Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Apr 2019 08:32 WIB

Cobek Bukan Sembarang Cobek

Yudha Maulana - detikFinance
Foto: Yudha Maulana/detikcom Foto: Yudha Maulana/detikcom
Bandung Barat - Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat dikenal luas sebagai sentra penghasil cobek di Jawa Barat. Pangsa pasarnya pun tak hanya domestik, namun juga hinggap ke mancanegara.

Kendati begitu, hal itu tak membuat pengrajin cobek di sana berhenti berinovasi. Salah satunya, pengrajin cobek KLG Alam Jaya yang membuat cobek karakter yang unik. Lokasinya berada Kp Cipidangmanah, Ds Padalarang, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat,

Jika biasanya cobek hanya berbentuk bulat dengan cekungan di tengahnya, cobek karakter memiliki beragam bentuk. Misalnya bentuk kepala Mickey Mouse, Doraemon, Hello Kitty, buah jeruk dan berbagai bentuk lainnya.

Cobek Bukan Sembarang CobekFoto: Yudha Maulana/detikcom

Bahan yang digunakan pun sama dengan cobek batu pada umumnya, bedanya setelah batu dipotong, kemudian digambar sketsa sebelum dipahat dan diukir untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.

"Kalau cobek karakter ini, kami baru produksi sekitar dua tahunan. Kepikiran untuk berinovasi saat melihat kue karakter, surpet karakter, coba kalau cobek karakter gimana, akhirnya saya coba," ujar pemilik KLG Alam Jaya, Siti Yulianti Santika kepada detikFinance di pabriknya, Rabu (24/4/2019).

Untuk satu cobek karakter, Siti mematok harga Rp 100-125 ribu per cobek. Pemesanan bisa dilakukan secara online dan menerima reseller.

"Pasar di Jawa Barat sudah, ada yang pernah tembus ke Hong Kong, Singapura, Malaysia tapi lewat pembeli kita," katanya.
Cobek Bukan Sembarang CobekFoto: Yudha Maulana/detikcom

Cobek karakter ini belum diproduksi secara masif, karena terkendala oleh kurangnya tenaga ahli. Dalam sehari, pabrik Siti hanya mampu membuat empat hingga lima cobek karakter.

"Satu cobek karakter pembuatannya bisa memakan waktu dua jam, kalau cobek biasa paling hanya 15 menit dan sehari bisa membuat 300 pcs, karena kita buat pakai mesin bubut," ucapnya.


Oleh karena itu, Siti menerapkan sistem preorder bagi pemesan cobek karakter. "Biasanya saya suka kasih tenggang waktu yang lebih, durasi dan biaya pengerjaannya cukup banyak, pernah ada yang minta untuk suvenir nikah juga," katanya.

Pabrik cobek Siti kini telah memperkerjakan 30 orang. "Pegawai cobek itu kan ada yang dari gunung hingga ke pabrik, tapi kalau pemahat cobek kita baru punya satu," katanya.

Tatang (48), pemahat cobek karakter di pabrik milik Siti mengatakan tertantang untuk membuat cobek karakter.

"Awalnya sempat gagal, tapi kemudian saya coba terus dan alhamdulillah sekarang sudah terbiasa," katanya.


Cobek Bukan Sembarang CobekFoto: Yudha Maulana/detikcom
(ang/ang)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com