Bahan Baku Adalah, Jenis, Faktor yang Mempengaruhinya

ADVERTISEMENT

Bahan Baku Adalah, Jenis, Faktor yang Mempengaruhinya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Jumat, 30 Sep 2022 05:45 WIB
Ilustrasi bahan baku.
Foto: Jorge Zapata/Unsplash
Jakarta -

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan bahan baku adalah bahan utama untuk diolah melalui proses produksi, supaya bisa menjadi barang jadi. Bahan baku disebut juga sebagai bahan mentah (raw material).

Dalam suatu perusahaan manufaktur, bahan baku merupakan bahan yang penting. Kenapa bahan baku penting? karena bahan baku menjadi langkah pertama untuk melakukan proses produksi.

Bahan Baku Adalah

Singgih Wibowo dalam repositori Universitas Siliwangi (Unsil) oleh S Fauzan Adzima, yang dimaksud bahan baku adalah bahan utama dalam melakukan proses produksi sampai menjadi barang jadi. Di mana, bahan baku meliputi semua barang dan bahan yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan produksi.

Singkatnya, bahan baku yaitu bahan utama yang digunakan dari untuk suatu produk. Persediaan bahan baku harus dikelola dengan baik, agar perusahaan bisa melindungi kelancaran kegiatan produksi.

Dengan adanya pengawasan bahan baku, kebutuhan-kebutuhan pembelanjaan perusahaan bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Tujuan pengawasan persediaan bahan baku adalah untuk menjaga, supaya perusahaan tidak kehabisan persediaan dan juga menjaga agar pembelian tidak terlalu besar.

Dua Jenis Bahan Baku

Terdapat 2 jenis bahan baku yaitu bahan baku langsung dan bahan baku tidak langsung. Berikut penjelasannya:

1. Bahan Baku Langsung/ Direct Material

Maksud bahan baku langsung (direct material) adalah jenis bahan baku yang merupakan bagian dari barang jadi yang akan dihasilkan. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku langsung, akan mempunyai hubungan yang erat dan sebanding dengan jumlah barang jadi yang dihasilkan.

Contoh bahan baku langsung:

  • Dalam proses produksi mie instan. Contoh bahan baku tidak langsungnya adalah tepung terigu dan telur.
  • Jika barang jadi yang dihasilkan berupa lemari atau meja, maka contoh bahan baku langsungnya yaitu kayu.

2. Bahan Baku Tidak Langsung/ Indirect Material

Bahan baku tidak langsung (indirect material) merupakan bahan penting untuk memfasilitasi proses produksi. Namun, sesuai namanya bahan baku jenis ini tidak terlibat secara langsung dalam proses akhir.

Contoh bahan tidak baku langsung:

  • Dalam produksi produk furniture, contoh bahan baku tidak langsung yaitu cat, paku, lem dan lain-lain.

10 Faktor yang Mempengaruhi Persediaan Bahan Baku

Berbagai faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku akan saling berkaitan antara faktor yang satu dengan faktor yang lainnya.

Menurut Agus Ahyari yang dikutip dalam repository.stei.ac.id yang diunggah DI Putra dan e-book Manajemen Operasi karya M. Syamsul Maarif, berikut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku:

1. Harga

Faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku yaitu harga. Harga bahan baku akan menjadi faktor penentu berapa besar biaya/dana yang harus disediakan oleh perusahaan, dalam menyelenggarakan persediaan bahan baku. Artinya, semakin tinggi harga, maka semakin besar juga biaya untuk pengadaan bahan baku.

2. Perkiraan Pemakaian Bahan Baku

Pihak manajemen perusahaan akan mengadakan penyusunan perkiraan pemakaian bahan baku, dalam rangka untuk keperluan proses produksi dalam perusahaan. Hal ini dilakukan sebelum perusahaan mengadakan pembelian bahan baku.

Adanya perkiraan tersebut, membuat manajemen perusahaan akan mempunyai gambaran tentang pemakaian bahan baku untuk pelaksanaan proses produksi. Misalnya, baik untuk jenis bahan bakunya maupun jumlahnya.

3. Biaya-biaya Persediaan

Perusahaan akan menanggung biaya-biaya persediaan untuk menyelenggarakan persediaan bahan baku. Biaya-biaya persediaan meliputi biaya penyimpanan dan biaya pemesanan.

Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 Tahun 2014, ada beberapa jenis biaya persediaan, yaitu:

  • Biaya pembelian
  • Biaya konversi
  • Biaya lain-lain
  • Biaya persediaan pemberi jasa.

4. Pemakaian Bahan Baku

Dalam hal ini, pemakaian bahan baku dalam tahun-tahun sebelumnya untuk keperluan produksi perusahaan, bisa dijadikan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam penyelenggaraan bahan baku selanjutnya.

Hubungan antara perkiraan pemakaian bahan baku dengan pemakaian bahan baku, sejatinya memerlukan analisis yang baik. Tujuannya agar penyelenggaraan persediaan bahan baku dalam perusahaan berjalan dengan efisien.

5. Kebijakan Pembelanjaan

Kebijakan pembelanjaan termasuk faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku. Dalam penyelenggaraan persediaan bahan baku, kebijakan pembelanjaan yang dilakukan perusahaan akan menentukan seberapa besar dana yang bisa digunakan untuk investasi (dalam persediaan bahan baku).

Kebijakan pembelanjaan ditentukan berdasarkan sifat dari bahan baku itu sendiri. Misalnya, untuk bahan yang cepat rusak (perishable), penyimpananya tidak boleh dilakukan terlalu lama.

Mungkin bisa saja disimpan lama, asalkan ada alat yang bisa membantu bahan bertahan. Contohnya bahan makanan bisa ditempatkan di freezer atau kulkas.

6. Model Pembelian Bahan Baku

Model pembelian bahan yang digunakan perusahaan menjadi penentu besar kecilnya persediaan bahan baku yang diselenggarakan perusahaan. Jadi, model pembelian bahan baku yang berbeda, akan bisa menghasilkan jumlah pembelian optimal yang berbeda juga.

7. Waktu Tunggu (Lead Time)

Waktu tunggu yaitu tenggang waktu dari pemesanan bahan baku dengan datangnya bahan baku yang dipesan. Waktu tunggu ini akan berhubungan langsung dengan penggunaan bahan baku.

Apabila pemesanan bahan baku yang akan dipergunakan tidak memperhitungkan waktu tunggu, maka kemungkinan akan terjadi kekurangan bahan baku. Sehingga, hal tersebut bisa menghambat proses produksi.

8. Persediaan Pengaman

Adanya persediaan pengaman akan membuat proses produksi bisa berjalan dengan lancar, tanpa adanya masalah terkait kehabisan bahan baku. Biasanya, persediaan pengaman diselenggarakan pada suatu periode dalam suatu jumlah tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.

9. Pembelian Kembali

Dalam menjalankan operasinya, perusahaan akan melakukan pembelian kembali bahan baku secara berkala. Pembelian kembali bahan baku akan mempertimbangkan tentang panjangnya waktu tunggu yang diperlukan, sehingga bisa mendatangkan bahan baku tepat pada waktunya.

10. Pemakaian Senyatanya

Pemakaian senyatanya atau riil menjadi faktor yang mempengaruhi persediaan bahan baku terakhir. Pemakaian yang riil merupakan pemakaian bahan baku dari data tahun-tahun sebelumnya. Dari pemakaian riil tahun sebelumnya inilah, akan dilakukan proyeksi (forecasting) untuk pemakaian tahun depan.

Itu tadi penjelasan arti bahan baku adalah bahan utama yang digunakan untuk awal proses produksi. Detikers jadi tahu kan, kalau jenis bahan baku itu ada bahan baku langsung dan bahan baku tidak langsung.



Simak Video "Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT