Keramik Diminati Saat Pandemi, Penjualan Kaluna Living Meroket 200%

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Selasa, 09 Nov 2021 18:03 WIB
Kaluna Living
Foto: Dok. Kaluna Living
Jakarta -

Pandemi yang sudah berlangsung hampir 2 tahun, nyatanya tak selalu memberikan dampak negatif. Bagi sebagian orang, pandemi justru memunculkan peluang baru asalkan jeli memperhatikan situasi.

Hal ini diakui oleh pengusaha muda asal Surabaya, Yustika Astary dengan brand Kaluna Living. Yustika menyebut situasi pandemi justru membawa berkah. Menurutnya pembatasan aktivitas karena pandemi COVID-19 mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kecantikan rumah, salah satunya dengan mengoleksi cangkir dan mangkok keramik warna-warni untuk melengkapi dekorasi ruang makan.

"Pandemi ini memaksa orang untuk berkegiatan di rumah, kerja, sekolah. Karena orang jadi lebih notice, butuh apa di rumah. Butuh barang apa supaya lebih semangat berkegiatan di rumah. Orang lebih punya ketertarikan beli cangkir dan piring cantik," kata Yustika kepada detikcom, Selasa (9/11/2021).

Melihat kondisi tersebut, dia pun terinspirasi untuk mengeluarkan seri produk keramik pada tahun 2020. Dia mengatakan produk keramik banyak diburu pembeli yang kemudian mendorong kenaikan penjualan Kaluna Living hingga mengantongi omzet Rp 15 juta setiap bulannya.

"Sebelum dan sesudah pandemi itu kita meningkat. Sampai akhirnya ada kenaikan penjualan dan omset. Naik 100-200% dari sebelum pandemi," tuturnya.

Dikatakan Yustika, motif dan tren produk keramik terus berubah sesuai dengan keinginan pasar. Namun dia menilai produk keramik Kaluna Living yang paling diminati adalah seri dengan pastel yang timeless.

"Karena karakter produk-produk Kaluna itu memang tujuannya brings joy. Jadi akhirnya customer memilihnya warna warna yg cerah dengan motif yg simple, tapi timeless seperti polkadot, stripes, dan lainnya," terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bisnis Kaluna Living berdiri tahun 2016 untuk menyalurkan hobi terhadap dunia interior dan home decor. Sekaligus menekuni bisnis keluarga. Dari yang awalnya sebatas sarung bantal, kini sudah ada beragam produk lainnya, seperti woodenware dan taplak.

"Ada 3 produk utama, tekstil, kayu, dan keramik. Harganya ada sendok kayu dari Rp 17 ribu. Sampai yang paling mahal mangkok keramik Rp 134 ribu. Jadi masih di kisaran Rp 130 an. Produk andalannya keramik. Piring, cangkir, mangkok," tuturnya.

Klik halaman selanjutnya >>>