Saatnya Jadi Bos

Top! Pria Ini Bikin Keripik Getuk Terbang ke China, Omzetnya Puluhan Juta

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 29 Jun 2021 15:00 WIB
Mantul! Kripik Getuk RI Terbang Sampai China
Foto: Dok. Pribadi

Tak berhenti di situ, pandemi COVID-19 yang terjadi pada Maret 2020 turut memukul usahanya. Sebab, banyak tempat penjualan oleh-oleh di mana ia menitipkan keripik getuk tutup.

"Akhirnya banyak yang retur, kebuang-buang, akhirnya dari 2019 saya nitip di toko oleh-oleh sekitar 80 tempat, tiba-tiba di 2020 tinggal nggak sampai 20," ujarnya.

Namun, ia tak patah semangat. Ia terus berupaya menghidupkan usahanya. Ia mengambil strategi dengan tetap menitipkan dagangannya di tempat penjualan oleh-oleh yang ramai. Kemudian, ikut berpartisipasi dengan Indonesia Mall yakni program BRI yang bekerja sama dengan e-commerce.

Anton mengatakan, Indonesia Mall membantunya dalam pemasaran secara online. Dari situ, produknya dikirim ke Singapura, Filipina, bahkan China.

"Kalau online memang selama ini kita banyak terbantu oleh programnya Indonesia Mall Bank BRI itu. Mereka menggarap marketplace mereka, Indonesia Mall, Tokopedia, Shopee. Dari situlah koneksi mereka dan produknya karena sudah banyak, jadi kaya kita kemarin bisa ngirim ke China, Filipina, Singapura. Kalau yang kita kelola sendiri kita lebih banyak di Instagram," terangnya.

Selain itu, ia juga mengambil strategi dengan memperbanyak volume yakni dengan menjual produk kemasan kecil seharga Rp 2.000 per bungkus. Keripik getuk dengan ukuran kecil itu kemudian ia sebar ke pusat orang-orang berkumpul seperti angkringan, kafe, rumah makan, dan lain-lain.

"Sekarang mungkin kurang lebih 300 titik distribusinya, itu dengan target tahun ini semoga sampai 1.000," ujarnya.

Mantul! Kripik Getuk RI Terbang Sampai ChinaFoto: Dok. Pribadi

Anton menuturkan, saat ini dirinya menjual keripik getuk dengan tiga kemasan, yakni premium dengan harga Rp 30 ribu, standing pouch Rp 17 ribu, dan kemasan kecil Rp 2 ribu. Dari kripik getuk, Anton mengaku bisa mendapat omzet hingga Rp 20 juta per bulan.

"Di masa pandemi sekitar di atas Rp 20 jutaan," ungkapnya.

Produk kripik getuk Geprania saat ini disebar di pusat oleh-oleh dan tempat sejumlah tempat nongkrong di Yogyakarta. Selain itu, bagi yang berminat kripik getuk bisa memesannya lewat Instagram Geparnia di @geprania.id.


(acd/ara)