Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 16 Jun 2019 14:02 WIB

Lulusan Fakultas Bisnis Sukses Bisnis Pupuk Organik

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Pupuk Hayati Dinosaurus (Istimewa/Pupuk Hayati Dinosaurus) Foto: Pupuk Hayati Dinosaurus (Istimewa/Pupuk Hayati Dinosaurus)
Jakarta - Seringkali latar belakang pendidikan dijadikan seseorang sebagai jenis bisnis yang ingin dirintisnya. Namun pakem tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Freddy.

Lulusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) ini membuktikan diri mampu merambah bisnis yang jauh dari latar belakang pendidikannya.

Bersama 4 orang rekannya, Freddy mulai merintis bisnis pupuk organik sekitar 4 tahun lalu atau sekitar tahun 2015.

"Awalnya ini belum berorientasi bisnis. Kita awalnya cuma ingin membantu petani Jagung di Flores," tutur Freddy dihubungi Minggu (16/6/2019).

Lulusan Fakultas Bisnis Sukses Bisnis Pupuk OrganikFoto: Pupuk Hayati Dinosaurus (Istimewa/Pupuk Hayati Dinosaurus)

Kala itu, lanjut dia, petani jagung di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, kesilatan menanam jagung. Bibit jagung yang mereka tanam tak pernah menghasilkan jagung. Akhirnya, peternak setempat menjadikan batang jagung hasil tanaman sebagai pakan ternak.

"Sedihnya, mereka itu tanam jagung tapi tak pernah panen jagung," tutur dia mengisahkan.

Biang masalah para petani adalah sulitnya memperoleh pupuk kimia yang biasanya harus didatangkan dari Pulau Jawa.

Dari latar belakang itu, Freddy dan rekan-rekannya tercetus memproduksi pupuk organik memanfaatkan bahan dasar yang ada di sekitar lokasi pertanian. Dari mulai buah-buahan, hingga kotoran ternak yang difermentasi jadi pupuk.

"Bahan bakunya luar biasa melimpah. Dah hasilnya ternyata luar biasa. Dari yang semula nggak pernah panen, sekarang mereka langsung panen. Bahkan petaninya ada yang telpon kita, 'terimakasih bapak, akhirnya kita berhasil panen jagung'," tutur Freddy.

Pengalamannya itu lantas diseriusi dengan merintis bisnis yang diberi nama Pupuk Hayati Dinosaurus pada tahun 2017. Mulai dari situ, Freddy sebagai Co-Founder Pupuk Dinosaurus dan rekannya menseriusi bisnis yang dirintis tersebut dengan mengurus berbagai keperluan dari mulai produksi hingga perizinannya.

"Kita urus perizinannya. Desember 2018 lalu kita sudah dapat izin dari Kementerian Pertanian," jelas dia.

Saat ini Pupuk Dinosaurus memiliki kapasitas produksi hingga 100 ribu liter per bulan yang basis produksinya berlokasi di Gunung Putri Bogor, Jawa Barat.

Pupuk itu dipasarkannya secara online dengan harga mulai Rp 66 ribu/liter.

"Konsumen kita saat ini sudah hampir seluruh Indonesia. Ada Indramayu, Padang dan lain-lain," sambung dia.

Biacara keunggulan dibanding pupuk kimia, lanjut dia, adalah keberlanjutan kualitas tanahnya. Berbeda dengan pupuk berbahan kimia yang punya efek menurunkan kualitas unsur hara dalam tanah, pupuk organik justru bisa mengembalikan kualitas tanah seperti semula.

"Makanya kita beri nama 'Dinosaurus' karena kita ingin mengajak masyarakat kembali ke masa lalu di mana tanaman dan tumbuhan bisa tumbuh besar dengan bahan-bahan alami," jelasnya.

Lulusan Fakultas Bisnis Sukses Bisnis Pupuk OrganikFoto: Pupuk Hayati Dinosaurus (Istimewa/Pupuk Hayati Dinosaurus)

Sebagai contoh, lanjut Freddy, di salah satu pelanggannya di Padang mengisahkan hasil panen padi mereka meningkat lebih dari dua kali lipat dari semula hanya dua ton per hektar menjadi 4,8 ton per hektar setelah menggunakan pupuk produksinya.

Ia pun berharap penggunaan pupuk Dinosaurus ini lebih luas lagi bahkan bisa menembus pasar ekspor dengan menyasar petani-petani milenial.

"Dari desain kemasan kami ingin menunjukkan bahwa bisnis kami ini serius dan kita menyasar milenial. Supaya sektor pertanian ini nggak semakin ditinggalkan, jadi perlu pendekatan yang sesuai dengan milenial. Harapannya, kita bisa tembus pasar ekspor," tandas dia. (dna/dna)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed