ADVERTISEMENT

Apakah yang Dimaksud dengan Endorse? Simak di Sini!

Adelaide Wreta - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 05:00 WIB
Smiling African American woman vlogger demonstrating reviewing cosmetics, beauty blogger recording unboxing video at home, using digital camera, holding cardboard box with online store order
Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Endorse merupakan bentuk kerja sama yang akan selalu dibutuhkan perusahaan atau suatu brand karena berbagai manfaat yang diberikannya. Secara singkat, endorse berpotensi memberikan keuntungan berlebih kepada suatu perusahaan atau brand.

Tanpa penggunaan endorse, suatu brand mungkin kesulitan dalam memperluas audience atau penjualannya. Lantas, apa itu endorse? Berikut adalah penjelasan lengkapnya!

Pengertian Endorse

Istilah endorsement berasal dari kata endorse dalam bahasa Inggris, yang berarti menyokong calon atau saran. Dengan kata lain, endorsement dapat diartikan sebagai dukungan atau sokongan. Endorsement biasanya menjadi hubungan kerja sama yang dibangun antara suatu merek atau toko dengan artis atau tokoh berpengaruh tertentu sebagai ajang promosi.

Sementara itu, Musdalifa dalam jurnal Pengaruh Promosi (Endorse) Selebgram terhadap Minat Beli Konsumen di Era Digital menjelaskan endorsement sebagai meminta dukungan kepada orang-orang yang memiliki banyak pengikut di media sosial seperti Instagram untuk memperkenalkan produk kepada khalayak atau publik.

Umumnya, endorsement dilakukan dengan cara suatu merek atau toko memberikan produknya kepada artis atau tokoh berpengaruh, kemudian tokoh tersebut diwajibkan untuk membuat foto atau video dan memberikan ulasan terkait produk yang diterimanya. Ulasan tersebut akan dipublikasikan ke media sosial dan dianggap sebagai testimoni.

Manfaat dari Endorse untuk Bisnis

Ada empat manfaat dari penggunaan endorsement untuk bisnis, yaitu:

1. Menciptakan Brand-Awareness

Salah satu cara untuk menciptakan brand awareness adalah dengan berkolaborasi dengan selebriti terkenal. Semakin baik keterlibatan endorsement artis dalam sebuah brand, maka semakin tinggi daya tarik dan tingkat kesadaran masyarakat terhadap brand tersebut.

2. Meningkatkan Penjualan

Secara tidak langsung, endorsement dapat meningkatkan penjualan secara signifikan. Promosi yang kreatif akan menarik follower endorser untuk mencari tahu lebih jauh tentang brand yang dipromosikan. Terlebih, sebagian besar dari mereka akan langsung memesan produk yang dipromosikan oleh influencer favoritnya agar dapat memiliki pengalaman yang serupa dengan idolanya saat menggunakan produk tersebut.

3. Promosi yang Efektif

Pilihlah public figure atau influencer yang memiliki pengaruh besar terhadap target audiens brand. Misal, untuk bisnis pernikahan, carilah influencer yang sedang merencanakan pernikahan. Umumnya, figur publik membagikan momen pertunangan mereka kepada para pengikutnya. Moment tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghubungi mereka dan menawarkan layanan melalui endorsement. Jika pernikahannya sukses besar, semakin banyak calon pengantin yang akan mencari jasa yang sama.

4. Meningkatkan Kredibilitas

Jika suatu brand sukses melakukan kolaborasi dengan orang yang berpengaruh, kredibilitas produk atau jasa brand akan semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat. Selain itu, ada kemungkinan brand tersebut menjadi topik hangat di kalangan masyarakat, yang akan memberikan kontribusi kesadaran yang menjanjikan untuk sang brand.

Cara memilih Influencer untuk Endorse yang Tepat

Pemilihan influencer untuk endorse suatu merek tidak dapat dilakukan sembarangan. Suatu merek perlu memilih influencer yang sesuai dengan pasarnya agar meraih target audiens yang maksimal. Berikut adalah 10 cara yang perlu diperhatikan dalam memilih influencer yang tepat:

1. Menetapkan Tujuan Kampanye

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menetapkan tujuan kampanye, seperti apa yang diincar atau ingin diraih suatu brand ketika ingin berkolaborasi dengan seorang influencer. Hal ini dapat meliputi:

  • Brand awareness
  • Pembuatan konten
  • Peningkatan penjualan atau pengunduhan aplikasi
  • Peningkatan pengikut di media sosial

2. Audiens

Setelah menentukan goals atau tujuan, suatu brand dapat memilih influencer yang audiensnya tepat atau cocok dengan mereka, mulai dari umur, demografik, dan gender. Semakin tepat pemilihan audiensnya, semakin mudah juga bagi influencer untuk mengomunikasikan produknya pada audiens.

3. Engagement Rate

Engagement rate atau tingkat keterlibatan menunjukkan seberapa baik audiens menanggapi konten influencer. Keterlibatan yang baik menunjukkan bahwa audiens benar-benar peduli dengan apa yang dipublikasikan influencer.

Untuk mengetahui engagement rate suatu postingan, tambahkan jumlah total suka dan komentar yang didapat influencer pada sebuah postingan. Brand harus membagi totalnya dengan jumlah pengikut influencer, lalu kalikan hasilnya dengan 100. Untuk menemukan tingkat keterlibatan rata-rata profil Instagram, suatu brand harus menemukan tingkat keterlibatan rata-rata selama minimal 10 posting.

Selain menghitung tingkat keterlibatan, brand juga harus memeriksa apakah influencer meluangkan waktu untuk menanggapi pengikut mereka. Influencer yang bereaksi cepat terhadap komentar mengembangkan hubungan yang baik dengan pengikut mereka sehingga pengikut mereka kemungkinan besar menginvestasikan uangnya untuk produk-produk yang dipromosikan.

4. Relevansi

Penting bagi perusahaan untuk berkolaborasi dengan influencer yang cocok untuk brand-nya. Suatu brand harus mampu membayangkan produk atau layanannya diiklankan di profil media sosial seorang influencer. Sebagai contoh, promosi untuk perusahaan real estate akan terlihat salah tempat ketika berada di Instagram influencer makanan & minuman.

5. Autentik

Influencer yang otentik kemungkinan besar memiliki pengikut yang berdedikasi. Mereka mampu membangun loyalitas dan kepercayaan audiens dengan menjadi ahli di ceruk pasar mereka, seperti makanan & minuman atau mode. Mereka menunjukkan keahlian mereka dengan berbagi cerita, tips, dan saran pribadi yang tulus bersama dengan postingan mereka.

Untuk mengukur keaslian atau seberapa otentik seorang influencer, brand dapat menelusuri caption keterangan influencer pada postingan nonsponsor dan bersponsor. Cari caption yang dipikirkan dengan matang dan menyampaikan sebuah cerita. Untuk postingan bersponsor, caption influencer harus bermanfaat bagi audiens mereka.

Influencer dapat menyoroti mengapa mereka mempromosikan produk atau layanan merek, bagaimana produk atau layanan tersebut dapat digunakan, atau mengapa mereka menyukai merek tersebut.

6. Nilai

Sebelum bekerja sama, brand perlu memperhatikan dan memeriksa apakah suatu influencer memiliki nilai yang sama dengan mereka. Sebagai contoh, pemilihan influencer menjadi salah ketika suatu brand nonvegan memberikan produknya kepada influencer yang vegan. Memiliki nilai yang sama akan memudahkan influencer untuk mendukung suatu brand dengan arah yang lebih positif.

7. Kualitas Konten

Saat bekerja dengan influencer, brand perlu memberikan kebebasan kepada influencer untuk berkreasi pada konten yang disponsori. Namun, brand juga perlu memastikan apakah kualitas dan gaya konten yang diberikan influencer cocok dengan citra brandnya.

8. Frekuensi

Saat menjelajahi profil Instagram influencer, periksalah seberapa sering influencer tersebut menerbitkan konten. Semakin sering dan aktif seorang influencer menerbitkan konten, audiens yang dibangun pun akan semakin loyal. Idealnya, profil yang aktif harus memublikasikan konten 1-3 hari sekali.

Perhatikan juga keseimbangan antara konten yang bersponsor dan konten yang non sponsor karena menerbitkan tiga atau lebih postingan bersponsor berturut-turut dapat berisiko pada penurunan kredibilitas.

9. Dapat Diandalkan

Untuk memastikan kolaborasi berjalan lancar dan efektif, influencer yang dipilih untuk bekerja sama harus dapat diandalkan. Jika influencer, misalnya, merupakan komunikator yang lambat, kolaborasi dapat tertunda dalam waktu yang lama. Influencer yang andal cenderung bersifat proaktif dan mereka biasanya membalas semua pesan dengan cepat dan profesional.

10. Kualitas Audiens

Saat mencari influencer, brand mungkin akan menemukan pengikut atau keterlibatan palsu pada akun-akun tertentu. Untuk mengeceknya, perhatikanlah kejanggalan berikut ini:

  • Kualitas konten buruk, tetapi jumlah pengikutnya tinggi.
  • Konten yang dipublikasikan sedikit, tetapi jumlah keterlibatan dan pengikutnya tinggi.
  • Influencer memiliki jumlah mengikuti yang lebih banyak daripada pengikutnya.
  • Profil anonim.

Itulah penjelasan mengenai endorse, yaitu upaya meminta dukungan kepada orang-orang yang memiliki banyak pengikut di media sosial untuk memperkenalkan produk kepada publik. Penggunaan endorsement dapat bermanfaat dalam menciptakan brand-awareness, meningkatkan penjualan, promosi yang efektif, dan meningkatkan kredibilitas.

Untuk memilih influencer yang tepat, setidaknya terdapat 10 hal yang perlu diperhatikan.



Simak Video "Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT