ADVERTISEMENT

Guerilla Marketing: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contohnya

Aditya Mardiastuti - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 12:59 WIB
Ilustrasi guerilla marketing.
Foto: tirachardz/Freepik
Jakarta -

Guerilla marketing atau pemasaran gerilya merupakan salah satu strategi pemasaran yang kreatif dan inovatif. Strategi pemasaran ini pun sering memanfaatkan viral di media sosial untuk eksposur produk maupun brand awareness.

Guerilla marketing ini pun bisa ditemui di tempat-tempat umum seperti konser, event olahraga, pusat perbelanjaan, maupun taman. Guerilla marketing yang sukses akan menghasilkan penjualan melalui pemasaran mulut ke mulut (word of mouth) dan mampu meningkatkan loyalitas pelanggan secara efektif.

Simak selengkapnya tentang guerilla marketing di bawah ini ya!

Pengertian Guerilla Marketing

Mengutip Kris dalam buku Rahasia Sukses Bisnis Modern, pengertian guerilla marketing atau pemasaran gerilya adalah strategi pemasaran yang inovatif, tidak konvensional, dan berbiaya rendah dengan tujuan untuk memperoleh paparan maksimum suatu produk.

Menurut Eicher yang dikutip dalam Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi UIN Imam Bonjol Padang, guerilla marketing ini diharapkan muncul kegiatan yang unik dan spektakuler sehingga lebih efektif dan efisien apabila dibandingkan dengan kampanye pemasaran konvensional.

Guerilla marketing memiliki ciri-ciri antara lain memiliki niat baik, murah, tepat sasaran, menghibur, tegas, dan sangat tidak terduga.

Jenis-Jenis Guerilla Marketing

Berikut jenis-jenis guerilla marketing menurut Kris Banarto dalam buku Rahasia Sukses Bisnis Modern dan Mayners (2013) yang dikutip dalam jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi UIN Imam Bonjol Padang yaitu:

1. Street Marketing

Street marketing atau pemasaran jalanan harus dilakukan secara out of the box agar publik merasa terkejut sehingga dapat memperkuat merek atau produk. Misalnya menurunkan pasukan SPG di tengah kemacetan jalan atau membagi es krim gratis di taman kota.

2. Ambient Marketing

Ambient marketing atau pemasaran sekitar yaitu dengan memasang iklan yang tidak terduga dengan memanfaatkan area orang sedang istirahat. Misalnya memasang iklan di toilet bandara atau iklan di shelter bus.

3. Viral Marketing

Viral marketing bertujuan untuk menyebarkan pesan-pesan kepada publik dengan konten yang menarik. Misalnya mendesain bus dengan iklan yang menarik.

4. Ambush Marketing

Ambush marketing atau pemasaran dengan cara penyergapan bertujuan agar publik terkejut akan adanya iklan yang muncul secara tiba-tiba. Misalnya Coca-Cola yang sudah langganan menjadi sponsor acara olahraga, namun secara mengejutkan Pepsi juga menjadi sponsor tim peserta.

5. Grassroots

Grassroots atau akar rumput bertujuan membangun hubungan pribadi antara merek dengan pelanggan. Perusahaan melakukan pendekatan yang lebih personal kepada pelanggan dengan harapan mereka akan bercerita pada orang lain.

6. Underground Marketing

Underground marketing merupakan metode pemasaran dengan memanfaatkan sosial media, tetapi orang lain tidak merasa kalau kita melakukan kegiatan pemasaran.

7. Alternative Marketing

Alternative marketing merupakan metode pemasaran berbiaya rendah yang menargetkan lingkungan tertentu, kelompok usia tertentu, dan komunitas/etnis tertentu yang menyebarkan pesan-pesan yang bersifat khusus.

Strategi ini termasuk penggunaan selebaran berbiaya rendah, poster, leaflet, dan program penyebaran informasi di seluruh komunitas untuk menyampaikan pesan.

8. Presence Marketing

Menurut Google 97% konsumen menggunakan web untuk mencari bisnis lokal, dan jika sebagian besar pelanggan potensial kita sedang online, kita juga harus demikian. Selalu hadir dan online adalah komponen penting dari strategi pemasaran, tidak peduli apa ukuran bisnis kita atau industri apa yang menjadi milik kita.

9. Presume Marketing

Presume marketing merupakan metode pemasaran yang menempatkan produk dalam acara TV, film, dan sosial media. Produk-produk yang ditempatkan tersebut seolah-olah bukanlah kegiatan pemasaran, misalnya seorang aktor yang minum salah satu produk minuman bersoda di dalam film.

10. Wild Posting

Wild posting merupakan bentuk iklan saat poster statis ditempatkan dalam jumlah besar dan banyak di beberapa lokasi, terutama di daerah perkotaan padat, untuk menarik perhatian secara maksimal. Wild posting merupakan bentuk pemasaran murah yang menawarkan paparan tingkat tinggi bagi pelaku industri, terutama di industri hiburan (rilis album, konser, penampilan), gunanya untuk mendorong kesadaran penduduk kota yang lalu lalang di jalanan.

11. Experiential Marketing

Experiential marketing adalah suatu usaha yang digunakan perusahaan atau pelaku industri untuk mengemas produk sehingga mampu menawarkan pengalaman emosi hingga menyentuh hati dan perasaan konsumen. Experiential marketing merujuk pada pengalaman nyata pelanggan terhadap brand/product/service untuk meningkatkan penjualan/sales dan brand image/awareness.

Misalnya memberikan hadiah atau ucapan pada hari istimewa pelanggan.

Contoh Penerapan Guerilla Marketing

1. McDonald's dan BTS

McDonald's menggandeng idol Korea Selatan Bantan Boys atau BTS dan menjual BTS Meal cukup sukses. Di tengah menurunnya omzet di kala pandemi, McD melakukan penjualan yang menyita perhatian publik dan viral di media sosial.

Ide kreatif pada momentum yang tepat dan didukung dengan endorsement yang kuat akan memunculkan kejutan dan menarik perhatian publik. Target penjualan akan tercapai dan keuntungan lainnya adalah meningkatkan brand awareness.

2. Permen Kopiko di Drama Korea

Salah satu bentuk guerilla marketing juga dilakukan Kopiko di beberapa drama Korea seperti Vincenzo, Hometown Cha Cha, dan Mine. Dalam salah satu adegan di film tersebut terlihat aktor atau aktris merekomendasikan permen Kopiko dan tampak menikmati permen kopi tersebut.

Kemunculan produk permen asal Indonesia dalam film drama rating tinggi seperti Vincenzo dan Mine itu membuat Kopiko mencuri perhatian. Selain meraih keuntungan, Kopiko pun berhasil meningkatkan brand awareness di mata publik.

3. SPG Fiji Water di Golden Globes

Salah satu guerilla marketing yang ikonik terjadi pada Golden Globes 2019. Salah satu SPG Fiji Water, Kellen Cuthbert atau #FijiGirl berhasil mencuri perhatian publik karena melakukan photobomb di belakang para bintang di karpet merah.

Cuthbert berdiri dengan gaun biru dan nampan berisi Fiji Water di belakang para bintang yang menghadiri Golden Globes. Alhasil photobomb Cuthbert menjadi meme yang viral dan menghasilkan publisitas gratis untuk perusahaannya.

Manfaat Guerilla Marketing

Mengutip Ambient, berikut manfaat guerilla marketing:

1. Bagus untuk Anggaran Rendah

Kunci guerilla marketing adalah menggunakan metode promosi yang tidak konvensional untuk terlibat dengan konsumen dengan cara baru dan menarik. Banyak pengalaman bersifat interaktif dan dapat terjadi di tempat yang tidak terduga, memberikan cara untuk menghemat biaya untuk membangun brand awareness (kesadaran merek).

2. Menjadi Viral

Di masa kini aktivitas kita lekat dengan penggunaan smartphone (gawai), media sosial, dan budaya 'selfie' atau aktivitas sehari-hari yang didokumentasikan secara online. Perusahaan bisa memanfaatkan tren ini untuk membuat kampanye menarik yang menjadi viral untuk mengumpulkan jutaan penayangan.

3. Membangun Kemitraan

Guerilla marketing bisa dilakukan dengan membangun kemitraan atau berkolaborasi dengan pebisnis lokal maupun organisasi atau LSM untuk membuat kampanye. Dengan kemitraan ini, kamu bisa mendatangkan target konsumen yang ideal dengan mudah.

4. Unik dan Mudah Diingat

Guerilla marketing yang sukses bisa menimbulkan emosi yang kuat dan tidak terlupakan bagi konsumen. Beberapa iklan bahkan bisa memberikan efek kejut atau menakut-nakuti sementara waktu, tentu saja hal ini untuk mendapatkan dampak yang diinginkan.

Nah itulah pengertian dan contoh-contoh guerilla marketing atau pemasaran gerilya. Semoga bermanfaat detikers!



Simak Video "Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit ke Pengadilan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT