Bisnis Redup Dihantam Corona, Eh Cuan Lagi Berkat Frozen Food

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2020 18:15 WIB
Frozen Food
Foto: Frozen Food (Dok. Transmart Carrefour)
Jakarta -

Tak sedikit bisnis yang redup akibat COVID-19. Terutama yang bersinggungan dengan pariwisata dan tempat rekreasi seperti bisnis team building dan outdoor games provider milik Ronal Mediansyah. Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bisnis Ronal yang satu itu terpaksa ditutup sementara demi mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

Tak mau menyerah dengan keadaan, Ronal akhirnya mulai mencari alternatif bisnis lainnya selama pandemi ini. Ronal pun akhirnya memutuskan mengembangkan bisnis makanan beku (frozen food) yang diberi nama Parkia Food.

"Core bisnis kami awalnya itu provider team building, sampai saat ini masih kita jalani bisnis tersebut, cuman perlu perubahan karena adanya COVID-19 ini, itu akhirnya kita membuat virtual team building, setelah itu, kami beralih ke frozen food karena kita melihat bisnisnya atau mata pencaharian saat ini kembali ke hulu (kebutuhan primer) lagi ya," kata Ronal kepada detikcom, Kamis (18/6/2020).

Sebelum memilih frozen food, Ronal sempat kepikiran untuk menjual produk sayuran segar, namun gugur karena dirasa terlalu ketat persaingannya dengan brand yang sudah ada.

"Kondisi seperti ini memaksa kita untuk beralih ke bisnis hulu seperti ini, awalnya sih kami kepikiran mau jual sayur-sayuran, tapi kami sudah riset dan segala macam tapi ternyata persaingannya sudah terlalu banyak, akhirnya kami sebarkan kuesioner dan hasilnya mayoritas itu lebih suka dan tertarik dengan makanan jadi atau frozen food itu, maka akhirnya kami memilih frozen food," paparnya.

Saat hendak memulai bisnis frozen food, Ronal mengaku langsung mencoba mengolah hingga puluhan produk yang akan dipasarkan. Akan tetapi, untuk tahap awal ini hanya ada 5 produk saja yang diperdagangkan. Alasan memilih kelima produk tersebut karena memang masih jarang pesaing menjual produk serupa dan lumayan banyak diminati pelanggan.

"Produk kita sebenarnya belum banyak, kita sempat melakukan riset, ada sekian puluh produk yang kita coba buat, tapi yang kita tayangkan itu baru 5 dan sudah kita jual, itu ada kambing guling, seafood, burger, kebab dan ebi tempura," paparnya.

Modal Kecil Tapi Omzetnya Tembus Hingga Rp 30 Jutaan

Ronal mengaku memulai bisnis frozen food ini dengan modal yang tidak terlalu besar yaitu antara Rp 5 juta - Rp 10 juta. Akan tetapi, selama 1,5 bulan berjalan, ia sudah mampu mengumpulkan omzet hingga Rp 30 juta.

"Modal awal dan costnya itu tidak terlalu tinggi karena kita tidak perlu dapur dan tempat khusus seperti itu, waktu itu kurang lebih Rp 5-10 jutaan ya untuk beli bahan dan belajar ngolahnya itu, nah untuk omzet itu kurang lebih Rp 20-30 jutaan," ungkap Ronal.


Untuk pemasarannya sendiri, Ronal memulainya lewat media sosial Instagram @parkiafood. Selain itu, secara agresif memasarkan produknya kepada teman, keluarga dan pelanggan di bisnis sebelumnya.

"Kami jual online dari media sosial Instagram, lalu dari Whatsapp kita blast ke teman, keluarga dan kita juga email ke pelanggan Parkia Adventure juga," tambahnya.

Selain itu, Ronal juga dibantu oleh rekan-rekan bisnisnya yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia bisnis kuliner seperti @kerang_cipete dan @burgerteji.

"Kami juga bangun kerja sama dengan teman-teman saya yang juga punya bisnis makanan gitu," imbuhnya.

Sedangkan, untuk pengantaran produk, Ronal tidak menggunakan jasa ojek online. Ronal memiliki kurir sendiri yang direkrut dari pekerjanya di Parkia Adventure.

"Kami punya kurir sendiri dan harganya lebih murah dari ojek online," ungkapnya.



Simak Video " Tips Cuan Bisnis Frozen Food saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)