Saatnya Jadi Bos

Jadi Langganan Ivan Gunawan, Perhiasan Made in Bali Ini Diekspor Hingga Prancis

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 14 Jun 2022 16:28 WIB
Dari Hobi Hingga Jadi Langganan Artis, Wanita Ini Raup Cuan dari Perhiasan
Foto: Dok. Barasilver
Jakarta -

Berawal dari hobi mengoleksi barang-barang mewah dan keahlian mendesain, Putu Sudi Adnyani memutuskan menekuni bisnis aksesoris/perhiasan sejak 2003. Usaha itu dirintis dari nol di Desa Celuk Bali, Kabupaten Gianyar, Bali.

Dalam menciptakan karyanya yang diberi merek Bara Silver, Putu menggunakan bahan seperti emas, perak, stainless, tembaga, hingga logam alpaka. Bahan-bahan itu ia 'sulap' menjadi aksesoris mewah mulai dari kalung, gelang, anting, cincin, hingga bros.

"Bahan-bahan itu sudah ada yang jual di sini (Bali), koperasi juga, jadi kita memanfaatkan yang ada di sini," katanya saat berbincang dengan detikcom, Selasa (14/6/2022).

Desainnya yang artistik membuat koleksi Bara Silver menjadi langganan para artis ternama seperti Ivan Gunawan. Tak hanya itu, salah satu koleksinya juga pernah ikut mempercantik pagar ayu di pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina pada 2014 lalu.

"Kalau kita biasa dipakai oleh Ivan Gunawan, Bunda Anne Avantie kalau sebelum COVID tuh. Terus pernah dapat order melalui pameran pas bertemu ibunya artis Raffi Ahmad dan tantenya, jadi saya juga diundang ke pernikahan Raffi dan Nagita di Jakarta dan Bali," tuturnya.

Berawal dari hobi dengan modal Rp 30 juta ini, omzet Bara Silver bisa dibilang sudah fantastis. Penjualannya tak hanya di Indonesia, melainkan juga pernah diekspor ke Australia, Prancis, dan Jerman.

"Rp 30 juta itu untuk beli bahan-bahannya, kalau perak kan agak mahal ya. Bikin barang beberapa dulu, dikasih bantuan sama Bank Mandiri. Itu berkembang-berkembang, terus sekarang di-support oleh Bank Indonesia untuk desain, pemasaran, teknik marketing, digital online," jelasnya.

Dari Hobi Hingga Jadi Langganan Artis, Wanita Ini Raup Cuan dari PerhiasanPutu Sudi Adnyani/Foto: Dok. Barasilver

Pandemi COVID-19 diakui membuat bisnisnya ikut terdampak sehingga saat ini dirinya hanya menjual stok lama yang masih tersisa saja. Penjualan itu dibantu oleh enam pegawainya dan banyak perajin.

Harga jual perhiasan Bara Silver dibanderol mulai dari Rp 100.000 untuk gelang, bros, subeng, dan anting yang bahannya terbuat dari alpaka. Sementara termahal bisa tembus Rp 70 juta untuk aksesoris bros yang terbuat dari emas.

Tertarik dan mau lihat koleksinya? Cek lebih lengkapnya di Instagram @barasilver_owner atau @barasilverbali. Harga yang dijual tergantung dari bahan dan tingkat kesulitan pembuatan.

Bagi yang mau berbisnis, Putu menyarankan agar fokus pada tujuan dan jalani bisnis dengan serius. Selain itu, seorang pengusaha juga harus memiliki banyak jaringan yang dapat diperoleh dengan aktif melalui pameran.

"Yakinkan diri aja karena kalau tanpa keyakinan, kita nggak bakalan berhasil. Kalau masih ragu-ragu, apapun yang kita kerjakan hasilnya nggak akan maksimal. Kalau saya mendesain pun, kadang-kadang nggak kepikiran kalau itu bakal terjual, tapi saya terus bekerja, terus berimajinasi bikin karya-karya saya dan ternyata emang laku," ujarnya.

Dari Hobi Hingga Jadi Langganan Artis, Wanita Ini Raup Cuan dari PerhiasanJadi Langganan Ivan Gunawan, Perhiasan Made in Bali Ini Diekspor Hingga Prancis Foto: Dok. Barasilver

Lihat juga Video: Wisata Keliling Bukit dan Lihat UMKM dengan Mobil VW

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)