Kisah Mamah Muda Banting Setir dari Makeup Artist Jadi Pedagang Daster

Hakim Ghani - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 15:41 WIB
Cisany ibu muda yang banting setir dari bisnis makeup artis menjadi pedagang daster
Foto: Dok Pribadi: Sany banting setir dari bisnis makeup artist menjadi pedagang daster
Garut -

Kisah inspiratif hadir dari emak-emak asal Garut yang merugi akibat pandemi namun kini sukses merintis bisnis daster. Cisany, seorang ibu rumah tangga asal Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Pandemi COVID-19 berdampak pada usahanya di bidang makeup artist. Jarangnya acara pesta pernikahan digelar selama pandemi COVID-19 membuat penghasilannya seret. Bahkan omzet dari usaha riasnya menurun hingga 90 persen.

Sany, sapaan akrabnya kemudian putar otak. "Awalnya ya karena pandemi ini pernikahan jarang jadi penghasilan turun drastis. Dari situ mulai coba-coba, lihat ada peluang jualan homedress," kata Sany saat diwawancarai detikcom, Selasa (2/8/2021).

Berawal dari coba-coba, bisnis jualan daster yang ditekuninya perlahan mulai laris-manis. Bermodal ponsel pintar, Sany mampu menjual ratusan pieces daster dalam sehari.

"Awalnya kan dari ikut anjuran 'di rumah aja'. Tapi kan kita perlu produktif meskipun diam di rumah" katanya.

"Nah dari situ mulai coba jualan di rumah lewat Instagram. Alhamdulillah orderan selalu banyak, karena kita lihat di masa pandemi ini ibu-ibu cenderung diam di rumah. Pasti kalau di rumah yang dipakai itu daster," ujar perempuan 26 tahun ini.

Sany mengajak kalangan emak-emak untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19. Bisnis daring seperti jualan daster bisa jadi solusi bagi emak-emak dan kaum rebahan.

"Karena bisnis ini simpel, cukup smartphone dan promosi di medsos insya Allah bisa jalan," tutur ibu anak satu ini.

Masih ada yang menarik di halaman selanjutnya. Langsung klik.

Sany menambahkan daster diminati lantaran saat ini masyarakat lebih banyak di rumah dan menggunakan pakaian seperti daster. Dalam sehari, kata Sany, puluhan hingga ratusan pieces daster bisa laku terjual.

Daster dijual dengan harga bervariatif. Mulai dari Rp 60 ribu hingga 150 ribu.

"Banyak variannya, mulai dari dress, pajamas sampai yang one set juga banyak dicari," katanya.

Sany bisa menghasilkan uang hingga jutaan rupiah dalam sebulan dari berbisnis daster. Bahkan penghasilan dari bisnis barunya ini sedikit-banyak melampaui omzetnya dari merias pengantin.

Terlebih, Sany bahkan hanya terfokus pada penjualan daster secara online melalui akun Instagramnya @nola_official_garut.

"Peminatnya tidak hanya dari Garut saja. Dari luar kota juga banyak. Bisa jadi pilihan untuk ibu-ibu yang ingin berbisnis di rumah," tutup Sany.

(hns/hns)