Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 18 Apr 2019 14:15 WIB

Jika Usai Pilpres Rusuh, Harga Telur Naik Berkali Lipat Seperti 98

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Pedagang telur ayam/Foto: Rengga Sancaya Pedagang telur ayam/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Hasil pemilihan presiden (Pilpres) berdasarkan perhitungan cepat atau quick count menunjukkan Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo menang. Hanya saja, Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto juga menyatakan kemenangan, bahkan hingga 62%

Situasi bisa membuat bingung masyarakat, termasuk peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar). Menurut Sekretaris Jenderal Pinsar Leopold Halim harga telur dan daging ayam bisa melonjak bila kondisi politik tak stabil.

"Kalau melebar seperti ditambah bumbu-bumbu ya berdampak. Kalau nggak stabil (kondisi politik) ya dampak lah seperti Mei 98 itu pernah telur naik berkali-kali lipat," ujar Leopold kepada detikFinance, Kamis (18/4/2029).


Leopold Halim kondisi politik bisa mendorong kenaikan harga telur. Hal ini seperti yang terjadi pada tahun 1998 lalu.

"Bisa naik berkali-kali lipat kalau kondisi nggak stabil seperti tahun 98 itu parah banget," kata Leopold.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kenaikan harga telur ayam yang terjadi kala itu mencapai Rp 10.000 per kilogram (kg). Padahal, sebelumnya harga dipatok Rp 3.000 per kg.

Hanya saja, kondisi tersebut tak berlangsung lama karena mengikuti kondisi politik yang mulai membaik.

"Naik 3 sampai 4 kali lipat. Dari harga Rp 3.000 jadi Rp 10.000. Tapi itu cuma sebentar karena memang ikutin kondisi politik," ujarnya.


Maka dari itu, ia berharap agar situasi politik di tahun ini tak terulang lagi seperti sebelumnya. Dengan begitu harga telur dan daging ayam akan terus terkontrol.

"Berharap nggak ada ribut-ribut seperti dulu. Jadi sekarang serahin ke pemerintah," paparnya.

Sementara itu, saat ini harga telur dan daging ayam tercatat stabil. Di tingkat peternak, harga telur berada di kisaran Rp 20.500 per kg. Sedangkan harga daging ayam berada di angka Rp 18.000 hingga Rp 19.000 per kg.

"Harga belum berdampak, ini telur Rp 18.000 sampai Rp 19.000 per kg, stabil. Kalau daging juga Rp 20.500, aman," tutup dia.

(hns/hns)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed