Awalnya Coba-coba, Suami Istri Ini Raup Omzet Rp 50 Juta/Pekan dari Olahan Ikan

Angga Laraspati - detikFinance
Senin, 04 Okt 2021 13:54 WIB
Olahan kerupuk ikan khas Bangka Belitung.
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Pangkal Pinang -

Menjadi daerah kepulauan membuat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki beragam olahan ikan. Sebut saja getas, kemplang, mie kuah ikan (mie koba), dan olahan laut lainnya.

Bisnis ini juga yang dilakukan oleh M. Tawil bersama istrinya yang terletak di Kabupaten Bangka Tengah, Pulau Bangka. Usaha rumahan yang dimulai pada 2017 ini bermula ketika sang istri memutuskan ingin bekerja dengan orang lain.

Saat itu, Tawil mengatakan sang istri memiliki pengalaman dalam membuat getas, sehingga ia menyarankan untuk memproduksinya sendiri. Getas adalah sejenis kerupuk berbahan dasar ikan tenggiri. Getas atau kretek memiliki rasa yang gurih saat dimakan.

Tawil mengatakan ia dan sang istri memulai usaha dengan modal Rp 15 Juta dari hasil melaut. Ia pun membelikan mesin pendingin, penggorengan, bahan baku dan bahan lainnya untuk memulai bisnisnya.

"Awalnya (istri) terkendala di modal, lalu kita kasih modal Rp 15 juta dulu untuk coba-coba bikin dengan 2 karyawan. Setelah dicoba ternyata berhasil, kemudian jalan tahun-tahun berikutnya dan bertambah karyawan jadi 5 orang," tutur Tawil kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.


Tantangan juga ia rasakan, apalagi ketika harus menjual produk tersebut di pasaran. Akhirnya pasutri ini belajar dengan teman-temannya di Kota Pangkal Pinang, mulai dari mengemas hingga memberikan label halal.

"Ketika mulai maju barulah kita tambah karyawan awalnya hanya 2 lalu kita tambah jadi 7 orang. Mulai di hari-hari besar seperti hari Lebaran banyak pesanan kita tambah lagi lah karyawan," kata Tawil.

Di tahun 2018, mereka lagi-lagi terbentur dana untuk mengembangkan bisnisnya. Saat itulah PT Timah membantu modal sebesar Rp 60 Juta. Tak hanya membantu modal, PT Timah juga membantu mereka memasarkan produknya.

Olahan kerupuk ikan khas Bangka Belitung.Olahan kerupuk ikan khas Bangka Belitung. Foto: Rachman Haryanto/detikcom


"Alhamdulillah maju dan bisa jalan lagi kemudian kita lanjut lagi. Kegiatan bina nelayan yang awalnya itu kita lepaskan dan kita fokus ke usaha ini. Ketika modalnya kurang lalu kita minta bantuan lagi ke PT TIMAH dan mereka mau bantu," imbuh Tawil.

Gayung bersambut, kini usaha milik pasutri yang diberi nama Afifah ini sudah berkembang pesat. Karyawan yang tadinya hitungan jari, kini sudah berkembang hingga 29 karyawan. Bahkan, Tawil mengakui penghasilan ketika sebelum mendapatkan modal dari PT Timah dan sesudah meningkat berkali-kali lipat.

"Setelah mendapatkan bantuan dari PT TIMAH penghasilan jelas meningkat bisa sampai 2-3 kali lipat, karena awalnya modal kita kan kurang memungkinkan, setelah itu kita kelola dan kita kembangkan," jelasnya.

Kini, Ia bak sultan di desanya dengan omzet dan juga produksi yang fantastis. Dalam satu minggu Tawil bisa memproduksi 500 kg olahan ikan.

"Sekali produksi satu minggu itu modalnya Rp 30 juta dan bisa menghasilkan sampai Rp 50 juta belum termasuk potongan untuk karyawan dan lain-lain, masih omzet kotor. Dan untuk produksinya bisa menghasilkan 500 kg dalam satu minggu," tuturnya.

Adapun produk yang diproduksi antara lain getas ikan, getas cumi, getas tinta, getas udang, getas telur kepiting dan ampyang ikan, ampyang cumi, ampyang tinta, ampyang udang, ampyang telur kepiting.

Olahan kerupuk ikan khas Bangka Belitung.Olahan kerupuk ikan khas Bangka Belitung. Foto: Rachman Haryanto/detikcom


Ia pun menjual produk dalam harga yang bervariasi. Untuk getas cumi misalnya, dijual dalam ukuran 250 gram yaitu Rp 30.000 per bungkusnya. Adapun kisaran harga, per 1 kilonya ada di angka Rp 120.000 untuk cumi dan Rp 100.000/kg untuk ikan.

Ia pun berharap bantuan dari PT Timah tidak berhenti sampai saat ini saja. Ia bermimpi untuk memperluas lagi ruangan produksinya, sehingga dapat menambah jumlah pekerja lebih banyak lagi.

"Harapan ke depannya untuk PT TIMAH semoga bisa membantu untuk buat ruangan produksi yang baru, bisa menambah karyawan lagi," pungkasnya.

detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/jelajahtambang.

(prf/hns)