ADVERTISEMENT

SWOT: Arti dan Contoh Analisis Produk Makanan Ringan

ilham fikriansyah - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 14:54 WIB
Ilustrasi analisis SWOT.
Foto: Kaleidico/Unsplash
Jakarta -

Apakah detikers belakangan ini sedang tertarik untuk membuka usaha makanan ringan? Nah, sebelum menjalankan bisnis tersebut ada sejumlah hal yang harus kamu ketahui, tak hanya soal menghitung jumlah modal tapi juga melakukan analisis SWOT.

Bagi yang belum tahu, SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman). Analisis ini dilakukan agar usaha bisa berjalan lancar dan memperoleh keuntungan.

Lantas, kenapa analisis SWOT terbilang penting? Lalu seperti apa contoh analisis SWOT dalam menjalankan usaha makanan ringan? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel berikut ini yuk.

SWOT Adalah

Menurut Rangkuti (2009), SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis SWOT bisa diartikan juga sebagai instrumen perencanaan strategis yang klasik, sebab analisis ini dapat memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi dari perusahaan.

Sementara menurut Freddy Rangkuti (2016), SWOT adalah identitas berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi pelayanan. Analisis SWOT dilakukan berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalisir kekurangan dan ancaman.

Kenapa Analisis SWOT Penting?

Dijelaskan dalam buku Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis oleh Freddy Rangkuti, analisis SWOT terbilang penting karena merupakan bentuk identifikasi terhadap sejumlah faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.

Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat mengurangi di bagian kelemahan (weakness) dan ancaman (threats).

Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan visi, misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan begitu, perusahaan harus menganalisis strategi dengan menggunakan SWOT agar perencanaan strategis ke depannya berjalan lancar.

Secara umum, tujuan dari analisis SWOT adalah untuk mengidentifikasi faktor kunci yang datang dari lingkungan internal dan eksternal. Dengan begitu, dari segi faktornya analisis SWOT dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yakni:

  1. Faktor internal, merupakan strength dan weakness yang datang dari lingkungan internal organisasi atau perusahaan.
  2. Faktor eksternal, merupakan opportunities dan threat yang datang dari lingkungan eksternal organisasi atau perusahaan. Untuk mengidentifikasi faktor ini dapat menggunakan analisis PEST (politik, ekonomi, sosial, dan teknologi).

4 Komponen SWOT

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, terdapat empat komponen dalam analisis SWOT yakni strength, weakness, opportunity, dan threat. Sebagai suatu metode analisis, keempat metode tersebut akan dianalisa lalu akan diperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Biar nggak penasaran, berikut pengertian masing-masing komponen dalam analisis SWOT:

1. Strength

Strength atau kekuatan merupakan karakteristik dari lingkungan internal suatu organisasi atau perusahaan yang menjadi sebuah kekuatan atau keunggulan. Contohnya seperti brand yang kuat, kualitas produk baik, harga bersaing, dan sumber daya manusia berkualitas.

2. Weakness

Weakness atau kelemahan adalah karakteristik dari lingkungan internal suatu organisasi atau perusahaan yang menjadi titik kelemahan, sehingga berpotensi menghambat target yang sudah ditetapkan. Misalnya seperti brand kurang terkenal, kualitas produk standar, harga kurang kompetitif, dan sumber daya manusia kurang terampil.

3. Opportunity

Opportunity atau peluang merupakan kesempatan yang datang dari lingkungan eksternal suatu perusahaan atau organisasi yang dapat memberikan dampak positif serta mendukung pencapaian tujuan perusahaan. Sebagai contoh pertumbuhan pasar yang tinggi, tingkat persaingan kurang ketat, dan pasokan bahan baku terjamin aman.

4. Threat

Threat atau ancaman adalah elemen yang datang dari lingkungan eksternal sebuah perusahaan atau organisasi yang dapat memberikan hambatan dan ancaman dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuannya. Misalnya pertumbuhan pasar rendah, perkembangan teknologi kurang mendukung, tingkat persaingan sangat ketat, dan pasokan bahan baku terbatas.

Contoh Analisis SWOT Usaha Makanan Ringan

Setelah memahami pengertian tentang analisis SWOT, kini saatnya untuk melihat sejumlah contoh analisis SWOT usaha makanan ringan. Contoh ini bisa menjadi referensi bagi detikers terutama yang tengah membangun bisnis makanan ringan.

1. Contoh Analisis SWOT Keripik Singkong

Deskripsi Bisnis: Keripik Singkong Asoy merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang makanan ringan dengan bahan dasar singkong. Keripik Singkong Asoy disajikan dalam cita rasa yang bermacam-macam.

Strength

  • Produk memiliki nilai gizi tinggi
  • Bahan baku produk berpotensi untuk dihidangkan bersama seluruh jenis makanan, baik makanan ringan maupun berat, baik rasa asin atau manis
  • Harga terjangkau

Weakness

  • Pada saat bisnis ini berjalan, pegawai masih terbatas
  • Bahan baku belum bisa diproduksi di tempat sendiri

Opportunity

  • Gaya hidup masyarakat yang senang makan dengan keripik
  • Masyarakat mulai senang mencari kuliner unik dan berbeda
  • Bahan baku mudah didapat karena banyak diproduksi di Indonesia
  • Harga bahan baku murah

Threats

  • Terdapat pesaing makanan yang beraneka rasa walaupun berbahan dasar selain singkong
  • Tantangan dalam menemukan tenaga ahli di bidang tata boga dan kuliner
  • Bahan baku belum bisa ditanam di lahan milik sendiri

2. Contoh Analisis SWOT Keripik Pisang

Deskripsi Bisnis: Keripik Pisang Mantap merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang makanan ringan dengan bahan dasar pisang. Keripik Pisang Mantap disajikan dalam cita rasa yang bermacam-macam dan menjunjung rasa manis yang bikin nagih.

Strength

  • Tersedianya jumlah tenaga kerja yang cukup
  • Menawarkan kreativitas produk yang berbeda dari perusahaan lain, yaitu menawarkan berbagai macam rasa seperti original, balado, jagung bakar, pedas dengan level 1, 2, dan 3
  • Bahan baku mudah didapat
  • Harga produk yang terjangkau

Weakness

  • Keterbatasan modal
  • Kurangnya sumber daya alam
  • Kemasan produk yang terlalu sederhana

Opportunity

  • Banyaknya konsumen
  • Sistem pemasaran yang baik lewat media sosial
  • Faktor cuaca yang tidak akan mempengaruhi kualitas produk

Threats

  • Fluktuasi harga bahan baku
  • Perubahan selera konsumen
  • Kenaikan harga produksi

Nah itu dia detikers penjelasan mengenai SWOT beserta dengan contohnya dalam membuka usaha makanan ringan. Jadi, bila detikers ingin membuka bisnis makanan ringan jangan lupa lakukan analisis SWOT terlebih dahulu agar usaha berjalan lancar.



Simak Video "Mengenal Demit Token, Game Horor NFT Buatan Developer Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT