'Sampah' Kelapa Ternyata Masih Ada Harganya

Arbi Anugrah - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 10:37 WIB
serabut kelapa
Foto: Arbi Anugrah/detikcom

Untuk pembuatannya sendiri biasanya Yayan menggunakan kawat strimin yang dipotong dan dibentuk sesuai bentuk pot. Setelah itu, serabut kelapa dimasukkan dan dipadatkan dan dikunci oleh kawat strimin lainnya yang lebih kecil mengikuti bentuk pot.

Dwi Wahyono (60) warga Purwokerto yang membeli pot dari serabut kelapa ini mengatakan jika dirinya sengaja mencari pot tersebut karena pot serabut kelapa sangat baik untuk tanaman. Berbeda dengan pot plastik pada umumnya.

"Saya tertarik (mencari dan membeli) itu karena media ini bisa langsung untuk tumbuh akar, jadi sekaligus untuk media tanam, beda dengan vas pot yang lain. Kalau ini jelas kandungan dari serabut kelapa itu memang bagus untuk tanaman," jelasnya.

serabut kelapaFoto: Arbi Anugrah/detikcom

Biasanya, sebagai media tanam dirinya menambahkan cocopeat yang dicampur tanah untuk membuat tanamannya tumbuh subur dan baik. Namun setelah mengetahui jika ada penjual pot dari serabut kelapa dia mengatakan jika dirinya sangat tertarik dan langsung mencari.

"Jadi memang saya tertarik sekali untuk itu, biasanya pakai cocopead hanya untuk campuran tanah untuk media tumbuh. Nah kalau ini sekaligus bisa untuk sarana pengembangan akar tanaman, saya tertarik karena ini juga baru," ujarnya.

Dia mencontohkan jika pot ini sangat bagus pada tanaman anggrek, berbeda apabila menggunakan pot pada umumnya. Ditambah kelebihan pada pot ini yang mampu menyimpan air agar tahan lebih lama.

"Biasanya kalau tanaman anggrek misalnya, harus motong-motong serabut yang masih utuh itu, dipotong potong untuk media tanam juga. Nah ini sudah tidak pakai itu lagi, tapi langsung. Nantinya bagus sekali," ucapnya.

serabut kelapa'Sampah' Kelapa Ternyata Masih Ada Harganya Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Halaman


Simak Video "Dalam 20 Hari, Polisi Tangkap 10 Pelaku Curanmor di Solo"
[Gambas:Video 20detik]

(arb/ang)