada detikFinance, ibu 4 anak ini mengatakan sudah berdagang kampang atau kerupuk ikan selama 4 tahun.

"Buatnya ini dari macam-macam ikan, sagu, tapioka, vetsin, garam. Lalu dijemur dan dijual mentah. Resepnya turun temurun," kata Fitriah membuka percakapan di Labuha, Pulau Bacan, Senin (4/3/2019).

Fitriah mengatakan bahwa dari penjualan kamplang ini dia bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Apalagi kamplang yang dia jual bisa mencapai 10 kg per hari dengan harga Rp 100 ribu per kilo.

"Saya ini cuma penyapu jalan di SMA 1. Kerja ini dulu baru sore menyapu. Uang dari menyapu bisa dapat sejuta saja per bulan," cerita dia lagi sembari menyajikan kamplang buatannya.


Dia pun bangga bisa berjualan kamplang yang renyah dan kaya rasa ikan ini. Pasalnya kamplang yang dibuat ternyata sudah sampai ke China.

"Ada orang Kementerian Perdagangan. Itu orang bawa saja 20 bungkus ke China buat dipamerkan, tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi dari 2006," lanjut Fitriah.

Kendati belum ada respons lanjutan dari kementerian tersebut, Fitriah tetap tak mau putus asa. Dia mulai memperluas pasarnya.

"Rencananya jual ke Ternate ada juga ada yang kirim ke Jakarta saudara ipar ada jual ke sana," kata adik Fitriah, Lutfi.

Dia pun tetap konsisten memakai jenis ikan berkualitas seperti lamadang, tuna, dan tenggiri yang dia dapatkan dari memancing sendiri atau membeli dari pasar. Sebab jika memakai ikan yang lain kualitas rasa dianggap Fitriah bisa menurun.


Selain menjaga rasa, demi memuluskan rencananya untuk memasarkan produknya lebih jauh dan memproduksi kamplang lebih banyak, Fitriah mencoba ikut KUR yang ditawarkan BRI sebesar Rp 15 juta untuk membeli alat giling ikan.

"Senang BRI bisa membantu," ucap Fitriah dan Lutfi sambil tersenyum.

Pimpinan Kantor BRI Cabang Pembantu Labuha Halmahera Selatan, Erys P Saragih mengatakan pemberian kredit seperti KUR memang dimaksudkan untuk membantu UMKM

"Fasilitas ini memberikan efek domino untuk pertumbuhan ekonomi," jelas dia.

Kantor BRI Unit Bacan yang juga membawahi Teras BRI Kapal Bahtera Seva III mencatat keikutsertaan UMKM per Desember 2018 mencapai 446 orang yang dan jumlah uang yang digelontorkan untuk UMKM baik untuk KUR dan komersil sebesar Rp 8.600.083.000. Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva. (idr/hns)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed