Manfaatkan Program Ekspor Shopee, Batik Ruzza Pekalongan Kini Mendunia

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Sabtu, 02 Okt 2021 07:18 WIB
Batik Ruzza Pekalongan
Foto: Istimewa
Jakarta -

Bagi Muhammad Arif Budiyanto, batik merupakan warisan luhur dari kebudayaan Indonesia yang mesti dipertahankan eksistensinya. Atas dasar itu, ia fokus menekuni bisnis pakaian batik yang bisa dipakai orang dewasa sampai anak-anak.

Usaha batik merupakan bisnis turun-temurun di keluarga Arif yang tinggal di Pekalongan, Jawa Tengah. Dahulu, orang tuanya memiliki usaha konveksi dan menjahit baju-baju batik. Kemudian usaha itu dikembangkan oleh Arif dengan menjual pakaian batik yang diproduksi di konveksi tersebut.

Brand 'Batik Ruzza' yang dirintis Arif mulai 2015 awalnya hanya fokus memasarkan batik untuk anak-anak. Tapi, banyak konsumen yang meminta Batik Ruzza memproduksi batik untuk orang dewasa agar bisa seragam dengan batik anak-anak. Arif membeli batik dari para pengrajin di Pekalongan lalu dijahit menjadi berbagai jenis pakaian di tempatnya.

Untuk memperluas jaringan pemasaran, sejak 2015 itu Arif memanfaatkan platform Shopee. Awalnya ia menggunakan Shopee untuk berbelanja, tapi kemudian ia terbersit untuk ikut memasarkan produknya di Shopee.

Ketekunan Arif dalam mengembangkan ragam produknya dan mengoptimalkan fitur-fitur maupun program di aplikasi Shopee membuat bisnisnya semakin maju. Bahkan, kini ia sudah bisa memasarkan produknya ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura melalui program Ekspor Shopee.

"Batik untuk anak itu susah dicari, karena jarang sekali ada penjual yang fokus di batik anak. Sejauh ini lebih banyak penjual batik untuk remaja dan dewasa di Indonesia. Dengan perkembangan batik sekarang, berjualan di platform e-commerce seperti Shopee membantu saya untuk menjangkau pasar lebih luas lagi bahkan sampai ke luar negeri. Saya juga bangga bisa membawa warisan budaya Indonesia ke mancanegara," ungkap Arif dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/10/2021).

Arif mengungkapkan sejak awal bergabung di Shopee, ia diberi pendampingan dan edukasi dalam memahami berbagai fitur-fitur di aplikasi Shopee oleh tim komunitas melalui program Bimbel Shopee. Setelah lebih paham fitur tersebut, Arif menyatakan penjualan Batik Ruzza terus meningkat dan pembeli semakin percaya dengan produk jualannya.

Arif memperdalam pengetahuan dan wawasan dengan mengikuti kelas yang diadakan Shopee, seperti materi tentang foto produk. Awalnya Batik Ruzza masih menggunakan boneka untuk foto kemudian setelah mendapatkan edukasi dari tim Shopee, Arif mengubah latar belakang foto produk menjadi warna putih agar pembeli dapat melihat dengan lebih jelas. Selain itu ada materi terkait iklan dan pengaruhnya terhadap pemasaran produk.

Usaha Batik Ruzza Arif turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di daerahnya. Saat ini, Arif mempekerjakan 20 karyawan yang terdiri dari tim penjahit dan pengemasan. Ia juga memberdayakan komunitas penjahit di Pekalongan, untuk membantu memenuhi pesanan. Para penjahit yang kebanyakan ibu rumah tangga dan ada beberapa laki-laki itu mengerjakan pesanan Arif dari rumah masing-masing.

Arif mengungkapkan dirinya senang karena dapat mengembangkan bisnis sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.

"Semua usaha butuh proses. Jangan tergoda pada sesuatu yang instan. Karena jika menginginkan sesuatu yang instan, bisa hilang juga secara instan. Seperti usaha Batik Ruzza, awalnya penjualannya belum seberapa di Shopee. Namun kita tetap menghargai proses dan tidak menyerah, ditambah lagi dengan bantuan edukasi dan pendampingan dari tim Shopee. Batik Ruzza bisa ada di posisi sekarang ini," tutur Arif.

Ia pun mengapresiasi Program Ekspor Shopee yang telah diikutinya sejak bulan Maret 2020. Sebab, melalui program tersebut Arif dapat lebih mudah memenuhi permintaan dari pembeli di luar negeri.

Sebelum adanya Program Ekspor Shopee, kata Arif, pembeli Batik Ruzza di Negeri Jiran Malaysia dan Singapura harus membayar ekstra untuk pengiriman barang. Kini, Batik Ruzza setiap bulannya berhasil mengekspor ratusan produk ke berbagai negara, termasuk Malaysia dan Singapura.

"Hingga bisa masuk ke tahap ekspor merupakan sebuah proses yang sangat menyenangkan. Shopee hadir untuk membantu memberikan kemudahan bagi kami dalam mengekspor produk. Kemudahan yang diberikan membantu kami untuk dapat fokus dalam meningkatkan kualitas produk serta kapasitas produksi," urai Arif.

Arif menilai batik sebagai sebuah warisan otentik budaya Indonesia. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mengenalkan dan memperluas eksistensi batik hingga ke mancanegara. Salah satu caranya, menurut Arif, yakni dengan bangga memakai batik dan produk lokal lainnya.

"Kita harus lebih percaya diri dalam menggunakan produk lokal terutama batik. Dulu orang menggunakan batik hanya untuk pergi ke acara formal, anak-anak muda sekarang harusnya bisa lebih percaya diri dalam menggunakan batik. Apalagi sekarang masyarakat internasional juga sudah banyak yang membeli produk batik karena produk berarti produk batik itu menarik," ujarnya.

"Semoga semakin banyak pengrajin lokal dapat semakin berkembang, fokus menjual batik di negeri sendiri bahkan sampai ke luar negeri seperti usaha batik kami," imbuh Arif.

(ncm/ncm)