'Sampah' Kelapa Ternyata Masih Ada Harganya

Arbi Anugrah - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 10:37 WIB
serabut kelapa
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Jakarta -

Berawal dari hobinya menanam, Afrianto Tri Laksono atau biasa disapa Yayan ini mencoba membuat pot tanaman dari serabut kelapa. Siapa sangka, limbah serabut kelapa dari pabrik sapu yang sudah tidak terpakai dapat diubah menjadi sebuah pot yang menarik dan bernilai jual, hingga dipasarkan ke berbagai kota.

"Dulu saya usaha cireng, saya diajak teman saya main ke pabrik sapu. Nah serabut yang pendek pendek (oleh) pabrik itu biasanya langsung dibakar limbah serabut kelapanya yang tidak terpakai. Dari situ, saya coba lihat di media dan saya coba bikin, karena awalnya saya hanya buat itu untuk sendiri karena saya hobi menanam," kata Yayan kepada wartawan, Selasa (21/7/2020) kemarin.

Warga Kelurahan Karang Pucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas ini mengatakan, dari hasil pot serabut kelapa yang dia buat tersebut kemudian dia share melalui media sosial. Ternyata banyak peminatnya, hingga akhirnya banyak dipesan dan membuat dia untuk coba menekuni bisnis pembuatan pot dari serabut kelapa tersebut.

"Saya bikin dan saya share di media sosial ternyata banyak yang minat, akhirnya dipesan dan saya buat lagi. Dari situ akhirnya saya mencoba menekuni dan berinovasi lagi tentang bentuk bentuk dari pot serabut kelapa ini," ucapnya.

Dari hasil pembuatan pot tersebut, dia juga coba menjualnya dengan membuka lapak di GOR Satria Purwokerto yang dibuka setiap hari Minggu. Namun karena pandemi virus Corona, akhirnya penjualan pot serabut kelapa ini tidak bisa dia lakukan, hingga akhirnya dia fokus untuk berjualan melalui media sosial.

"Awalnya penjualan hanya lokalan sini saja dengan berjualan gelar lapak di GOR Satria Purwokerto setiap hari Minggu. Tapi berhubung GOR tutup karena pandemi jadi saya lewat media sosial," ujarnya.

Siapa sangka, karena banyak waktu untuk berada di rumah selama pandemi membuat Yayan semakin berinovasi untuk membuat berbagai bentuk pot dari serabut kelapa. Bahkan penjualan potnya tersebut meningkat drastis dari biasanya.

"Jadi selama pandemi ini, saya banyak waktu di rumah, jadi otomatis kita pikirannya jalan bikin pot ini diapakan lagi, dibentuk apa lagi jadi banyak berinovasi. Saat pandemi meningkat di penjualan onlinenya cukup lumayan. Karena lagi pandemi gini kita fokus belajar dagang lewat media sosial dan pembelinya luar kota dan sekali beli minimal 10 buah pot, ada juga yang campuran," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Dalam 20 Hari, Polisi Tangkap 10 Pelaku Curanmor di Solo"
[Gambas:Video 20detik]