Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 16 Apr 2019 22:35 WIB

Cerita Gufron Dulu Kerja Kantoran Kini Banting Setir Bisnis Minuman

Robi Setiawan - detikFinance
Gufron (kedua dari kanan) dalam acara konferensi pers Mitra Juara Gojek. Foto: Dok. Go-Jek Gufron (kedua dari kanan) dalam acara konferensi pers Mitra Juara Gojek. Foto: Dok. Go-Jek
Jakarta - Seperti orang kebanyakan, Gufron pernah bermimpi memiliki usaha sendiri. Akhirnya setelah melihat peluang yang menggiurkan di bidang kuliner, ia berani memutuskan keluar dari zona nyaman sebagai karyawan kantoran, kemudian membuka usaha minuman.

Namun sebagai seorang wirausahawan yang tak luput dari jatuh bangunnya usaha, ia juga mengaku pernah mengalami kegagalan dalam merintis usahanya tersebut.

"Dari dulu saya punya mimpi bisa buka usaha sendiri. Ternyata buka usaha sendiri itu enggak segampang yang saya bayangkan. Waktu itu saya gagal," kata Gufron dalam keterangan tertulis, Selasa (16/4/2019).

Singkat cerita, ia berlima bersama teman-temannya kemudian mendirikan Haus! yaitu sebuah kedai minuman yang menyajikan minuman kekinian yang dikenal karena harganya tak menjebol dompet alias terjangkau.


"Minuman enak enggak harus mahal," imbuhnya.

Melihat peluang yang terbuka dengan bergabung bersama Go-Food, Gufron dan rekan-rekannya memutuskan menjadi mitra Go-Food untuk meningkatkan diversifikasi pasar penjualannya.

"Karena melihat tren waktu itu banyak yang gabung sama Go-Food, kami melihat bahwa melalui Go-Food ternyata sangat efektif buat membantu di awal usaha kami. Yang tadinya hanya punya satu cabang, sekarang sudah ada 53 cabang yang bergabung dalam franchise kami," ungkapnya.

Kiprah Gufron sebagai mitra Go-Food pun turut menghantarnya menjadi salah satu nominasi Mitra Juara Go-Jek, yakni suatu ajang apresiasi tahunan untuk para mitra yang mendukung ekosistem Go-Jek.

Pria bernama lengkap Gufron Syarif itu adalah salah satu mitra Go-Food yang menjadi entrepreneur UMKM baru di Indonesia.


Go-Jek mencatat, Go-Food telah menjadi layanan pengiriman makanan terbesar di Asia Tenggara, dan nomor 3 di dunia, dengan jumlah order mencapai 30 juta order per bulan pada 2018.

Baru-baru ini survei yang dikeluarkan oleh Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) pun menyebutkan bahwa 94% dari mitra Go-Food merasa bahwa mereka diuntungkan sejak bergabung dengan Go-Food, karena terbukanya akses pasar.

Survei tersebut mencatat sebanyak 82% mitra UMKM mengalami peningkatan volume transaksi setelah menjadi mitra GGo-Jek. Dari survei tersebut menunjukkan bahwa Go-Jek memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi mikro di Indonesia. (prf/hns)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed