Saatnya Jadi Bos

Jarang Terbang, Pilot Ini Jual Sayap Ayam Beromzet Ratusan Juta

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 16 Jun 2021 08:00 WIB
Pilot Ini Banting Setir Jual Sayap Ayam, Omzetnya Nyaris Rp 100 Juta
Foto: Dok. Pribadi/kepakmadumael
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat jam terbang pilot berkurang. Hal itu juga yang dirasakan oleh David Sapulete, yang kini bertugas hanya empat kali selama satu bulan.

Waktu libur yang banyak itu dimanfaatkan oleh David untuk mewujudkan cita-citanya membuka bisnis kuliner. Sayap ayam dengan sajian khas Malaysia yang tampilannya ada di kartun Upin Ipin dibawa ke Indonesia dengan nama Kepak Madu Ma'el.

"Saya di AirAsia terbang sebulan cuma empat kali, sebelum pandemi seminggu maksimal 30 jam untuk pilot. Dulu training di Malaysia itu kan suka makan-makanan Malaysia, kita kepikiran aja tuh kenapa nggak kita bawa ke Indonesia," katanya kepada detikcom, Selasa (15/6/2021).

Bisnis yang baru dirintisnya pada sembilan bulan yang lalu ini viral berkat konten TikTok yang menceritakan kisahnya sebagai pilot tampan penjual sayap ayam. Kini Kepak Madu Ma'el pun sudah memiliki empat cabang.

"Kita sudah ada empat (cabang) di Pasar Lama Tangerang, Bintaro, sama di Pontianak, dan Batam. Nanti sebentar lagi ada yang di Meruya sama BSD," jelasnya.

Pilot Ini Banting Setir Jual Sayap Ayam, Omzetnya Nyaris Rp 100 JutaFoto: Dok. Pribadi/kepakmadumael

Bisnis Kepak Madu Ma'el milik David dan beberapa rekannya bisa dibilang sukses dalam waktu tidak terlalu lama. Sehari-hari, dalam satu outlet bisa menghabiskan 300-600 sayap ayam dengan omzet mencapai Rp 90 juta/bulan di satu outlet. Saat ini sendiri ada empat outlet, di mana jika dihitung dari keseluruhan outlet omzetnya bisa mencapai ratusan juta.

"Ada yang jualan di Rp 3 juta, ada juga yang di Rp 5 juta. Kalau lagi sepi bisa di Rp 1-2 juta hariannya, jadi nggak menentu namanya juga bisnis makanan. Sebulan bisa Rp 90-an juta, nanti tinggal dikurangi sewa tempat, bahan baku, gaji karyawan. Jadi kurang lebih yang didapat dari omzet mungkin di 20-30%," jelasnya.

Jika ditarik ke belakang, modal awalnya untuk bisnis sayap ayam ini di cabang pertama yang ada di Tangerang sekitar Rp 40 juta. Masing-masing outlet disebut memiliki modal berbeda tergantung letak lokasi.

"Tergantung tempatnya, lokasinya di mana kan menentukan juga harganya berapa, jumlah pegawai. Kalau di Bintaro ini outlet kita berkisar dari Rp 50-100 juta," tuturnya.

Bagaimana tips membesarkan bisnis ya? Berlanjut ke halaman berikutnya.