Ini Tips Agar UMKM Bisa Tahan Banting Diterjang Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 20:30 WIB
Cucu Suhayat (44) menyelesaikan pembuatan kerajinan suvenir di Bahbir Galeri, Jalan Terusan Bojongsoang Nomor 230, RT 01 RW 02, Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Senin (16/9/2019). Perajin asal Garut ini mendirikan produksi kerajinan suvenir ini sejak 4 tahun lalu. Mengandalkan kayu jati, pinus, mahoni bekas mebel Cucu menyulapnya menjadi kerajinan bernilai ekonomis.
Foto: Rico Bagus
Jakarta -

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) saat ini adalah sektor yang paling terpukul akibat pandemi COVID-19.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mengungkapkan ada beberapa tips agar UMKM bisa tetap bertahan. Pertama, UMKM harus fokus pada kebutuhan konsumen, kemudian berinovasi dan berkreasi produk maupun layanan sesuai dengan perubahan dan perilaku konsumen.

"UMKM juga harus mengembangkan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan daya tahan ketika krisis melanda. Tapi juga tidak boleh cepat puas karena persaingan akan semakin ketat," kata Ryan.

Dia mengungkapkan UMKM harus menyiapkan generasi berikutnya untuk menjadi pemimpin yang tangguh. Menjaga hubungan baik dengan vendor, supplier dan distributor juga menjadi keharusan.

"Bisa juga dengan berhimpun dalam organisasi UMKM sebagai sarana mengembangkan jaringan bisnis. Kemudian berkolaborasi dengan perbankan sebagai mitra strategis untuk sumber pembiayaan, informasi dan pendampingan pengembangan usaha," jelas dia.



Praktisi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Sigit Iko Sugondo mengatakan UMKM juga bisa harus memahami jika pandemi ini tidak dapat diprediksi, namun pelaku usaha tak perlu panik dan bisa melakukan penyesuaian.

Menurut dia, cashflow juga harus terjaga dengan sehat. Ini adalah unsur yang paling penting sehingga dalam bisnis pemilik usaha harus mampu mengelola uang tunai secara optimal.

"Perlu diingat, saat ini konsumen tidak menghilang yang terjadi adalah perubahan tempat dan pelaku. Karena itu UMKM harus me-review produknya termasuk customer profile," jelas dia.

UMKM harus menyesuaikan strategi customer relation dan kanal penjualan. Kemudian merencanakan ulang pendapatan serta melakukan pemangkasan anggaran. Terakhir, UMKM juga harus berkolaborasi misalnya bekerja sama dalam usaha yang bisa meningkatkan efisiensi, berbagi beban kerja dan mendapatkan ide baru.

Iko menjelaskan COVID-19 ini telah menurunkan angka penjualan akibat turunnya pelanggan, kesulitan pasokan bahan baku, turunnya keuntungan atau malah merugi.

"Akibat COVID-19 ini pelaku UMKM juga kesulitan membayar angsuran kredit atau gagal bayar, tidak berproduksi, tidak berusaha dalam waktu yang lama hingga bertambahnya utang," imbuh dia.



Sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan Kebijakan Menjaga Fundamental Sektor Riil POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Counter cyclical.

Restrukturisasi kredit atau pembiayaan yang dilakukan antara lain dengan memberikan penundaan keringanan pembayaran angsuran melalui program restrukturisasi bagi kredit/pembiayaan leasing dengan jangka waktu 1 tahun,

Rekstukturisasi dilakukan dengan cara penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan dan atau konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara.

Melalui peraturan OJK tersebut, industri perbankan dapat menerapkan kebijakan yang mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi untuk debitur terdampak Covid - 19 termasuk untuk UMKM.

Kebijakan Stimulus itu antara lain penilaian kualitas kredit/pembiayaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/ atau bunga untuk kredit hingga Rp 10 milliar. Pihak Bank dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit /pembiayaan tanpa melihat batasan plafon kredit atau jenis debitur, termasuk UMKM.

Untuk debitur UMKM, Bank juga dapat menerapkan dua kebijakan stimulus yaitu; Pertama, penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain berdasarkan ketepatan membayar pokok dan/atau bunga. Kedua, melakukan restrukturisasi kredit/pembiayaan UMKM tersebut, dengan kualitas yang dapat langsung menjadi lancar setelah dilakukan restrukturisasi kredit.



Simak Video "Blibli: Hikmah di Balik Corona, Penjualan UKM Naik 6 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)