Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 13 Okt 2019 18:50 WIB

Gara-gara Masalah Kulit, Wanita Ini Dapat Cuan dari Jualan Skin Care

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok. Haple Foto: Dok. Haple
Jakarta - Sekitar tiga tahun lalu, Keishia Lovelyta memberi merek Haple pada pakaian-pakaian yang ia jual. Namun satu tahun kemudian, ia jatuh sakit parah hingga wajahnya muncul jerawat yang bernanah, wajah kering sampai berdarah.

Saat itu ia juga harus bolak-balik rumah sakit. Mengonsumsi 10 pil obat 3 kali sehari. Hal tersebut membuat rambutnya rontok dan kulit wajah kasar.

Karena wajahnya yang tidak mulus itu, Keishia mulai mencari produk perawatan kulit seperti masker. Mulai dari produk lokal sampai impor ia gunakan, namun tak ada efek berarti di wajahnya.

Hingga akhirnya dia mencoba face oil dari luar negeri, tak sampai dua bulan jerawat Keishia tak tumbuh lagi dan bekasnya hilang perlahan. Dari sinilah, Keishia akhirnya terinspirasi dan memutuskan untuk mengganti bisnis pakaian menjadi bisnis skin care.

"Setelah sakit itu, akhirnya aku pikir kalau fashion butuh modal besar, selalu update model. Dari pengalaman, aku pikir bikin home industry skin care aja. Pas 2017 Haple jadi brand skin care," kata Keishia kepada detikcom, akhir pekan ini.


Untuk modal awal, Keishia menggunakan tabungan hasil dagangannya dulu. Saat membangun Haple skin care, Keishia merogoh kurang dari Rp 10 juta karena produknya yang belum terlalu banyak.

Menurut Keishia, jika bisa dari Indonesia kenapa harus dari luar. Apalagi kulit itu sangat berpengaruh dengan iklim, cuaca, dan udara. Jadi merek lokal pasti sudah memformulasikan produk sesuai dengan kulit orang Indonesia. Lalu harga juga lebih terjangkau dibandingkan dengan produk impor. Namun setelah berkembang, Keishia membuat PT dan baru menyetorkan modal sesuai dengan ketentuan.

"Sekarang omzetnya sudah ratusan juta, karena Haple juga sudah berkembang. Dulu awalnya juga karena kepepet harus cari uang, bagaimanapun caranya," imbuh dia.

Perjalanan Keishia mendirikan Haple memang bukan hal mudah. Setelah lulus sekolah menengah atas (SMA), Keishia memang tak melanjutkan ke bangku kuliah. Saat itu, ia sedang berada dalam kondisi keuangan yang kurang baik.

Padahal, Keishia memiliki cita-cita menjadi desainer. Namun biaya sekolah dan modal yang besar membuatnya mundur perlahan. Ia putar haluan, dari fesyen ke skin care.


Perempuan kelahiran 3 Oktober 1996 ini mengaku hobi berjualan sejak dulu. Sejak Sekolah Dasar (SD) sampai lulus sekolah dia selalu jualan.

"Waktu sekolah kerjanya dagang melulu, barang dagangan masuk tas, buku pelajaran ditenteng di tangan. Waktu SMA mama sama papa langganan dipanggil ke sekolah karena aku sering jualan," kenang dia.

Menurut Keishia, hal yang ia lakukan saat itu adalah cara untuk bertahan karena ia berlebihan uang seperti teman-temannya. Keisha mengatakan, ibunya pernah meminta dirinya untuk bekerja. Namun saat itu dia mengaku belum mengerti membuat curriculum vitae (CV) akhirnya ia menyusun CV seadanya dan tak ada perusahaan yang merespons lamarannya.

Gara-gara Masalah Kulit, Wanita Ini Dapat Cuan dari Jualan Skin CareFoto: Dok. Pribadi

Hal tersebut menurut dia adalah hal yang wajar, pasalnya saat ujian nasional SMA dia hampir tidak lulus karena nilai yang pas-pasan.

"Untuk apa yang sudah aku jalanin sekarang, rasanya bersyukur banget. Apalagi dulu pernah bangkrut dan kere sekere-kerenya, mau nggak mau kan harus cari jalan terus," imbuhnya.

Hal-hal tersebut yang membuat Keishia gigih membangun Haple hingga seperti saat ini. Untuk meningkatkan kualitas Haple besutan Keishia menggunakan bahan berkualitas dan bukan abal-abal.

Ini yang membuat produk Haple cocok di banyak orang. Misalnya, banyak pengguna yang jerawatnya sembuh total dan lepas dari krim dokter yang keras.

Untuk meyakinkan produknya berkualitas, Keishia juga menggunakan untuk pribadi. Hal ini dilakukan agar ia yakin produknya bagus, aman, dan terjangkau. Saat ini Haple juga sudah terdaftar di BPOM.


Saat ini produk yang ada di Haple face oil seperti almond oil, grapeseed oil, avocado oil dan rice brand oil. Kemudian juga ada produk pure rose water, face mist, lip balm dan glow booster yang bisa digunakan satu badan mulai dari wajah, rambut, kuku, sampai kaki.

"Kalau skin care sebenarnya kan tetap cocok-cocokan dan kita tidak pernah menjanjikan 100% akan cocok. Tapi kita janji tidak akan mubazir karena kalau tidak cocok di wajah bisa dipakai di rambut dan di badan," jelas dia.

Bahan yang digunakan juga vegan, animals and cruelty free. Karena ia menggunakan slogan Be Beautiful With Kindness. Saat ini Keishia sudah memiliki 15 orang pegawai untuk membantunya menjalankan Haple.

Saat ini produk yang paling laris di Haple adalah paket yang terdiri dari rose water atau face mist, face oil dan glow booster. Hal ini karena Haple memang merekomendasikan untuk pembelian paket karena hasilnya jauh lebih terlihat.

Lalu, Haple juga membuat booster yang berfungsi untuk memaksimalkan kinerja skin care seperti membantu penyerapan, menghidrasi dan melembabkan kulit. Jadi saat digunakan bersamaan hasilnya lebih baik jika dibandingkan hanya menggunakan oil.

Harga yang ditawarkan untuk paket Haple adalah Rp 145.000 yang terdiri dari 1 rose water dan 2 face oil. "Kita juga menyarankan calon pembeli untuk konsultasi kalau masih ragu, karena kulit orang juga beda dan penanganannya pun beda jadi harus disesuaikan," jelas dia.

Simak Video "Doyan Traveling, Ini Skin Care yang Wajib Dibawa Shireen Sungkar"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com