Mantul! Tumbler Kayu Made in Jepara 'Terbang' sampai Eropa

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 27 Sep 2020 13:00 WIB
Tumbler Kayu
Foto: Sae Wooden
Jakarta -

Kayu merupakan material yang bisa diolah menjadi banyak jenis barang. Kayu di tangan Danang Wahyudi pria asal Jepara diolah menjadi sesuatu yang unik yaitu tumbler.

Melalui Sae Wooden, Danang mengaku, tanpa sengaja mengembangkan tempat minum cantik ini. Dia bercerita, pada tahun 2018 dia membangun Sae Wooden yang awalnya memproduksi alat makan dari kayu seperti sendok dan garpu.

Dia punya visi mengurangi ketergantungan akan pemakaian plastik. Apalagi, ia melihat banyak warung makan yang memberikan sendok atau garpu plastik kepada konsumennya jika tidak makan di tempat (take away).

"Itu dulu berangkat dari kepedulian saya mencoba mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," katanya kepada detikcom seperti ditulis Minggu (27/9/2020).

Suatu ketika, tiba-tiba ia menerima pesanan sebuah resort di Batam untuk membuat botol minum dari kayu. Ia pun menyanggupi dan selanjutnya membuat desain hingga jadilah tempat minum dari kayu tersebut.

Meski barang tersebut jadi, ada sejumlah kekurangan karena itu ialah barang produksi awal. Dia bilang, karena tempat minum itu murni dari kayu akhirnya bagian dalamnya berjamur.

"Setelah mendapat testimoni user seperti itu, kita sempat diskontinu dan vakum beberapa bulan karena mencoba inovasi. Mulai jualan lagi November 2019 dengan produk yang baru," katanya.

Danang pun melakukan modifikasi yakni mengubah produknya yang murni kayu dengan tambahan stainless di dalamnya. Dengan begitu, tempat minum itu tak akan menjamur mesti lama digunakan.

Adapun cara membuatnya ialah bahan baku yakni kayu jati dipotong menjadi papan lalu dikeringkan. Pengeringan pun dilakukan secara alami dengan bantuan cahaya matahari. Setelah kering dengan standar tertentu, kayu dipotong lebih tipis lagi untuk kemudian direkatkan dengan stainless bagian dalam tumbler.

Tumbler kayu buatan Danang sendiri dibanderol seharga Rp 250 ribu. Danang mengatakan, tumbler itu dijual hanya via online salah satunya via Instagram di @saewooden.

Ia mengaku, rata-rata mampu menjual 150 tumbler per bulannya. Omzet yang ia terima pun lumayan besar, sampai Rp 35 juta.

Dia mengatakan, konsumennya saat ini dominan dari dalam negeri. Meski begitu, ia mengaku pernah melayani pesanan dari Amerika Serikat hingga Eropa. Untuk pesanan Eropa, kata dia, ialah pesanan dari Kantor Pusat Uni Eropa di Belgia.

"Informasi yang saya dapat sebelum pandemi mereka eventnya secara offline. Berhubung pandemi event diadakan secara online meskipun diadakan online mereka tetap butuh merchandise untuk keynote, narasumbernya mereka," paparnya.



Simak Video "Mulai Bisnis Bermodal 1 Gadget"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)