Bisnis Kuliner Ini Tetap Bertahan Meski Corona Merajalela

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2020 18:40 WIB
Grab
Foto: Grab
Jakarta -

Data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyatakan jumlah usaha kuliner di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 5,55 juta unit atau 67,66% dari total 8,20 juta usaha ekonomi kreatif. Rata-rata tingkat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif selama 7 tahun terakhir adalah 9,82%.

Namun, saat ini sekitar 60% usaha kuliner di Indonesia telah terkena pukulan pandemi COVID-19 yang membuat roda perekonomian bisnis mereka terhenti sementara. Tapi di sisi lain ada juga yang masih bisa bertahan dan bangkit dan siap jalani new normal meski telah dihantam Corona, ini dia kisahnya.

Berdiri sejak 1977 silam, Restoran Mie Kedondong milik Clarissa Suwijono di Surabaya menjadi satu dari ratusan UMKM yang terdampak pandemi COVID-19 yang membuat pendapatannya menurun. Namun, di tengah pandemi tersebut ia masih bisa melihat peluang agar tetap bisa bertahan melewati masa sulit tersebut.

"Jauh sebelum pandemi saya juga sudah melihat adanya perubahan perilaku masyarakat dalam menikmati santapan yang bergeser ke online. Oleh karena itu, melihat peluang ini saya pun bergabung dengan GrabKitchen untuk mengembangkan bisnis keluarga saya yang sudah turun temurun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2020).

"Alhasil, GrabKitchen telah menjadi jembatan dan enabler bagi pengusaha-pengusaha seperti kami sehingga dapat terus melayani pelanggan dan menghidupi karyawan," tambahnya.

Tidak hanya Mie Kedondong yang terus berjalan dan beradaptasi dengan kondisi, contoh lainnya adalah restoran yang terletak di Bandung, Martabak Mertua yang dikelola oleh Alan Okadanan. Ia mengaku bahwa memang pendapatannya sedikit menurun selama pandemi ini, akan tetapi ia juga merasa sangat terbantu dengan GrabKitchen terutama dalam menghadapi new normal nanti.

"Saat ini banyak sekali masyarakat yang mungkin merasa ragu untuk membeli makanan di luar. Di Martabak Mertua, kami sangat memperhatikan aspek kebersihan makanan. Berkat hal ini, otomatis para pelanggan saya juga percaya bahwa makanan yang akan sampai ke mereka selain bersih, juga terjaga kualitasnya sehingga aman dikonsumsi," ungkapnya.

Restoran yang pertama kali didirikan pada tahun 2015 ini sudah bergabung dengan GrabKitchen selama kurang lebih 6 bulan, semenjak bergabung Alan merasakan banyak manfaat yang didapatkan dari GrabKitchen khususnya di masa pandemi ini.

"Yang membuat saya sangat terbantu dari GrabKitchen adalah dari data yang dimiliki oleh Grab terkait pemilihan lokasi dan makanan apa saja yang diminati konsumen di daerah tersebut. Informasi tersebut sangat berguna bagi kami untuk menangkap peluang yang ada dan berkreasi dengan menu-menu kami," jelas Alan.

Lain lagi dengan Hendri Prabowo, pemilik Ayam Geprek COC di Medan. Ia bercerita bahwa kondisi pandemi ini mulai sangat mempengaruhi bisnisnya. Pria yang akrab dipanggil Bowo ini juga mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak melayani pelanggan yang ingin makan di tempat dan hanya menjual melalui online.

Bowo pun terus meningkatkan kebersihan dapurnya di mana pegawai diwajibkan untuk menggunakan masker dan sarung tangan, serta mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer setiap beberapa jam sekali. Ia pun mengaku GrabKitchen sangat membantu dalam menggerakkan bisnis Ayam Geprek COC selama pandemi ini.

"Biasanya pada bulan Ramadhan, Ayam Geprek COC pasti ramai dengan pengunjung yang buka puasa bersama, tapi kali ini beda cerita, semuanya harus memesan melalui online. Kalau saya tidak bergabung dengan GrabKitchen, mungkin restoran saya bisa tutup dan tidak ada kegiatan operasional. Berkat GrabKitchen, kami bisa bertahan dengan pelanggan berbasis online dan terus menghidupi karyawan kami," jelas Bowo.

Sementara itu, Pegiat UMKM lainnya, Rudi Ardiansyah pengelola dari restoran Nona Judes juga terus menjalankan bisnisnya di GrabKitchen. Rudi bercerita bahwa terus berinovasi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah bisnis.

"Terlepas dari keadaan apapun, tantangan akan selalu ada. Saat ini bentuknya adalah pandemi, oleh karena itu kami juga harus terus berinovasi dalam memenuhi permintaan pelanggan. Keputusan kami untuk bergabung dengan GrabKitchen merupakan salah satu inovasi yang mungkin bisa kami tawarkan kepada para pelanggan kami di masa sulit ini," pungkas Rudi.



Simak Video "Skuter Listrik Beroperasi Lagi di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)