Bakal Ada New Normal, UMKM: Minimal Goyangan Ekonomi Muncul

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 28 Mei 2020 13:23 WIB
Dalam rangka pelantikan presiden-wakil presiden, para pedagang kaki lima menyajikan dagangannya untuk dinikmati masyarakat secara gratis.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah menyiapkan era normal baru atau new normal sambil terus menekan penyebaran wabah virus Corona (COVID-19). Diharapkan aktivitas bisnis bisa tetap berjalan sehingga laju perekonomian bisa terus bergerak.

Lalu, apakah dengan masuknya ke tahap new normal dapat mendongkrak kembali penghasilan UMKM yang sempat redup karena Corona?

Menurut Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan Ingratubun new normal bakal mendorong kembali pergerakan ekonomi di masyarakat. Sehingga dia optimistis, cepat atau lambat ekonomi UMKM akan pulih kembali seperti sebelum adanya COVID-19.

"Minimal goyangan ekonomi itu sudah mulai muncul," kata Ikhsan kepada detikcom, Kamis (28/5/2020).

Akan tetapi, proses pemulihan UMKM ini tergantung pada masing-masing kondisi keuangan dan strategi bisnis dari pelaku usaha itu tadi.

"Ini kembali pada kemampuan masing-masing usahanya dan inisiatif menambah dengan kemampuan untuk berjualan secara online," tutupnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) setidaknya ada 163.713 UMKM dan 1.785 koperasi terkena dampak COVID-19. Menurut Kemenkop UKM, turunnya permintaan secara signifikan menjadi permasalahan utama bagi ekonomi UMKM tersebut.



Simak Video "Dukung Digitalisasi UMKM, Grab Luncurkan #TerusUsaha"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)