4 Jurus Biar Bisnis Moncer di Tengah Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 02 Sep 2020 07:32 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Pandemi virus corona tidak hanya berdampak masyarakat biasa saja, para pengusaha pun terkena imbasnya. Pandemi Corona memaksa para pengusaha lebih kreatif dan memaksimalkan peluang dalam menjalankan usahanya.

Hal itu diungkapkan oleh Ippho Santosa yang merupakan seorang motivator sekaligus penulis buku 7 keajaiban rezeki dalam acara D'Mentor detikcom, Selasa (1/8/2020).

Dia mengungkapkan seorang pengusaha harus memiliki strategi dan taktik agar bisa bertahan bahkan mengembangkan bisnisnya di tengah pandemi. Pasalnya, pandemi Corona juga mengubah mental pengusaha dari kondisi biasanya.

"Pengusaha itu diharapkan memang lebih tangguh, memang lebih kreatif, memang lebih berani ketimbang orang rata-rata, ini hal mendasar. Makanya pengusaha itu pinter nggak pinter nggak masalah, kuliah nggak kuliah nggak masalah, tapi kalau soal keberanian, tangguh ini harus," kata Ippho.

"Jadi apapun kondisinya ini sama sekali tidak menghalangi. Tapi tentu ada sedikit perbedaan cara main ya. New normal memang mengharapkan new strategic, new tactic," tambahnya.

Di tengah pandemi Corona, Ippho mengungkapkan para pengusaha harus memiliki empat strategi dan taktik yang disebut dengan ECHO. ECHO di sini singkatan dari efisien, creative, health concern, dan online.

"Jadi agar bisnis kita bisa bertahan tetap bergema maka harus ada ECHO. Tanpa ini, dua saja dibantah pasti masalah, tapi kalau diikuti semua apapun bisnisnya mudah-mudahan akan aman dan baik saja," tegasnya.

Seperti strategi dan taktik health concern, Ippho menjelaskan semua bisnis saat ini harus memiliki perhatian yang ekstra terhadap sektor kesehatan sekalipun usaha yang dijalani bukan produk seperti masker, suplemen, vitamin, hand sanitizer, dan lainnya.

Dia mencontohkan usaha sektor kuliner, menurut dia setiap produk yang dijual harus menjamin rasa aman dari sisi kesehatan para pelanggannya. Menurut dia, jika sebuah restoran kuliner maka harus menjamin sisi kesehatan mulai dari tempat, para pegawainya, hingga produk makanannya.

"Seenak apapun makanan kita kalau ini (faktor kesehatan) diabaikan jadi tidak mau. Termasuk bisnisnya laundry, teman-teman kalau bisa meyakinkan kalau tim kami selalu dicek kebersihannya, barang-barang dipanaskan dulu dan sebagainya kalau hal ini bisa diyakinkan, health concern bisa ditunjukkan, kita buktikan maka customer tidak lari, karena kebutuhan untuk mencuci itu ada, needs itu tidak berubah tapi cara kita, cara orang men-serve needs itu yang berubah-ubah," ungkap dia.



Simak Video "Tiga Tips Mulai Berusaha Saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)