12 Cara Memulai Bisnis yang Cocok untuk Pemula

ADVERTISEMENT

12 Cara Memulai Bisnis yang Cocok untuk Pemula

Debora Danisa Kurniasih Perdana Sitanggang - detikFinance
Kamis, 29 Sep 2022 05:30 WIB
Ilustrasi cara memulai bisnis.
Foto: micheile dot com/Unsplash
Jakarta -

Tidak ada kata terlambat untuk memulai bisnis. Bahkan jika Anda sudah tidak muda dan baru berhasil mengumpulkan modal setelah bekerja bertahun-tahun, Anda masih sangat mungkin memulai usaha sendiri. Yang terpenting adalah terus memiliki semangat belajar dan jangan cepat menyerah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara memulai bisnis yang cocok untuk pemula. Setidaknya ada 12 cara yang bisa kita lakukan untuk membangun bisnis yang mapan dan sukses. Diharapkan setelah membaca artikel ini, keberanian Anda untuk memulai bisnis sendiri pun semakin bertambah. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Cara Memulai Bisnis untuk Pemula

Memulai bisnis mungkin terkesan sulit bagi beberapa orang. Namun, asalkan sudah memahami cara yang tepat, Anda bisa memulai bisnis dengan lancar. Berikut 12 cara memulai bisnis untuk pemula mengutip jurnal Langkah Sukses Memulai Usaha oleh Suwinardi dan situs CIMB Niaga.

1. Pilih Bidang Usaha yang Disukai dan Dikuasai

Langkah pertama adalah memilih bidang usaha yang memang diminati dan disukai. Sebab, kita akan sulit sukses jika kita tidak menyukai apa yang kita kerjakan. Pastikan juga Anda memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bidang usaha yang Anda pilih, karena ini akan berpengaruh pada langkah-langkah persiapan selanjutnya dan jalannya bisnis ke depan.

2. Fokus pada Satu Bisnis

Sebaiknya kita fokus dulu pada satu peluang usaha. Kita mungkin bercita-cita menjadi seperti pengusaha kawakan yang memiliki banyak jenis usaha dan cabang di mana-mana. Tetapi rata-rata pengusaha kelas kakap itu juga memulai bisnis di satu bidang dulu, baru kemudian mengembangkan bisnis dan melebarkan sayap.

Fokus pada satu bidang bisnis akan memudahkan kita untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan.

3. Pelajari Bidang Usaha yang Dipilih

Setelah menentukan bidang usaha apa yang akan digeluti, kita perlu mempelajari bidang usaha tersebut secara lengkap. Lakukan riset pasar serta riset produk atau layanan yang akan ditawarkan.

Riset ini berguna agar kita bisa menghasilkan produk dan layanan yang berkualitas. Riset juga memungkinkan kita meminimalisir kekurangan produk/layanan di kemudian hari.

4. Buat Perencanaan Usaha

Bahan-bahan riset yang didapatkan bisa menjadi pedoman kita untuk membuat perencanaan usaha. Rencana bisnis ini penting agar kita dapat menjalankan bisnis dengan baik, rapi, dan fokus. Perencanaan tersebut mencakup anggaran, pemilihan lokasi atau tempat usaha, cara menjalankan usaha (offline atau online), target pasar, dan sebagainya.

5. Pastikan Modal Usaha Cukup

Selama membuat perencanaan usaha, kita juga akan mengetahui apakah modal yang kita miliki mencukupi atau tidak. Pastikan untuk memilih jenis usaha yang bisa dipenuhi oleh modal yang kita miliki. Jika modal kurang, tidak perlu memaksakan diri untuk memulai usaha yang terlalu besar.

6. Memperkuat Modal Jaringan dan Relasi

Selain modal finansial, kita juga perlu memperkuat modal lainnya yakni jaringan dan relasi. Jaringan dan relasi penting untuk menunjang kelangsungan usaha kita. Dengan jaringan dan relasi yang tepat, kita bisa diuntungkan misalnya dengan mendapatkan harga bahan baku berkualitas yang lebih murah, lebih mudah melakukan distribusi ke daerah tertentu, dan sebagainya.

7. Identifikasi Keunggulan dan Keunikan Produk

Dalam perencanaan usaha, kita juga perlu mengidentifikasi keunggulan dan keunikan produk atau layanan kita. Keunggulan dan keunikan inilah yang akan ditonjolkan dalam promosi dan pemasaran kita nantinya.

8. Susun Strategi Promosi yang Efektif

Menyambung langkah nomor 7, kita perlu mempersiapkan strategi pemasaran dan promosi yang efektif. Promosi diperlukan agar produk dan layanan kita dikenal oleh sebanyak mungkin orang, sehingga kita bisa menemukan pelanggan potensial. Pilih kanal promosi yang sesuai dengan target pasar dan segmentasi yang sudah ditentukan pada perencanaan bisnis, entah itu lewat promosi online maupun offline.

9. Utamakan Kredibilitas dan Brand Image

Sejak awal sebelum memulai usaha, kita juga perlu berkomitmen untuk mengedepankan kredibilitas dan brand image yang baik. Kredibilitas dan brand image ini penting untuk membangun serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan kita, sehingga mereka bersedia terus menggunakan produk dan layanan tersebut.

10. Bangun Relasi yang Baik dengan Konsumen

Perlakukan konsumen bukan hanya sebagai pembeli yang memberikan uang untuk mendapatkan produk atau layanan kita, tetapi juga sebagai 'mitra' yang kebutuhannya wajib kita penuhi. Jika relasi yang baik sudah terbangun, konsumen akan cenderung loyal dan terus menggunakan produk dan layanan dari perusahaan kita.

11. Atur Keuangan agar Efisien

Selama menjalankan bisnis, jangan lupa untuk mengatur keuangan dengan cermat agar tidak menimbulkan kerugian. Hal ini bisa dilakukan dengan upaya menghemat biaya operasional dan menginvestasikan keuntungan yang didapatkan pada hal-hal yang mendukung jalannya usaha, alih-alih untuk memperkaya diri sendiri.

12. Lakukan Evaluasi Usaha

Hal terakhir yang penting dilakukan dalam berbisnis adalah senantiasa mengevaluasi usaha. Identifikasi penyebab jika ada kekurangan atau keluhan terkait produk dan layanan kita, kemudian lakukan perbaikan. Terkadang kesalahan pengelolaan bisa merugikan usaha, tapi jangan langsung patah arang. Pelaku usaha masih bisa melakukan evaluasi untuk menghindari kerugian yang sama terulang kembali.

Usaha Apa yang Tidak Pernah Sepi?

Setiap usaha memiliki risiko rugi dan sepi pembeli, bahkan usaha yang kelihatannya menjanjikan sekali pun. Meski demikian, ada beberapa jenis usaha yang secara teoritis tidak pernah sepi karena permintaan atau demand-nya di pasar selalu tinggi, tidak terpengaruh oleh era atau tren. Berikut beberapa daftar usaha yang diprediksi tidak akan sepi mengutip e-book Panduan 21 Ide Bisnis yang Menguntungkan oleh Enta Hermaily dalam situs academia.edu.

1. Bisnis Pakaian

Pakaian merupakan salah satu kebutuhan primer dan hampir semua orang memakainya. Karena itu, bisnis pakaian merupakan bisnis yang menjanjikan. Terutama jika pelaku usaha bisa menawarkan pakaian dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau. Beberapa perusahaan memilih untuk menciptakan atau mengikuti tren dalam bisnis ini, dan tren tersebut bisa saja basi. Namun secara umum, bisnis pakaian diperkirakan tidak akan sepi.

2. Bisnis Tas Wanita

Selain pakaian, wanita biasanya juga wajib mengenakan tas ke mana-mana. Berbagai model yang unik dan elegan beredar di pasaran. Melihat demand yang terus tinggi, bisnis tas wanita juga diperkirakan tidak akan pernah sepi. Apalagi selalu ada model baru dan tren baru yang dikeluarkan oleh para pelaku usaha di industri ini.

3. Agen Travel

Bisnis ini sebenarnya sangat terdampak saat pandemi kemarin, di mana orang-orang tidak bisa leluasa bepergian ke mana pun. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis agen travel sebenarnya masih sangat dibutuhkan. Apalagi setelah situasi kembali normal, orang bisa bepergian lagi ke mana-mana. Bisnis agen travel pun menjadi salah satu bisnis menjanjikan yang diprediksi akan ramai terus kecuali pada kondisi darurat.

4. Bisnis Kosmetik

Produk berikutnya yang tak kalah ramai dicari adalah kosmetik. Karena tingginya permintaan akan kosmetik, terutama di kalangan wanita, bisnis kosmetik pun menjadi lahan basah dalam dunia bisnis. Apalagi saat ini kultur media sosial mempengaruhi orang-orang agar lebih memperhatikan penampilan fisik.

5. Bisnis Laundry

Dengan bertambahnya kesibukan, banyak orang tidak sempat mencuci pakaian sendiri. Karena itulah semakin banyak bisnis laundry yang bermunculan. Bisnis ini diperkirakan tidak akan surut karena semakin banyak orang yang lebih memilih mencucikan pakaiannya ke jasa laundry daripada repot-repot mencuci sendiri.

6. Bisnis Makanan

Makanan juga kebutuhan pokok seperti pakaian, tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Bisnis makanan termasuk salah satu sektor bisnis yang tidak akan sepi karena semua orang butuh makan dan mencari makanan. Skala bisnis makanan pun beragam, mulai dari yang sederhana seperti warung hingga yang khusus untuk kaum jetset dan kalangan atas.

7. Bisnis Jajanan

Hampir sama seperti bisnis makanan, bisnis jajanan juga bergerak di bidang kuliner. Bedanya, bisnis ini menyajikan makanan yang lebih ringan. Bisnis jajanan seperti gorengan atau jajanan basah diprediksi akan terus ramai karena peminatnya sangat tinggi dan dari berbagai kalangan serta usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

8. Bisnis Pulsa dan Paket Internet

Bisnis ini diperkirakan akan terus ramai selama teknologi masih menjadi salah satu sarana penting untuk berkomunikasi. Pada zaman digital ini, rata-rata orang terutama di perkotaan selalu menggunakan internet 24/7.

Selama belum ada teknologi pengganti internet untuk berkomunikasi atau skema baru untuk menikmati jaringan internet, bisnis pulsa dan paket internet masih bisa meroket.

9. Bisnis Properti

Walaupun harga properti makin selangit, tidak dipungkiri bahwa demand bisnis ini terus meningkat. Apalagi rumah tinggal, yang merupakan salah satu kebutuhan primer juga selain makanan dan pakaian. Bisnis properti diprediksi tidak akan sepi, hanya saja ada kemungkinan permintaannya lesu karena resesi atau melemahnya ekonomi. Namun, selama kondisi ekonomi baik-baik saja, permintaan properti diperkirakan akan tetap tinggi.

10. Bisnis Jasa Pengiriman

Kebutuhan pengiriman semakin hari semakin tinggi, apalagi dengan terbentuknya kultur belanja online. Bisa dibayangkan berapa jumlah pengiriman yang terjadi setiap hari, di dalam maupun luar negeri. Bisnis ini sangat menjanjikan dan diprediksi akan semakin ramai, tidak peduli ongkos kirim yang semakin mahal karena BBM naik.

Itulah penjelasan mengenai cara memulai usaha bagi pemula dan contoh usaha yang tidak akan sepi. Semoga bermanfaat untuk Anda yang ingin membuka usaha sendiri, detikers.



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT