Mengenal Bisnis Digital, Jenis, Hingga Keuntungannya

ADVERTISEMENT

Mengenal Bisnis Digital, Jenis, Hingga Keuntungannya

Debora Danisa Kurniasih Perdana Sitanggang - detikFinance
Selasa, 04 Okt 2022 11:30 WIB
Business people are using Stock chart innovative technology. Mixed media, digital and online concept.
Foto: Getty Images/iStockphoto/ker_vii
Jakarta -

Bisnis digital menjadi salah satu pilihan bisnis yang paling banyak dicari pelaku usaha pemula saat ini. Sebab, ada berbagai keuntungan dari bisnis digital yang membuatnya lebih mudah dilakukan daripada bisnis konvensional, berkat adalah teknologi informasi yang semakin maju dan mutakhir.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lengkap mengenai bisnis digital, jenis-jenisnya, hingga keuntungan menjalankan bisnis digital. Bahkan jika Anda tertarik membuka bisnis digital, ada beberapa ide bisnis yang bisa Anda pilih di bawah. Simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Bisnis Digital?

Mengutip buku Business and Digital Economy oleh T Arief Pahlevi Pasha dan kawan-kawan, bisnis digital adalah suatu jenis usaha yang memanfaatkan kecanggihan teknologi ketika menciptakan sebuah produk atau memasarkannya. Dalam dunia bisnis digital dikenal istilah digital marketing yang menggunakan fasilitas internet dan teknologi informasi untuk memperluas dan meningkatkan fungsi marketing atau pemasaran tradisional.

Sedangkan dilansir situs podomorouniveristy.ac.id, bisnis digital adalah bisnis yang memanfaatkan alat-alat digital atau bisnis yang telah mengalami digitalisasi. Bisnis digital memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi untuk menciptakan sebuah produk maupun memasarkannya. Bisnis digital biasanya tidak terbatas hanya menjual produk saja, melainkan juga menjual jasa.

Jenis Bisnis Digital

Mengutip podomorouniversity.ac.id, ada beberapa bisnis digital yang dikenal, yakni marketplace, e-commerce, subscription, dan ad-supported. Berikut penjelasannya lebih lengkap.

1. Marketplace

Marketplace adalah sebuah bisnis digital di mana pemilik usaha menyediakan sarana bagi orang lain untuk berjualan di platform milik mereka. Contohnya seperti beberapa marketplace yang kita kenal, yang sering disebut si ijo dan si oren. Dengan kata lain, marketplace adalah wadah yang mempertemukan antara penjual dan pembeli serta mempermudah transaksi antara keduanya.

2. E-commerce

Jenis ini sering dianggap sama dengan marketplace, tetapi sebenarnya memiliki perbedaan. Bisnis digital e-commerce dilakukan langsung oleh perusahaan atau produsen dengan menyediakan produk sekaligus memasarkan produk buatan mereka. Contohnya adalah website milik retail pakaian yang memungkinkan pelanggan memesan langsung dari website tersebut.

3. Ad-supported

Jenis bisnis digital ini biasanya diterapkan oleh media sosial yang penggunanya tidak perlu membayar biaya langganan bulanan. Meskipun pengguna tidak membayar, media sosial tersebut tetap mendapatkan pemasukan dengan model bisnis ad-supported, di mana mereka akan mendapat keuntungan dari iklan, sponsor, dan promosi yang ditayangkan melalui platform media sosial tersebut.

4. Subscription

Jenis bisnis digital subscription hidup dari biaya berlangganan yang dibayarkan penggunanya. Model bisnis digital ini umumnya diterapkan oleh platform streaming, bacaan, dan hiburan lainnya. Bisnis digital subscription merupakan pengembangan dari model bisnis berlangganan zaman dulu yang mengharuskan pelanggan membayar biaya langganan bulanan untuk mendapatkan koran atau majalah.

Keuntungan Bisnis Digital

Karena teknologi yang semakin canggih dan mutakhir, menjalankan bisnis digital menjadi pilihan yang sangat menjanjikan. Berikut sederet keuntungan bisnis digital mengutip podomorouniversity.ac.id.

1. Menjangkau Konsumen Lebih Luas

Dengan menggunakan teknologi digital, suatu bisnis akan dapat menjangkau konsumen dan target pasar yang lebih luas. Tidak lagi terbatas wilayah dan waktu. Kita bisa melayani transaksi dengan klien yang berada di belahan dunia lain, selama masih tersambung dengan internet. Dengan pasar yang semakin luas, bisnis kita pun bisa lebih cepat berkembang dan keuntungan finansial yang didapatkan bisa lebih besar.

2. Mendorong Inovasi

Terbukanya pasar yang luas juga akan mendorong kita sebagai pelaku usaha untuk melakukan inovasi secara berkelanjutan. Sebab, tanpa inovasi, produk atau layanan yang kita tawarkan bisa kalah oleh pesaing lain. Bisnis digital memungkinkan semua orang menjadi pesaing tanpa melihat batasan wilayah atau bahkan demografi konsumen.

3. Memberikan Lebih Banyak Alternatif untuk Konsumen

Beragam inovasi yang dilakukan pun membuat konsumen akan memiliki lebih banyak alternatif. Bahkan kebutuhan yang dulunya tidak tersedia secara komersil, sekarang sudah tersedia, seperti jasa hapus akun atau jastip untuk konsumen yang berada jauh dari supplier.

4. Modal Tidak Harus Besar

Untuk memulai bisnis digital, modal yang kita perlukan tidak harus besar. Bisnis digital memungkinkan kita untuk membuka usaha dengan modal seminim mungkin, yang penting kita punya sambungan internet dan gawai atau gadget untuk operasional. Tidak perlu sewa tempat atau kios.

Contoh Bisnis Digital

Berikut beberapa contoh ide bisnis digital yang mungkin bisa Anda lakukan, mengutip situs bfi.co.id.

1. Jasa Desain Grafis

Ide bisnis ini termasuk salah satu yang paling ramai dicari saat ini, karena banyak orang membutuhkan desain visual, baik pribadi maupun perusahaan. Jika memiliki kemampuan desain grafis, kita dapat membuka bisnis ini untuk pembuatan logo, poster, banner, dan sebagainya.

2. Jasa Pembuatan Website

Jasa lainnya yang tidak kalah ramai dicari adalah jasa pembuatan website, mengingat banyak pihak seperti pengusaha menengah atau organisasi yang membutuhkan website sebagai media informasi dan komunikasi. Ide bisnis ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki kemampuan bahasa pemrograman atau coding.

3. Konsultan Digital Marketing

Kegiatan pemasaran kini banyak menggunakan teknologi digital, yang dikenal juga dengan istilah digital marketing. Beberapa pelaku usaha kecil dan menengah tidak memiliki tim digital marketing yang cukup, sehingga butuh jasa dari pihak ketiga seperti konsultan digital marketing. Untuk menjalankan bisnis sebagai konsultan digital marketing, pastikan kita sudah memiliki keahlian khusus dan memahami cara kerja digital marketing.

4. Influencer

Tingginya animo audiens dalam menggunakan media sosial membuat usaha sebagai influencer pun sangat menguntungkan. Influencer kebanjiran pendapatan dari tingginya engagement, konten yang menarik, jumlah follower yang banyak, hingga kerja sama dengan pihak lain atau endorse.

5. YouTuber

Hampir sama dengan influencer, YouTuber juga hidup dari konten yang dibuatnya. Jumlah penonton YouTube saat ini sangat tinggi, sehingga kita berkesempatan untuk mendapatkan jumlah penonton yang signifikan. Jika memiliki kemampuan menggunakan kamera untuk merekam dan editing video, kita bisa menjadi YouTuber.

6. Content Writer

Content writer bertugas untuk menulis konten yang dapat menarik minat pembaca terhadap sesuatu yang dibahas dalam tulisan tersebut. Bisa jadi tentang suatu produk atau promosi layanan tertentu. Karena itu, jika ingin menjadi content writer, kita harus memiliki kemampuan menulis dan memahami konten seperti apa yang akan menarik minat audiens untuk membacanya.

7. Bisnis Afiliasi

Bentuk lainnya adalah bisnis afiliasi, di mana kita memasarkan produk milik pihak lain dengan imbalan berupa komisi apabila kita berhasil menjual produk tersebut pada konsumen. Beberapa e-commerce menjalankan bisnis afiliasi ini untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan meningkatkan penjualan dengan melibatkan semakin banyak SDM.

Sekarang detikers sudah lebih memahami tentang bisnis digital. Apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis digital? Semoga berhasil ya, detikers!



Simak Video "Awas! Gelombang Ganas PHK"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT