Kreatif! Limbah Kertas Rokok Diolah Jadi Aneka Macam Bolit

Dian Utoro Aji - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2020 15:38 WIB
Boneka lilit dari limbah kertas pengikat rokok kretetk
Foto: Dian Utoro Aji/detikcom: Boneka lilit dari limbah kertas pengikat rokok kretetk
Kudus -

Pria di Kudus Jawa Tengah ini memanfaatkan limbah kertas pengikat rokok dan filter pada jenis rokok kretek filter menjadi boneka lilit alias bolit. Bolit hasil racikannya sudah melenggang ke Jepang.

Dia adalah Edy Purwanto (42) warga Desa Jurang RT 2 RW 2 Kecamatan Gebog, Kudus Jawa Tengah. Dia mengaku menekuni usaha membuat bolit sejak tahun 2017.

Saat ditemui di kediamannya, tampak Edy begitu sapaannya tengah sibuk membuat bolit, Selasa (6/10/2020). Terlihat bapak tiga anak itu merangkai bolit.

Edy terlihat serius merangkai bolit, mulai dari membuat tali hingga melilit menjadi boneka. Tampak dia dibantu seorang bocah saat membuat bolit.

Edy menceritakan bahwa awalnya, dulu hanya membuat tali tas. Namun kemudian melakukan percobaan dengan membuat boneka lilit. Bahan yang digunakan pun dari limbah kertas rokok. Karena limbah tersebut tidak digunakan dan dibiarkan begitu saja.

"Sejak tahun 2017, dulu kan buat tali untuk tas itu, itu banyak direjek (tidak terpakai) kan saya manfaatkan lagi dari pada dibuang. Kita buat boneka seperti ini. (Bahannya) Dari limbah rokok dari filter yang sudah tidak terpakai," kata Edy saat ditemui di tempat bekerja di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Selasa (6/10/2020).

Boneka lilit dari limbah kertas pengikat rokok kretetkBoneka lilit dari limbah kertas pengikat rokok kretetk Foto: Dian Utoro Aji/detikcom: Boneka lilit dari limbah kertas pengikat rokok kretetk

Edy yang juga merupakan Ketua Pokdarwis Desa Jurang menjelaskan untuk membuat boneka lilit tidak sulit. Pertama bahan yang dibutuhkan seperti limbah kertas rokok, dan kawat. Selain itu bisa dikolaborasikan dengan limbah lain seperti kendi. Tergantung karakter yang akan dibuat.

"Cara membuatnya kita tinggal lilit saja, dari kertas kita lilit saja, kemudian linting menjadi tali," kata Edy.

"Kalau karakterkan kan memang kita membuat boneka lilit atau bolit ini. Ya cuman boneka saja. Cuman kita padukan dengan limbah yang ada. Seperti ini kan ada dari kendi kecil yang sudah tidak terpakai. Kita buat suvernir," sambung Edy.

Ada beberapa karakter yang dibuat. Pertama boneka lilit itu sendiri yang kemudian dipadukan dengan limbah yang lain, seperti menjadi asbak, figura foto, gantungan kunci, dan aneka souvenir lainnya.

" Untuk harga bermacam mulai Rp 7 ribu sampai dengan Rp 200 ribu. Itu yang sudah berkarakter, kalau boneka lilit saja hanya Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu, tergantung dengan ukuran," ujar Edy.

Langsung klik halaman selanjutnya.

Bolit racikan Edy sudah terjual ke beberapa daerah. Bahkan sudah merambah ke Jepang. Sedang daerah lain, seperti di Magelang hingga ke Jakarta. Pemasaran kata dia dilakukan dari orang ke orang. Menurutnya belum memanfaatkan fasilitas media sosial.

"Kalau ke Jepang itu dibeli pas ada acara Borobudur Art sebagai karya original dari limbah di Magelang," kata Edy.

Dalam sehari Edy mampu membuat boneka lilit rata - rata ada sebanyak 60 buah. Setiap satu boneka dikerjakan membutuhkan waktu 10 - 15 menit. Dia mengaku juga mengejarkan para pemuda setempat bahkan anak - anak untuk mengisi kegiatan dan menambah penghasilan.

"Karena ini juga sampingan ya. Kita rata - rata sehari 60 boneka perhari. Ini ada pemuda hingga anak - anak yang mau berlatih dan kalau bagus bisa dapat uang," kata dia.

Dia pun berharap agar ke depan boneka lilit buatannya bisa menjadi souvenir alternatif yang memanfaatkan limbah. Edy berharap boneka lilit terbuat dari limbah kertas bisa merambah pasaran lebih luas.

"Rencana semoga saja salah satu, souvenir alternaitf dan memang pemanfaatan limbah. Kelanjutannya lebih dilirik pasar," tandas Edy.

(hns/hns)