ADVERTISEMENT

Contoh Bisnis Model Canvas Usaha Kue

Anindyadevi Aurellia - detikFinance
Selasa, 20 Sep 2022 18:53 WIB
Ilustrasi bisnis model canvas.
Foto: Patrick Perkins/Unsplash
Jakarta -

Sebagai pengusaha, ada banyak strategi dan model yang dapat kita terapkan dalam berbisnis. Ada salah satu model yakni Bisnis Model Canvas (BMC).

Apakah detikers pernah mendengarnya? Simak berikut ini penjelasan lengkapnya dilansir dari beberapa literatur.

Apa Itu Bisnis Model Canvas?

Bisnis Model Canvas (BMC) adalah alat representasi visual yang dapat menjelaskan sebuah proses bisnis. Dengan tools BMC ini, kita dapat memahami sebuah bisnis secara garis besar tanpa harus membuat dokumen bisnis plan panjang lebar. Melalui BMC, sebuah usaha dapat dilihat letak kekurangan dan kelebihannya.

Disitat dari buku Rahasia Juara Kompetisi Bisnis Plan oleh Muhammad Rizki Fahlevi, BMC dijelaskan memiliki sembilan pilar utama yang mampu merangkum proses bisnis, sehingga dapat dilihat apakah ide bisnis tersebut potensial untuk dijalankan atau tidak. BMC menjadi hal paling awal yang harus dimiliki seorang pengusaha pemula.

Bisnis Model Canvas akan menyajikan teori ekonomi yang sederhana dan efektif, sehingga memungkinkan manajer atau pebisnis merancang solusi model bisnis. Berikut contoh panduan sembilan blok dalam BMC:

Ilustrasi bisnis model canvas.Foto: detikcom/Pearlita Amanda

Fungsi Bisnis Model Canvas

Bisnis Model Canvas memiliki beberapa fungsi yang penuh inovasi relevan serta praktis. Berikut penjelasannya dikutip dari Perencanaan Bisnis dan Cara Mudah Menyusun Business Plan oleh Mutia Arda, dkk:

  • BMC membantu memberikan gambaran singkat tentang model bisnis.
  • BMC mudah dipahami oleh siapa pun dengan bagan singkatnya.
  • BMC mudah diubah sesuai kebutuhan.
  • BMC bisa dibagikan ke siapa pun baik ke karyawan maupun pemangku bisnis.
  • BMC bisa digunakan oleh perusahaan besar maupun perusahaan yang masih merintis.
  • BMC mampu menjelaskan berbagai aspek bisnis terkait satu sama lain.
  • Template BMC bisa memandu model bisnis dengan efektif.

Poin-Poin Bisnis Model Canvas

1. Customer Segments (Segmen Pelanggan)

Menjelaskan segmentasi pelanggan atau pelanggan potensial yang minat dengan produkmu.

2. Value Propositions (Proporsi Nilai)

Menjelaskan nilai tambah atau inovasi produkmu, yang akan membuat bisnis terlihat menarik dan berbeda dengan bisnis lainnya.

3. Channel (Saluran)

Mengetahui media bisnis untuk menjelaskan solusi yang kamu tawarkan pada konsumen. Seperti media sosial, aplikasi, website, dan masih banyak lagi.

4. Customer Relationships (Hubungan Pelanggan)

Mengetahui cara bisnis tertentu agar bisa keep in touch dengan pelanggan, seperti layanan customer care setelah transaksi, dan sejenisnya.

5. Revenue Streams (Arus Pendapatan)

Menjabarkan struktur finansial perusahaan. Pada bagian ini, kamu perlu menuliskan produk atau jasa yang dapat memberi pemasukan.

6. Key Activities (Aktivitas Kunci)

Menjabarkan aktivitas paling penting yang perlu dijalankan kegiatan untuk menciptakan value propositions yang efektif.

7. Key Resources (Sumber Dana Utama)

Merupakan aset paling penting yang diperlukan untuk menyampaikan elemen bisnis yang telah dijelaskan. Sumber dana ini bisa berupa bahan baku produk atau infrastruktur yang dibutuhkan.

8. Key Partnerships (Kemitraan Utama)

Mengetahui siapa saja mitra strategis yang bisa digandeng untuk bekerjasama. Seperti supplier, vendor lain, dan masih banyak lagi.

9. Cost Structure (Struktur Biaya)

Menentukan biaya apa yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis.

Contoh Bisnis Model Canvas Kue

Ilustrasi bisnis model canvas.Foto: detikcom/Pearlita Amanda

Berikut ini contoh bisnis model canvas bisnis kue.

1. Customer Segments (Segmen Pelanggan)

Menjelaskan segmentasi pelanggan atau pelanggan potensial yang minat dengan produkmu. Dalam usaha kue, kamu bisa menyasar segmentasi anak-anak hingga dewasa dengan beragam desain yang sedang tren. Sasarannya adalah hari spesial mereka, salah satunya momen ulang tahun.

2. Value Propositions (Proporsi Nilai)

Menjelaskan nilai tambah atau inovasi produkmu, yang akan membuat bisnis terlihat menarik dan berbeda dengan bisnis lainnya. Pikirkan inovasi, disini yang ditonjolkan adalah cita rasa yang unik dan berbeda. Mungkin kamu bisa kombinasikan dengan rasa buah-buahan asli, membuat tekstur kue yang berbeda, dan lainnya.

3. Channel (Saluran)

Mengetahui media bisnis untuk menjelaskan solusi yang kamu tawarkan pada konsumen. Seperti media sosial, aplikasi, website, dan masih banyak lagi. Untuk kue, kamu bisa mulai dari orang-orang terdekatmu terlebih dahulu melalui direct selling.

4. Customer Relationships (Hubungan Pelanggan)

Mengetahui cara bisnis tertentu agar bisa keep in touch dengan pelanggan, seperti layanan customer care setelah transaksi, dan sejenisnya.

Untuk usaha rintisanmu, kamu harus ciptakan kenyamanan pada calon pembeli. Melalui direct selling, kamu harus mampu menyampaikan informasi tentang daganganmu dengan detail tanpa melupakan ramah tamah. Ingat, kesan pertama akan selalu diingat.

5. Revenue Streams (Arus Pendapatan)

Menjabarkan struktur finansial perusahaan. Pada bagian ini, kamu perlu menuliskan produk atau jasa yang dapat memberi pemasukan. Untuk usaha rintisanmu, pendapatan awalnya akan diperoleh dari direct selling dan take away.

6. Key Activities (Aktivitas Kunci)

Menjabarkan aktivitas paling penting yang perlu dijalankan kegiatan untuk menciptakan value propositions yang efektif. Aktivitas utama dari usaha kue ini tentu saja membuat dan memasarkan kue.

7. Key Resources (Sumber Dana Utama)

Merupakan aset paling penting yang diperlukan untuk menyampaikan elemen bisnis yang telah dijelaskan. Sumber dana ini bisa berupa bahan baku produk atau infrastruktur yang dibutuhkan. Sumber dananya dibutuhkan untuk bahan dan peralatan, juru masak, serta SDM.

8. Key Partnerships (Kemitraan Utama)

Mengetahui siapa saja mitra strategis yang bisa digandeng untuk bekerjasama. Seperti supplier, vendor lain, dan masih banyak lagi. Disini, kamu akan menjalin relasi dengan toko sembako di pasar sebagai pemasok kebutuhanmu membuat kue.

9. Cost Structure (Struktur Biaya)

Menentukan biaya apa yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Biaya operasional yang akan dikeluarkan biasanya untuk bahan baku, gas, dan bensin.

Nah detikers, itulah tadi penjelasan dan contoh dari bisnis model canvas untuk usaha kue. Mudah dipahami bukan? Kamu bisa mencontoh ini untuk mengembangkan usahamu. Semoga berhasil, ya!



Simak Video "Mengenal Demit Token, Game Horor NFT Buatan Developer Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT