Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 31 Des 2019 09:06 WIB

Jual Sambal Modal Rp 200.000, Pria Ini Raup Omzet Belasan Juta/Bulan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Dok: Sambal Inohong
Jakarta - Mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi tidak menjamin seseorang betah dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Seperti yang terjadi pada Yusep Abdurahman. Pria penyandang gelar sarjana administrasi niaga UNPAD ini rela melepas pekerjaan besarnya untuk menjadi pengusaha.

Dia saat ini menjual sambal dengan merek Bandung Inohong sejak 2016. Sebelumnya dia bekerja kapal pesiar Holland America Line sebagai housekeeping yang memiliki penghasilan sekitar Rp 8,5 juta per bulannya, lalu pernah juga menjadi guru bahasa Inggris di SMP, SMA, dan private, serta team riset and development (R&D) di Grup CRP yang membawahi Up Normal, Nasi Goreng Mafia, Bakso Budjangan dan lainnya.

"Saya cinta sambal dan makan tampa sambal itu nggak afdol, saya yakin banyak orang Indonesia dan Asia yang sama seperti saya" kata Yusef kepada detikcom, Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Menurut dia, sambal merupakan usaha yang memiliki prospek besar dibandingkan usaha makaman olahan lainnya. Dia pun memilih usaha ini dikarenakan saat sedang bingung menyajikan makanan untuk santap sahur.

"Sambal itu bisnis yang sustainable, kalau orang Indonesia yang di dalam dan luar negeri masih makan nasi, kemungkinan besar sambal dibutuhkan juga sebagai pelengkap," jelas dia.

Sejak 2016, Yusef mengaku mengeluarkan modal sekitar Rp 200 ribu untuk membeli bahan baku. Pada saat itu juga dirinya langsung mengolah sambal Bandung Inohong dan menjualnya kepada teman-teman kuliahnya dan mampu membukukan omzet sebesar Rp 300 ribu.


Ada beberapa varian sambal Bandung Inohong yang dijualnya, yaitu sambal teri merah, sambal teri hijau dan belacan. Sampai saat ini dirinya masih mengandalkan media sosial untuk menjual produknya. Produk sambal Bandung Inohong sudah sampai ke Jakarta, Bandung, Banjarmasin dan beberapa kota besar lainnya.

Bahkan, dirinya pun sudah memiliki beberapa reseller yang membantu menjual produk sambal Bandung Inohong. Dengan kegiatan tersebut, Yusef pun mampu mengumpulkan omzet Rp 12 juta setiap bulan atau lebih besar dari gaji saat masih bekerja.

"Perkiraan masih Rp 5-Rp 12 juta," ujar dia.

Dia mengaku banyak hal-hal yang tidak enak saat menjalankan usahanya, salah satunya adalah produk sambalnya bocor saat dibawa ke pameran Malaysia International Halal Showcase. Sehingga dirinya harus mengeluarkan usaha lebih untuk menjelaskan kepada para pembeli di pameran itu.

Dia pun membagikan tips bagi masyarakat yang ingin terjun menjadi pengusaha. Menurut dia pertama-tama harus mencari bisnis yang sesuai dengan keinginan, jangan takut gagal, dan terpenting me dapat restu kedua orang tua.

Terakhir, bagi yang ingin membeli sambal Bandung Inohong bisa langsung ke akun Instagram @sambal-Inohong dan bisa ke aplikasi Tokopedia.



Simak Video "Sebentar Lagi, Evolusi Bisnis Prostitusi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)
​​​Promosikan bisnis kamu, ​​​detik ini juga​​ di adsmart.detik.com
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com