Perhitungan Modal Usaha Pecel Lele dan Cara Memulainya

ADVERTISEMENT

Perhitungan Modal Usaha Pecel Lele dan Cara Memulainya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Sabtu, 01 Okt 2022 08:45 WIB
20 Pecel Lele Lamongan Ada di Sini
Foto: iStock
Jakarta -

Siapa sih yang nggak tahu pecel lele? Warung tenda pecel lele termasuk bidang usaha kuliner.

Walaupun biasanya berbentuk warung bertenda atau dengan terpal di pinggir jalan, pecel lele juga bisa menjadi bisnis yang menjanjikan untuk saat ini lho detikers. Alasannya, pecel lele telah menjadi salah satu makanan yang banyak disukai masyarakat Indonesia. Sehingga, peluang untuk larisnya cukup tinggi.

Dalam jurnal tentang kiat pemasaran usaha pecel lele oleh Farin Kharisma, dkk, menuliskan bahwa asal pengusaha atau pedagang pecel lele umumnya berasal dari pulau Jawa, seperti Solo, Semarang, Lamongan dan lain-lain. Tapi, ada juga kok yang berasal dari luar Jawa.

Usaha pecel lele cenderung tidak memerlukan banyak pekerja (jika dalam bentuk warung tenda). Paling sedikit 1 orang saja sudah cukup.

Menariknya, bahkan orang yang sering dijadikan karyawannya itu merupakan saudara atau teman sekampung halaman dari pengusaha pecel lele tersebut. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang perhitungan modal dan tips atau cara buka usaha pecel lele. Simak penjelasannya di bawah ini yuk!

Perhitungan Modal Usaha Pecel Lele

Mengutip e-book bertajuk 101 Bisnis Laris Manis Modal di Bawah 10 Juta oleh Yudha Satria, berikut merupakan contoh rincian modal usaha buka pecel lele:

Modal Awal Usaha Pecel Lele

  • Persiapan tempat usaha (tenda, kursi, meja, gerobak, tenda, tikar dan lain-lain): Rp 6.000.000
  • Peralatan memasak: Rp 900.000
  • Perlengkapan makan, minum, wadah tisu dan lain-lain: Rp 250.000

Total modal awal: Rp 7.150.000

Biaya Operasional

  • Pembelian bahan-bahan baku (ikan lele, beras, tempe, tahu, sayur lalapan, dan lain-lain): Rp 1.200.000
  • Sewa tempat: Rp 300.000
  • Gaji 2 orang pekerja (jika ada): Rp 1.200.000 (per orang Rp 600.000)
  • Biaya transportasi Rp 400.000
  • Listrik dan lain-lain: Rp 400.000

Total biaya operasional Rp 3.500.000

Total modal + biaya operasional = Rp 10.650.000

Jadi, sekitar Rp 10 jutaan itu bisa jadi modal untuk membuka usaha pecel lele.

Omzet Usaha Pecel Lele

Berapa omset pecel lele? Berikut merupakan contoh dari perhitungan keuntungan/omzet usaha pecel lele:

Omzet penjualan: Rp 180.000/hari x 30 hari (1 bulan) = Rp 5.400.000

Perkiraan omzet per bulan usaha pecel lele:

Potensi pendapatan - biaya operasional

= Rp 5.400.000 - Rp 3.500.000

= Rp 1.800.000

Cara Memulai Usaha Pecel Lele

1. Menentukan Lokasi Strategis

Dalam membuka bisnis, tentu kita perlu memilih lokasi yang strategis. Lokasi atau tempat ini akan sangat menentukan kelanjutan bisnis untuk ke depannya.

Dalam menentukan lokasi jualan pecel lele, usahakan agar tempatnya mudah dilihat, sering dilalui orang hingga punya lahan parkir yang cukup (nggak sempit banget).

Untuk bisnis pecel lele kaki lima, kamu bisa buka area pinggir jalan karena banyak dilalui orang. Ada juga pengusaha yang memilih untuk membuka toko sendiri, yang dibuka di sekitaran perumahan.

2. Menentukan Waktu Jualan

Cara memulai usaha pecel lele selanjutnya yaitu menentukan waktu jualan yang tepat. Biasanya, warung tenda pecel lele buka pada sore hari hingga tengah malam.

Waktu yang efektif berjualan pecel lele mungkin bisa mulai pukul 17.00-24.00. Pasalnya, ada juga beberapa lokasi strategis yang masih banyak pelanggan hingga dini hari.

3. Tawarkan Aneka Menu

Seperti kita tahu, bahwa usaha pecel lele memang banyak dijalankan orang maka dari itu persaingannya juga cukup tinggi. Oleh sebab itu, untuk bisa bersaing kamu bisa menawarkan menu yang bisa menarik pelanggan.

Walaupun namanya usaha pecel lele, kamu bisa tawarkan berbagai menu lainya. Misalnya, menu ayam, seafood, cah kangkung, ikan nila, ikan bawal, pilihan sambal dan lain-lain.

4. Kualitas Rasa

Tips untuk jualan pecel lele lainnya yaitu memperhatikan kualitas rasa. Tentunya rasa makanannya harus enak dong baik menurutmu maupun menurut orang yang memakannya. Rasa yang nikmat juga dipengaruhi dengan pemilihan bahan-bahan yang berkualitas.

5. Harga yang Bersaing

Umumnya harga menu di warung pecel lele tidak terlalu beda. Dalam hal ini, kamu bisa mematok harga yang umum di sekitar wilayah jualan kamu.

Penentuan harganya juga harus bisa tetap bersaing ya. apabila kamu ingin mematok harga lebih, cobalah buat kualitas yang lebih baik yang membedakan makananmu dengan makanan di usaha pecel lele yang lain.

6. Memberikan Pelayanan yang Baik

Dalam berusaha, pelayanan pelanggan juga menjadi hal penting. Pasalnya, jika kita melayani pelanggan dengan ramah, sopan, dan cekatan mereka akan sangat senang.

Bahkan pelayanan juga bisa menentukan citra usaha pecel lele kamu. Pelayanan yang baik akan menciptakan kepuasan pelanggan.

7. Promosi di Media Sosial

Walaupun hanya usaha pecel lele, di zaman sekarang kamu bisa promosikan jualan pecel lele kamu lewat berbagai platform di media sosial lho.

Misalnya, posting foto makanan kamu di Instagram, buat konten video di TikTok, promosi lewat Twitter dan lain-lain. Jadi, promosi di sosial media bisa jadi cara usaha memulai pecel lele yang kekinian.

8. Menjaga Kebersihan Tempat Jualan

Warung pecel lele yang di pinggir jalan, umumnya identik dengan tempat yang kurang bersih. Dalam hal ini, kamu perlu menjaga kebersihannya ya.

Pasalnya, itu juga menjadi faktor yang mempengaruhi pelanggan untuk beli pecel lele di warung kamu lho. Dengan hal itu, pelanggan akan lebih senang dan nyaman jika makan di tempat pecel lele kamu.

Nah, itu tadi penjelasan dari estimasi modal usaha pecel lele. Detikers jadi tahu bukan, apa saja yang diperlukan untuk jualan pecel lele?



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT