ADVERTISEMENT

Cara Memulai Usaha Ayam Potong, Modal, dan Keuntungannya

ilham fikriansyah - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 06:15 WIB
Marsilus atau yang akrab disapa Marsel, salah seorang nasabah kredit BRI memulai bisnis peternakan ayam dengan mengurusi usaha orang tuanya di Putussibau, Kapuas HUlu, Kalimantan Barat.
Foto: Rachman/detikFoto
Jakarta -

Bagi sebagian orang, usaha ayam potong memiliki tingkat kesulitan yang rumit dan membutuhkan modal yang besar. Sebab, pemiliknya harus rajin merawat dan memberi pakan ayam sehari-hari agar ayam tetap dalam kondisi sehat.

Padahal, dibalik kekhawatiran tersebut ada keuntungan besar yang menanti lho detikers. Wajar saja, sebab ayam adalah salah satu hewan yang banyak dikonsumsi masyarakat, khususnya di Tanah Air. Selain harganya yang lebih murah daripada daging, ayam bisa diolah menjadi berbagai macam masakan yang lezat.

Lantas, bagaimana cara memulai usaha ayam potong yang baik dan benar? Lalu berapa modal yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ayam potong? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini yuk.

Modal Usaha Ayam Potong

Ternyata, untuk memulai usaha ayam potong tidak membutuhkan modal yang besar lho detikers. Mungkin ada sejumlah detikers yang bertanya-tanya, memang seberapa banyak modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ayam potong?

Pada umumnya, modal untuk membuka bisnis ayam potong tak sampai lebih dari Rp 5 juta. Sebagai contoh, detikers ingin memulai bisnis ayam potong sebanyak 100 ekor ayam, maka kamu harus merinci biaya tetap yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ini.

Yang pertama adalah menyediakan kandang ayam, karena baru ada 100 ekor ayam maka kandang berukuran 3 x 3 meter sudah cukup. Jangan lupa untuk membeli pakan ayam, tempat makan ayam, lampu penerangan, dan tempat minum.

Selain biaya tetap, ada juga yang namanya biaya tidak tetap. Biaya ini dikeluarkan untuk membeli bahan yang sudah habis dalam satu kali periode budidaya. Bahan-bahan yang dibutuhkan seperti obat-obatan, suplemen, dan DOC (day old chick) ayam potong.

Biar nggak bingung, detikers bisa melihat contoh rincian biaya modal usaha ayam potong di bawah ini. Sehingga bisa mendapatkan acuan harga yang harus dikeluarkan ketika memulai bisnis ayam potong

Ilustrasi modal usaha ayam potong.Foto: e-Jurnal SMA Negeri 2 Pangkep
Ilustrasi modal usaha ayam potong.Foto: e-Jurnal SMA Negeri 2 Pangkep

Potensi Keuntungan Usaha Ayam Potong

Dengan menggelontorkan modal yang sedikit, ada potensi keuntungan besar yang bisa diperoleh dengan menjalankan usaha ayam potong lho detikers. Potensi keuntungan yang bisa didapat dari mengelola 100 ekor ayam dengan sistem semi permanen dan organik bisa mencapai jutaan rupiah.

Misalnya, dengan jumlah ayam potong yang dibudidayakan sebanyak 100 ekor, terdapat mortalitas sebesar 3% sehingga jumlah ayam yang berhasil dipanen sebanyak 97 ekor. Dengan harga penjualan ayam potong per kilogram sebesar Rp 25.000.

Untuk menghitung keuntungan dari usaha ayam potong, detikers bisa menghitung biaya pendapatan lalu dikurangi biaya modal. Nah, hasil dari perhitungan tersebut merupakan keuntungan yang didapat selama menjalankan bisnis ayam potong, namun angka tersebut bisa berubah-ubah tergantung dari seberapa banyak panen dan harga ayam yang terjual.

Cara Memulai Usaha Ayam Potong

Setelah mengetahui modal dan potensi keuntungan yang didapat, mungkin beberapa di antara detikers ada yang mulai tertarik untuk memulai usaha ayam potong. Namun, ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan sebelum menjalankan bisnis ini, agar usaha ayam potong berjalan lancar dan tidak mengalami kerugian.

Berikut ini cara memulai usaha ayam potong yang harus diperhatikan sejak awal, sehingga bisa meraup cuan besar.

1. Siapkan Kandang Ayam

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah menyiapkan kandang ayam. Tanpa ada kandang, tentu ayam-ayam detikers akan berkeliaran secara bebas dan bisa dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab.

Saat ini jenis kandang ayam terbagi menjadi dua jenis, pertama tipe terbuka (open house system litter) yang populer di Indonesia, karena memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga cocok di iklim tropis. Selain itu, biaya pembangunan kandang tipe terbuka juga relatif murah sehingga bisa menghemat modal.

Selain itu, ada juga kandang tipe tertutup (closed house system). Namun, kandang ini jarang sekali digunakan oleh peternak ayam potong di Tanah Air dan lebih populer di sejumlah negara maju. Kandang ini memiliki sistem udara yang bisa diatur secara otomatis, sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi ayam.

Akan tetapi, perlu diperhatikan kemungkinan biaya membuat kandang tipe tertutup yang relatif mahal detikers.

2. Tingkat Populasi Ayam

Selain memilih kandang, kamu juga perlu memahami tingkat kepadatan populasi ayam. Dalam hal ini, kamu bisa menentukannya berdasarkan umur ayam dari 1 minggu, 2 minggu, hingga di atas 2 minggu. Cara ini dilakukan agar kepadatan populasi ayam di dalam kandang bisa diatur dan mencegah suhu di dalam kandang cepat panas.

3. Mencari Bibit Ayam

Hal yang satu ini juga tak kalah penting detikers, kamu harus mencari bibit ayam yang baik agar dapat menghasilkan ayam potong yang sehat dan bergizi. Selain itu, cari DOC (day old chick) ayam yang memiliki harga murah, tapi pastikan juga ya ayam tersebut sehat.

4. Takaran Pakan Ayam

Sebagai peternak ayam potong, kamu juga harus memahami takaran yang pas untuk pakan ayam. Sebagai contoh, untuk minggu pertama DOC ayam bisa diberikan pakan sebesar 13 gram per ekor. Lalu saat memasuki minggu kedua, jumlah pakan ayam bisa ditambah menjadi 43 gram per ekor.

5. Beri Vaksin dan Vitamin pada Ayam

Agar ayam tetap sehat dan terhindar dari penyakit, setiap peternak ayam potong diwajibkan memberi vaksin dan vitamin khusus ayam. Vaksin yang diberikan kepada ayam meliputi vaksin ND (newcastle disease), vaksin IB (infectious bronchitis), vaksin IBD intermediate, dan vaksin AI (avian influenza).

6. Hitung Biaya Lain-lain

Jangan lupa, ada sejumlah biaya lain-lain yang harus dihitung seperti listrik dan gaji karyawan. Semakin berkembang bisnis ayam potong yang dimiliki maka tagihan listrik akan semakin meningkat. Selain itu, detikers juga butuh jumlah karyawan yang lebih banyak, sehingga biaya untuk gaji karyawan juga bertambah.

Itu dia detikers penjelasan mengenai usaha ayam potong beserta dengan modal, potensi keuntungan yang didapat, dan cara memulai usaha ayam potong. Semoga artikel ini dapat membantu detikers, terutama yang tengah mempertimbangkan untuk terjun ke bisnis ayam potong.



Simak Video "Mengenal Demit Token, Game Horor NFT Buatan Developer Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT