Saatnya Jadi Bos

Polisi Ini Dapat Cuan Pulas Foto Jadul Jadi Berwarna, Simak Tipsnya!

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2021 12:38 WIB
Sosok di Balik Tukang Pulas Foto Jadul yang Viral Ternyata Polisi
Foto: Aipda Heru Iswanto (Samsuduha/detikcom)

Melihat semakin banyak yang memesan, akhirnya Heru pun mengupgrade spek komputernya ke level yang lebih canggih. Dia pun memperkirakan, modalnya di atas Rp 5 juta.

"Modalnya cuma menyediakan peralatan seperti komputer. Saya waktu mulai itu dengan laptop seadanya, dengan aplikasi Photoshop yang jadul, lama kelamaan mau upgrade dan diubah total semua speknya, sekarang saya pakai series lumayan," ujar Heru.

Heru mengungkapkan omzet dari jasa pulas foto jadul ini bisa lebih dari Rp 5 juta setiap bulannya jika benar-benar tekun dan serius. Saat ini dirinya masih belum menekuni usaha pulas dengan serius karena juga menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Aipda Heru Iswanto menyebut, harga untuk jasa pulas satu foto rata-rata sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. Harga pulas akan ditentukan dengan tingkat kesulitan dan berapa banyak objek yang berada dalam satu foto tersebut.

Sebelum proses pulas, Heru meminta para pelanggannya untuk scan terlebih dahulu cetakan foto monokrom jadul. Setelah di-scan, maka dikirim dalam bentuk file dalam format jpeg.

Polisi Ini Dapat Cuan Gegara Bisa Sulap Foto JadulPolisi Ini Dapat Cuan Gegara Bisa Sulap Foto Jadul Foto: Dok. Tukangpulas

Oleh karena itu, dengan harga pulas foto yang berada di kisaran Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu ini bisa menghasilkan omzet di atas Rp 5 juta per bulannya. Pasalnya, dirinya mengaku memiliki pengalaman tersebut.

"Sebenarnya saya pernah pengalaman, waktu pandemi ini saya pernah dalam satu hari ini bisa Rp 1 juta dengan beberapa foto sekitar 4 atau 3 karena objek fotonya berbeda-beda. Makanya kalau dijalani serius ya lumayan," katanya.

Heru menjelaskan, selalu mematok waktu pengerjaan pulas foto jadul selama satu minggu meskipun dalam satu hari bisa dikerjakan. Ketentuan tersebut dilakukan mengingat dirinya yang masih bertugas sebagai Polisi.

Dia pun menyadari, usaha pulas foto jadul ini masih sebagai usaha sampingan sebagai wadah menyalurkan hobinya terhadap seni. Saat ini, jasa pulasnya sudah dimanfaatkan oleh orang-orang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Masalah waktu yang saya rasa masih sulit, dan kadang tergantung mood. Untuk hambatan teknis di peralatan sih tidak ada," ujarnya.

Dirinya pun membagikan tips untuk masyarakat yang ingin terjun ke usaha pulas foto jadul. Dia mengatakan, tipsnya adalah jangan ragu bereksperimen, konsisten, dan harus memiliki banyak waktu, serta terus belajar menambah penguasaan teknis pulas foto.

Terakhir, dikatakan Heru, buat masyarakat yang ingin menggunakan jasanya bisa langsung menghubungi akun Twitter @tukangpulas dan Instagram @tukangpulas_asli.

Halaman

(hek/ara)