3 Contoh Executive Summary dan Cara Membuatnya

ADVERTISEMENT

3 Contoh Executive Summary dan Cara Membuatnya

Rully Desthian Pahlephi - detikFinance
Selasa, 04 Okt 2022 15:41 WIB
Contoh executive summary.
Foto: Kenny Eliason/Unsplash
Jakarta -

Ketika kamu ingin membuka sebuah bisnis, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah executive summary atau ringkasan eksekutif. Sebagai pelaku bisnis, kamu harus mempelajari cara membuatnya, termasuk dengan memperhatikan contoh executive summary.

Executive summary termasuk ke dalam perencanaan bisnis atau business plan. Seorang pelaku bisnis perlu membuat executive summary terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia bisnis.

Lalu, apa itu executive summary dan bagaimana cara membuatnya? Mari simak penjelasan di bawah ini!

Pengertian Executive Summary

Executive summary atau ringkasan eksekutif adalah sebuah singkatan yang menjadi titik perhatian rencana bisnis. Dikutip dari buku Pemahaman Strategi Bisnis dan Kewirausahaan karya Arif Yusuf Hamali, tujuan dari executive summary adalah untuk memberikan gambaran rencana bisnis perusahaan yang dibuat seorang pengusaha kepada pembacanya.

Jadi, executive summary terdiri dari beberapa komponen yang menggambarkan bisnis, seperti target pasar, produk, keuangan, dan lain sebagainya. Jika kamu bisa membuat ringkasan eksekutif yang menarik, maka pembaca juga akan menganggap bahwa bisnis yang akan kamu jalankan adalah sebuah bisnis yang menarik.

Dari penjelasan di atas, tentu kamu menyadari bahwa executive summary adalah sesuatu yang penting. Pasalnya, bagian ini merupakan bagian awal yang akan dilihat orang lain tentang rencana bisnismu, termasuk investor.

Jika kamu ingin mendapatkan investor, maka kamu harus bisa meyakinkannya. Salah satunya dengan cara menyampaikan gambaran yang baik melalui executive summary.

Manfaat Executive Summary

Dilansir dari Corporate Finance Institute, manfaat utama dari executive summary adalah untuk meringkas rencana bisnis agar terlihat singkat. Hal ini perlu dilakukan karena banyak orang termasuk investor, tidak punya banyak waktu untuk membaca business plan secara menyeluruh.

Karena hal tersebut, biasanya mereka hanya membaca executive summary yang sudah kamu buat. Jika dianggap menarik, maka kemungkinan besar investor akan menanamkan modalnya di bisnismu. Oleh karena itu, membuat executive summary yang baik adalah sesuatu yang sangat penting bagi setiap pelaku bisnis.

Cara Membuat Executive Summary

Untuk menciptakan executive summary yang baik, kamu perlu mengikuti beberapa langkah tertentu. Berikut adalah langkah-langkahnya.

1. Susun Bagian Pembuka Secara Menarik

Bagian pembuka adalah adalah bagian pengenalan bisnis. Pada bagian ini, kamu harus bisa merangsang keingintahuan pembaca untuk membaca bagian-bagian selanjutnya.

2. Deskripsikan Produk yang Ditawarkan

Hal yang akan ditawarkan kepada pelanggan adalah produk, maka dari itu kamu harus mampu menciptakan produk dengan baik. Setelah itu, berikan gambaran untuk produk tersebut pada executive summary.

3. Sebutkan Kelebihan Utama

Investor tentu akan tertarik kepada bisnis yang mempunyai kelebihan yang menarik. Untuk itu, kamu perlu menciptakan bisnis yang menarik dan menuangkan gambarannya pada ringkasan eksekutif.

4. Jelaskan Model Bisnis yang Ingin Digunakan

Pemilihan model bisnis akan menjadi salah satu pertimbangan investor dalam membuat keputusan. Untuk itu, kamu perlu menjelaskan bagaimana bisnismu akan berjalan, bagaimana kamu bersaing dengan kompetitor, dan bagaimana posisi bisnismu di mata pelanggan.

5. Tambahkan Laporan Keuangan

Kamu perlu mencantumkan hal-hal penting yang berkaitan dengan keuangan bisnis yang ingin kamu jalankan. Beberapa aspek yang bisa kamu masukkan pada bagian ini seperti jumlah penjualan per bulan, keuntungan yang didapatkan, serta modal yang sudah dimiliki.

6. Gunakan Bahasa yang Tepat

Kamu juga perlu membuat ringkasan eksekutif dengan bahasa yang tepat sehingga pembaca akan merasa nyaman ketika membacanya. Untuk itu, kamu perlu mengetahui siapa pembacanya supaya kamu bisa mencocokkan dengan bahasa yang digunakan.

7. Pastikan Panjangnya Pas

Executive summary memiliki tujuan untuk memberikan gambaran bisnis dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, kamu harus membuatnya dengan singkat namun tetap bisa menyampaikan pesan yang dimaksud.

Contoh Executive Summary

1. Perencanaan Pendirian Usaha Bolu Kukus Green Tea (Bostea)

Rencana pendirian usaha Bostea adalah perencanaan usaha dengan melakukan modifikasi terhadap salah satu makanan hidangan meja saat acara.

Bolu merupakan salah satu jenis makanan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bolu sendiri merupakan salah satu kue yang ada di meja saat ada acara resmi ataupun tidak resmi.

Melihat potensi pangsa pasar dan penjualan yang cukup tinggi, maka bisnis Bostea masih sangat terbuka luas. Selain itu, Bostea akan selalu memberikan keunggulan, dengan berbagai macam cara seperti memberikan harga yang bersaing, mengedepankan kualitas, serta berinovasi dalam proses produksi.

Untuk itu penulis mengharapkan usaha Bolu Kukus Green Tea dapat berjalan dan memberikan prospek yang baik, serta mampu melestarikan dan berinovasi dengan makanan tradisional Nusantara.

Berdasarkan hasil dari analisis kelayakan usaha menggunakan Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return dapat disimpulkan bahwa Bolu Kukus Green Tea dinyatakan layak untuk dijalankan dan memiliki peluang usaha yang baik di masa yang akan datang.

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Berdirinya Usaha
Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan dalam berbagai aspek, terutama dibidang kuliner. Indonesia kaya akan kuliner tradisional dan sudah tak asing lagi bolu kukus sebagai makanan tradisional.

Bolu kukus merupakan makanan yang terbuat dari campuran tepung terigu, telur, dan bahan lainnya. Di Indonesia banyak home industri yang produksi bolu kukus ini. Di beberapa daerah di Indonesia bahkan memiliki bolu dengan ciri khasnya masing-masing.

Di Indonesia umumnya bolu kukus dihidangkan dengan rasa coklat dan dengan toping parutan keju atau coklat batangan. Melihat peluang ini maka akan dibuat usaha bolu kukus dengan rasa yang berbeda yaitu dengan rasa Green Tea dan dengan toping yang berbeda. Penulis memilih bolu kukus dikarenakan ingin berinovasi dengan salah satu makanan tradisional nusantara dan dengan keunikan bolu kukus greentea itu sendiri. Dengan latar belakang yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka usaha bolu kukus green tea diharapkan dapat menjadi peluang untuk menjalankan usaha.

1.2 Visi, Misi, dan Tujuan
1.2.1 Visi
Menjadikan usaha Bostea sebagai pelopor usaha modifikasi makanan tradisional bolu kukus pertama di Nusantara.

1.2.2 Misi
1. Memberikan dedikasi terbaik dalam menjalankan usaha.
2. Kreatif dan inovatif dalam memodifikasi bolu kukus menjadi bolu kukus greentea.
3. Mampu memberikan harga yang bersaing namun tetap mengedepankan kualitas.
4. Berdedikasi tinggi dalam pelayanan usaha sehingga konsumen dapat mencapai nilai kepuasannya.

1.2.3 Tujuan
1. Melestarikan dan memperkenalkan makanan tradisional bolu kukus.
2. Melakukan inovasi dan modifikasi bolu kukus menjadi bolu kukus green tea tanpa menghilangkan ciri khasnya.
3. Menghasilkan dan memberikan inovasi makanan nikmat yang berkualitas.
4. Memenuhi permintaan konsumen.

2. Gambaran Usaha
Usaha Bostea ini adalah usaha di bidang kuliner yang berkonsep makanan tradisional yang dimodifikasi.

Penjualan akan dilakukan secara online maupun offline. Secara online akan dipasarkan melalui media social seperti Instagram, Line dan Whatsapp. Untuk penjualan secara offline berlokasi di Jalan kavling marinir blok XB. No. 13, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Durasi kerja usaha ini yaitu 5 hari dalam seminggu atau 20 hari dalam sebulan.

Bostea ini terbuat dari bolu kukus yang dimodifikasi yaitu dengan menambahkan perasa green tea dan memberikan tambahan topping seperti parutan keju, parutan coklat, meses, taburan oreo. Makanan ini akan dikemas menggunakan plastik bening yang keras sebagai wadah sekaligus pembentuk dari Bostea itu sendiri.

Keunggulan dari Bostea ini yaitu kualitasnya yang terjaga dengan baik, harganya yang terjangkau untuk membuat perut kenyang dan rasa dari Bostea ini membuat masyarakat yang membuatnya merasa puas.

3. Aspek Pemasaran
3.1 Segmentasi, Targeting dan Positioning
3.1.1 Segmentasi
Segmentasi Bostea dari sisi geografi adalah Bolu kukus Greentea ini akan dipasarkan di wilayah Jakarta . Dari sisi demografi, Bolu Kukus Greentea ini ditujukan kepada semua kalangan, baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun lanjut usia. Dan dari sisi psikografis, Bolu Kukus Greentea akan cocok dipasarkan kepada masyarakat yang suka mengkonsumsi makanan ringan namun nikmat dan mengenyangkan.

3.1.2 Targeting
Target dari Bolu Kukus Greentea ini adalah masyarakat luas khususnya masyarakat daerah Jakarta.

3.1.3 Positioning
Positioning dari Bolu Kukus Greentea adalah harga yang diberikan cukup terjangkau, namun tetap mengedepankan dan memperhatikan kualitas dari Bolu greentea. Bolu Kukus Green Tea juga menerima pesanan baik secara offline maupun online dengan melalui social media seperti Line, Whatsapp, dan Instagram. Bolu Kukus Greentea melayani juga pemesanan baik secara jumlah kecil maupun besar.

3.4 Strategi Pemasaran Perusahaan Terhadap Pesaing
3.4.1 Produk (Product)
Dalam proses pembuatan bolu kukus green tea, bostea ini menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Tepung berkualitas tinggi, telur ayam, keju kemudian dikukus hingga matang sempurna. Dan disajikan dengan topping yang menggoda mata untuk segera mencicipinya.

3.4.2 Harga (Prize)
Harga yang ditawarkan untuk bolu ini Rp 3.000/pcs. Dan akan mendapat potongan diskon 5% dari total pembelian jika membeli diatas 100 pcs. Hal ini dilakukan untuk menarik minat dan daya beli konsumen.

3.4.3 Promosi (Promotion)
a. Sosial Networking
Promosi yang dilakukan Bostea adalah dengan memasarkan ke masyarakat luas melalui media sosial seperti Line, WhatsApp, dan Instagram.

b. Personal Selling
Dalam melakukan promosi Bostea ini selain melalui media sosial juga bisa dilakukan dengan cara word of mouth (WOM). Dengan cara ini promosi dilakukan dari mulut ke mulut pelanggan yang sudah mencoba membeli Bostea ini, cara ini juga akan cepat menyampaikan informasi dan lebih
cepat membuat costumer untuk segera membeli Bostea.

3.4.4 Placement
Lokasi penjualan Bostea ini akan berada di Kavling marinir blok XB. No. 13. Lokasi ini dipilih karena dekat dekat bahan baku dan tempat yang strategis untuk dijangkau masyarakat.

3.5 SWOT
3.5.1 Kekuatan (Strength)
a. Kualitas produk terjaga, dengan bahan baku tanpa pengawet
b. Harga yang ditawarkan terjangkau
c. Kondisi tempat penjualan yang strategis
d. Menggunakan tempat produksi yang steril
e. Pelayanan pelanggan yang baik

3.5.2 Kelemahan (Weakness)
a. Produk tidak tahan lama karena tidak menggunakan pengawet
b. Usaha yang belum banyak dikenal

3.5.3 Peluang (Opportunity)
Peluang bisnis Bolu Kukus Greentea ini masih cukup besar, di Jakarta sendiri permintaan akan makanan ringan tapi mengenyangkan sangat tinggi. Dengan kualitas terbaik yang diutamakan di Bolu Kukus Greentea ini, diharapkan usaha ini dapat menjadi pemasok makanan ringan favorit di Jakarta.

3.5.4 Ancaman (Threat)
a. Munculnya pesaing baru yang datang dan memiliki inovasi yang lebih menarik perhatian konsumen
b. Adanya masyarakat yang tidak menyukai Green Tea

4. Aspek Organisasi dan Manajemen
4.1 Organisasi dan Sumber Daya Manusia
Organisasi adalah perkumpulan atau wadah bagi sekelompok orang untuk bekerjasama, terkendali, dan terpimpin untuk tujuan tertentu.

Berikut merupakan aspek organisasi yang direncanakan oleh Bolu
Kukus Green Tea:
1. Nama Usaha : Bostea
2. Jenis Usaha : Kuliner
3. Alamat Usaha : Kavling marinir blok XB. No. 13
4. Nama Pemilik : Pradipta Arif Eko Isnanda

4.2 Perizinan
Dalam menjalankan bisnis, perizinan sangatlah penting untuk keberlangsungan bisnis. Dimana jika suatu usaha tidak memiliki izin dapat dikatakan bisnis tersebut bisnis ilegal. Untuk itu Bolu kukus Green Tea membutuhkan dari pemerintah pusat, dan Sate Tahu Bakso akan membutuhkan ijin usaha atau SITU (Surat Izin Tempat Usaha) dan ijin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) serta sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).

4.3 Kegiatan Pra Operasional
Sebelum memulai sebuah kegiatan usaha, diperlukan sebuah survei dan riset pasar yang digunakan untuk melihat seberapa besar peluang dan apa saja yang menjadi kebutuhan sebuah usaha dan apa yang diinginkan oleh setiap konsumen.

4.4. Kebutuhan Inventaris dan Supply Kantor
Stempel/cap = 1 buah
Kalkulator = 1 buah
Handphone = 1 buah
Laptop = 1 buah
Pena = 5 buah
Buku Kas 1 buah

Aspek Produksi
5.1 Proses Produksi
1. Tuang gula, telur, dan SP dalam wadah, kemudian aduk dengan mixer kecepatan tinggi selama 5 menit sampai adonan mengembang
2. Masukkan tepung terigu dan baking powder yang sudah diayak perlahan-lahan. Kurangi kecepatan mixernya
3. Kemudian masukkan susu cair, aduk kembali sampai rata
4. Warna asli dari bubuk green tea tidak terlalu hijau, warnanya hanya hijau pucat. Agar warna bolu lebih menarik, tambahkan 5 tetes pewarna makanan
5. Siapkan loyang, olesi permukaan loyang dengan minyak goreng. Lalu tuang adonan ke dalam loyang
6. Siapkan kukusan, masukkan loyang. Kukus selama 20 sampai 30 menit
7. Cek kematangan bolu dengan menusukkan garpu, apabila sudah matang maka bolu siap dihidangkan

5.2 Bahan Baku dan Bahan Pembantu
1. 125 gram tepung terigu serbaguna (ayak dulu)
2. 125 gram gula pasir
3. 2 butir telur
4. 100 ml susu cair
5. 2 sdm bubuk greentea
6. 1/2 sdt SP
7. 1/2 sdt baking powder
8. 1 Batang Keju parut
9. 1 batang coklat parut
10. 1/2 kg meses

5.3 Tenaga Produksi
Rekrutmen adalah praktik dan aktivitas apapun yang dilakukan dan dijalankan oleh organisasi, dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi dan menarik para karyawan potensial.

Dalam menjalankan usaha Bolu Kukus Greentea, Bostea akan membutuhkan bantuan tenaga kerja untuk melakukan kegiatan usaha setiap harinya. Mulai dari pemilihan bahan baku, pembuatan produk, hingga menjaga kualitas produk. Bostea menggunakan 3 orang tenaga produksi, dengan 3 karyawan.

5.4 Tanah, Gedung, dan Perlengkapannya
Untuk melakukan kegiatan usaha Bolu Kukus Green Tea akan dilaksanakan di Kavling Marinir Blok XB. No 13. Di lokasi itu akan dibuat satu tempat khusus produksi dan tempat khusus penjualan hasil produksi

6. Aspek Keuangan
6.1 Sumber Pendanaan

Modal Sendiri = Rp 8.000.000
Bantuan Orang tua = Rp 7.000.000
Total = Rp 15.000.000

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa total modal yang dibutuhkan oleh Bostea adalah sebesar Rp.15.000.000 berdasarkan dari total pengeluaran modal investasi, modal kerja, dan modal operasional Bostea selama satu tahun.

6.2Kebutuhan Modal Kerja

Tepung Terigu 125 gram Rp 5.000
Gula Pasir 125 gram Rp 5.000
Telur 2 butir Rp 6.000
Susu Cair 100 ml Rp 6.000
Bubuk Greentea 2 sdm Rp 10.000
SP 1/2 sdt Rp 12.000
Baking Powder 1/2 sdt Rp 10.000
Keju Batang 1 pcs Rp 18.000
Coklat Batang 1 pcs Rp 18.000
Meses 1/2 kg Rp 12.000

Total Rp 102.000

Keterangan di atas adalah untuk pembuatan 1 porsi.
Jika satu hari memproduksi sebesar 10 porsi makan Rp 102.000 × 10 = Rp 1.020.000.
Perbulan sebesar Rp 1.020.000 × 30 = Rp 30.600.000.
Pertahun maka Rp 367.200.000.

6.3 Analisis Kelayakan Usaha
Bostea memerlukan analisis kelayakan usaha untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu usaha. Metode yang digunakan adalah Payback Period dan Net Present Value. Perkiraan pendapatan Bostea 2018-2020, dapat diasumsikan kenaikan harga setiap tahunnya. 6% dan kenaikan penjualan setiap tahun sebesar 2%.

6.4 Payback Period
Payback period adalah jangka waktu tertentu yang menunjukkan terjadinya arus penerimaan secara kumulatif sama dengan jumlah investasi dalam bentuk present value. (Purwana, Hidayat 2016, h.132)

Adapun kriteria penghitungan payback period adalah semakin kecil periode waktu pengembaliannya semakin cepat proses pengembalian suatu investasi. (Purwana, Hidayat 2016, h.150).

Karena sisa kas tidak dapat dibagi lagi dengan kas bersih tahun ke-2, maka sisa dari perhitungan tahun pertama dibagi dengan kas bersih tahun ke-2 yaitu sebagai berikut:

Pp = Rp. 3.000.000 × 12 = 2 bulan
Rp. 14.000.000

Jadi kesimpulan yang didapatkan berdasarkan perhitungan diatas bahwa
Payback Period (PP) Bostea dapat diterima dan pengembalian investasi
berkisar 1 tahun 2 bulan.

2. Contoh Executive Summary Susu Murni

RINGKASAN EKSEKUTIF

Perusahaan Susu Kedelai "SARI ALAMI" direncanakan bertempat di Perumahan Telang Indah Gg. 3 Blok G no. 2 milik Sugiarto. Struktur organisasinya terdiri dari pimpinan kemudian di bawahnya diikuti bagian-bagian yang dibantu pekerja. Bagian-bagian itu antara lain ; bagian produksi, bagian pengadaan bahan baku, bagian keuangan, dan bagian pemasaran.

Usaha ini dipilih karena prospek pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sekarang ini cukup menjanjikan, kandungan gizi yang terkandung didalamnya memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan manusia serta mudah dalam pembuatanya. Hanya dengan teknologi dan peralatan yang sederhana, serta tidak diperlukannya keterampilan khusus, siapapun dapat melakukan pengolahan kedelai menjadi susu kedelai.

Susu kedelai yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dibungkus plastik ukuran 1/2 kg. Pada plastik akan disablon dengan label: Susu Kedelai "SARI ALAMI". Sasaran pasar produk susu kedelai ini utamanya adalah mahasiswa kampus universitas Trunojoyo dan Masyarakat sekitar Kamal-Bangkalan. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di etalase Fakultas Pertanian atau di Kopma, di toko atau warung-warung di sekitar perumahan Telang-Kamal-Bangkalan, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat. Adapun harga jual dari produk susu kedelai ini adalah Rp. 3.000 @ ukuran plastik 1/2 kg.

Promosi akan dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan tempat-tempat strategis lainnya. Selain itu juga akan memanfaatkan buletin yang terbit di kampus dan media internet sebagai sarana e-business.

Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar kedelai ini sangatlah besar melihat budaya masyarakat yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu daya beli konsumen terhadap produk ini cukup bervariasi dari konsumen elite hingga konsumen menengah bawah. Produk ini dapat dikonsumsi oleh semua golongan karena harganya yang relatif terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.

Total biaya usaha ini adalah Rp. 15.298.625 perbulan dan penerimaan per bulan Rp. 18.300.000 , sehingga pendapatan per bulannya adalah Rp. 3.001.375. Dengan R/C Ratio sebesar 1,197 dapat dilihat bahwa bisnis yang dipilih layak untuk dilakukan karena pelaku usaha dapat meraup keuntungan dari usaha yang dilakukan (R/C ratio > 1).

I. DESKRIPSI USAHA

A. Data perusahaan

Nama : Perusahaan Susu Kedelai "SARI ALAMI"

Tempat : Perumahan Telang Indah Gg. 3 Blok G no. 2

Basis operasi : Kamal-Bangkalan

Bentuk usaha : Perdagangan dengan pengembangan Usaha Mandiri Kecil & Menengah (UMKM)


B. Data Pengusaha

Nama : Sugiarto

Tempat,Tanggal Lahir : Sumenep, 28 januari 1991

Pendidikan :Sedang menempuh S1 Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo

C. Struktur Organisasi & Job Description

Job Descriptions

Pimpinan (Manager)

  • pemilik sekaligus pimpinan
  • bertanggung jawab terhadap jalannya usaha
  • koordinasi, pengawas, dan mengarahkan seluruh kegiatan
  • pengambil keputusan
  • sebagai quality control

Bagian Produksi

  • kepala bagian produksi mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdesc
  • bertanggung jawab terhadap persiapan dan proses produksi
  • bertanggung jawab terhadap makanan yang dipesan konsumen
  • menjaga kebersihan produk dalam proses produksi
  • cekatan dalam menjaga mutu produk, baik cita rasa, aroma, ataupun tekstur
  • mengemas hasil produksi
  • Bagian Pengadaan Bahan Baku
  • kepala bagian pengadaan bahan baku mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdesc
  • mencari informasi keberadaan bahan baku
  • melakukan pembelian bahan baku
  • menjaga mutu bahan sebelum diolah (ketika masih dalam penyimpanan)

4.Bagian Keuangan

  • kepala bagian keuangan mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai jobdesc
  • melaksanakan kegiatan keuangan dan administrasi
  • mencatat/pembukuan keuangan perusahaan
  • mengadakan dana untuk proses pembelian bahan dan proses
  • membuat laporan keuangan harian, mingguan, bulanan, triwulan, tahunan
  • bertanggung jawab terhadap sistem keuangan

Bagian Pemasaran

  • kepala bagian pemasaran mengkondisikan pekerja di bawahnya untuk bekerja sesuai job desc
  • mempromosikan dan memasarkan produk
  • mendistribusikan produk ke tempat pemasaran, misalnya; toko, warung, atau bahkan supermarket terdekat
  • melayani dengan ramah, menanggapi komplain konsumen dengan ramah dan senyum

D. Alasan Pemilihan Bisnis

Usaha pembuatan susu kedelai ini dipilih karena susu kedelai dikenal sebagai minuman fungsional, sebagai minuman yang bergizi tinggi.

Minuman yang merupakan hasil ekstraksi dari kedelai ini terutama sekali karena kandungan proteinnya, di samping mengandung lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor, zat besi, provitamin A, Vitamin B kompleks (kecuali B12), dan air.

Susunan asam amino hampir sama dengan susu sapi. Untuk itu produk ini tampaknya perlu diperhitungkan dalam menyusun pola menu sehari-hari bagi insan yang memperhatikan kesehatan.

Oleh karena itu prospek usaha pengolahan kedelai menjadi susu kedelai sekarang ini cukup menjanjikan, kandungan gizi yang terkandung didalamnya memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan manusia.

Kadar protein kedelai mencapai 35,6 % (berat kering), dan pada varietas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 % - 43 %. Kebutuhan protein yang bersumber dari protein hewani sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan 157,14 gram.

Selain itu tingginya harga susu sapi menjadi peluang/prospek usaha dengan menjadikan susu kedelai menjadi barang substitusi (pengganti) susu sapi, karena harga susu kedelai lebih murah daripada susu produk hewani sementara kandungan gizinya hampir sama. Faktor lain yang menjadikan usaha susu kedelai prospektif adalah mudah dalam pembuatanya.

Dengan teknologi dan peralatan yang sederhana, serta tidak diperlukannya keterampilan khusus, siapapun dapat melakukan pengolahan kedelai menjadi susu kedelai.

II. ANALISIS PEMASARAN

1. Product (produk)

Produk yang direncanakan untuk diproduksi adalah susu kedelai. Susu kedelai yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dikemas dalam plastik ukuran 1/2 kg. Pada plastik akan disablon dengan label: Susu Kedelai "SARI ALAMI". Produk yang dihasilkan memiliki manfaat dan kualitas yang tinggi. Sudah diketahui bahwa produk yang terbuat dari ekstrak kedelai ini memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk proses metabolisme tubuh.

2. Place (lokasi/distribusi)

Usaha ini berlokasi di Perumahan Telang Indah Gg. 3 Blok G no. 2. Adapun sasaran pasar produk susu kedelai ini adalah mahasiswa di kampus universitas Trunojoyo dan Masyarakat sekitar Kamal-Bangkalan. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di etalase Fakultas Pertanian atau di Kopma, di toko atau warung-warung di sekitar perumahan Telang-Kamal-Bangkalan, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.

3. Price (harga)

Penentuan harga jual dilakukan dengan cara menghitung biaya produksi ditambah biaya lain-lain dan tren yang berlaku. Jika produk yang menjadi idola (tren) harganya pun bisa dinaikan dari standar harga normal (misal pada saat cuaca panas atau ketika bulan puasa besar kemungkinan produk ini akan dibanjiri konsumen).

Adapun rencana harga jual dari produk susu kedelai ini adalah Rp. 3.000 @ ukuran plastik 1/2 kg.

4. Promotion (promosi)

Promosi akan dilakukan untuk mengenalkan produk ini kepada konsumen. Promosi akan dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan tempat-tempat strategis lainnya. Selain itu juga akan memanfaatkan buletin yang terbit di kampus dan media internet sebagai sarana e-business. Untuk promosi melalui internet akan dipromosikan lewat facebook dan situs-situs e-business lainnya seperti: berniaga.com dll. serta melalui blog pemilik usaha yaitu ;

sugiartoagribisnis.wordpress.com .

III. ANALISIS OPERASIONAL

1. Desain Produk

Susu kedelai yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan dikemas. Pengemasan disini dilakukan karena memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia usaha, karena pengemasan tidak sekedar memberi wadah dari dari produk yang dihasilkan tapi lebih pada pengembanan muatan misi dalam rangka persaingan pasar dan juga peningkatan penjualan. Di mana onsumen akan cenderung tertarik dengan produk yang dikemas dengan rapi dan menarik.

Fungsi kemasan tidak sebatas digunakan sebagai pelindung produk melainkan juga sangat mendukung terjaganya kualitas produk serta adanya peningkatan kelas (penampilan) imej yang baik. Jenis bahan kemasan yang digunakan adalah plastik ukuran 1/2 kg.

Selain itu, pada kemasan juga akan diberi label. Pemberian label di sini tidak hanya sekedar tulisan, tapi di dalamnya terkandung pesan-pesan tertentu yang disampaikan pada konsumen. Dengan harapan produknya dapat dikenal oleh konsumen luas, sehingga mudah dicari ketika dibutuhkan. Selain itu label juga berfungsi sebagai jaminan atas kualitas produk, sarana untuk merek dagang, logo perusahaan, nama dan alamat perusahaan, dan berat atau volume produk. Informasi yang ingin disampaikan kepada konsumen tersebut terangkum dalam tulisan yang dicetak pada kemasan produk. Maka pada kemasan plastik akan disablon dengan label: Susu Kedelai "SARI ALAMI" dan juga logo perusahaan, nama dan alamat perusahaan, dan berat atau volume produk.

2. Proses Produksi

Bahan:

Kedelai

Vanili

Gula pasir

Garam

Maizena

Air mineral (galonan)

Cara membuat:

Kedelai dicuci dan dibersihkan dari kotoran-kotoran seperti pasir, tangkai, dan kulit kedelai, kemudian direndam kurang lebih 2 jam.

Rebus kedelai yang telah bersih selama kira-kira 15 menit, lalu rendam dalam air bersih selama kira-kira 12 jam.

Cuci sampai kulit arinya terkelupas.

Lalu giling kedelai tersebut menggunakan mesin giling.

Campur kedelai yang sudah halus dengan air panas. Aduk-aduk campuran sampai rata.

Saring campuran dengan kain saring, sehingga diperoleh larutan/sari untuk susu kedelai.

Tambahkan gula pasir, vanili, coklat, dan garam ke dalam larutan susu, lalu aduk sampai rata dan panaskan hingga mendidih.

Setelah dingin susu kedelai yang sudah mengalami beberapa proses atau langkah-langkah diatas maka dikemas dan kini siap untuk dipasarkan.

IV. ANALISIS PELUANG PASAR & PESAING

1. Analisis Peluang Pasar

Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar kedelai ini sangatlah besar melihat budaya masyarakat yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu daya beli konsumen terhadap produk ini cukup bervariasi dari konsumen elite hingga konsumen menengah bawah. Produk ini dapat dikonsumsi oleh semua golongan karena harganya yang relatif terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.

Metode pemasaran Susu Kedelai "SARI ALAMI" ini adalah dengan menyebarkan brosur-brosur pada masyarakat pada permulaan usaha serta metode getok tular, dengan membuat para konsumen merasa puas terhadap sajian produk dan pelayanan prima yang disuguhkan perusahaan akan mampu membuat mereka menyebarkannya pada orang sekampungnya (dari mulut ke mulut).

Sasaran pasar produk susu kedelai ini utamanya adalah mahasiswa kampus universitas Trunojoyo dan Masyarakat sekitar Kamal-Bangkalan. Tempat penjualannya di kampus, bisa dititip di etalase Fakultas Pertanian atau di Kopma, di toko atau warung-warung di sekitar perumahan Telang-Kamal-Bangkalan, atau bahkan di supermarket- supermarket terdekat.

Untuk menembus tingkat pasar yang optimal, maka diperlukan sekali untuk memikirkan strategi yang akan ditempuh untuk membangun usaha agar mendapatkan respon yang bagus dari konsumen di pasar bersaing. dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternal yang ada di pasar domestik akan mempermudah bagi perusahaan dalam menyusun strategi yang baik dan efisien.

2. Tingkat Persaingan

Melihat situasi di tempat yang akan dimasuki produk, sepertinya produk susu kedelai ini akan laku di pasaran. Hal ini dikarenakan harganya yang terjangkau dan sangat pas untuk ukuran dompet mahasiswa.

Selain itu pesaing yang akan menyaingi produk ini tampaknya belum ada khususnya di kampus Universitas Trunojoyo.

V. ANALISIS KEUANGAN

1) Analisa Biaya Usaha

a. Biaya tetap

Contoh Executive Summary.

b. Biaya variabel

Contoh Executive Summary.

Biaya variabel per bulan adalah Rp. 489.000 x 30 = Rp. 14.670.000

c. Biaya lain - lain (perbulan)

Contoh Executive Summary.

Jumlah biaya usaha

Contoh Executive Summary.

2) Penerimaan, Pendapatan, dan R/C ratio usaha

Contoh Executive Summary.

Pendapatan (laba) per bulan = total revenue - total cost

= 18.300.000 - 15.298.625

= 3.001.375

R/C ratio = total revenue : total cost

= 18.300.000 : 15.298.625,01

= 1,197

Berdasarkan hasil dari Tabel Analisis Biaya dan penghitungan diatas dapat dilihat bahwa bisnis yang dipilih layak untuk dilakukan karena pelaku usaha dapat meraup keuntungan dari usaha yang dilakukan (R/C ratio > 1).

VI. ANALISIS SWOT

1.Strengths (Kekuatan)

Proses pembuatannya mudah dan sederhana

Kualitas rasa dan tekstur produk yang khas (beda dengan yang lain).

Harga jual murah meriah

Tempat penjualan dan konsumen telah tersedia

Memanfaatkan e-Business untuk mempromosikan produk melalui internet.

Tempat produksi ada di wilayah perumahan yang rata-rata kost mahasiswa

Kemasan menarik dan berlabel

Kualitas produk terjamin

2.Weaknesses (Kelemahan)

Harga bahan baku (kedelai) yang relatif tidak menentu (stabil) bahkan beberapa waktu yang lalu sempat mengalami kelangkaan.

Manajemen perusahaan masih sederhana

Terdapat endapan pada susu kedelai.

Jika tidak tepat prosesnya terdapat tahu di lapisan atas susu

Kurang cukup modal mengingat kita sebagai mahasiswa

Proses produksi bentrok dengan jadwal kuliah

Ketidaktahuan masyarakat terhadap kandungan gizi yang dimiliki susu kedelai

3.Opportunities (Peluang )

Pertumbuhan pasar dimungkinkan meningkat

Peluang pasar untuk mendapatkan konsumen yang menjanjikan

Belum ada pesaing khususnya untuk pemasaran di kampus

Keterbukaan untuk menggunakan teknologi baru kedepannya untuk membuat kemajuan besar di bidang produksi khususnya.

Cuaca Madura khususnya Bangkalan yang panas membuat orang ingin mengkonsumsi minuman yang segar

4. Threats (Ancaman)

Selera konsumen yang selalu berubah - ubah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembelian produk

Susu kedelai tidak bisa disimpan lama dan akan merugikan jika tidak laku dalam sehari

Munculnya pesaing baru

Banyaknya variasi minuman ringan

3. Contoh Executive Summary Bakso

1.1 Deskripsi Konsep Bisnis
Makanan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan setelah dicerna serta diserap tubuh akan berguna bagi kesehatan dan kelangsungan hidup. Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, yang dimakan oleh makhluk hidup mendapatkan tenaga dan nutrisi.

Kebanyakan masyarakat Indonesia gemar berkuliner jika bepergian di dalam kota maupun di luar kota. Pengertian kuliner yaitu hasil olahan yang berupa masakan berupa lauk-pauk, panganan maupun minuman. Kuliner tidak terlepas dari kegiatan masak-memasak yang erat kaitannya dengan konsumsi makanan sehari-hari.

Kata kuliner merupakan unsur serapan bahasa Inggris yaitu culinary yang berarti berhubungan dengan memasak. Sedangkan orang yang bekerja di bidang kuliner disebut koki. Penggunaan istilah kata kuliner dalam perkembangannya sering digunakan untuk memburu suatu makanan khas dari daerah atau suatu tempat. Dengan kata lain istilah wisata kuliner dapat diuraikan secara bebas tanpa menghilangkan makna perpaduan antara berwisata sambil mencari makanan khas.

Saat ini kuliner sudah merupakan sebuah gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari karena makanan adalah sebuah kebutuhan sehari-hari. Semua itu, membutuhkan cara pengolahan makanan yang enak.

RINGKASAN EKSEKUTIF

1.2 Deskripsi Bisnis
1.2.1 Identitas Bakso Arjuna

1. Nama Usaha : Bakso Arjuna
2. Nama Pemilik : Angelina Maria Natalia
3. Alamat : Jalan Tidar
4. Telepon : 0899 8898 1234
5. Bentuk kepemilikan : Perseorangan
6. Bidang Usaha : Kedai Bakso
7. Perizinan : - Izin Domisili RT dan RT setempat
- Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

1.2.2 Visi dan Misi
Visi :

  • Menjadi pemimpin usaha bakso yang modern dan higienis di Cilacap.
  • Menjadi usaha kuliner kebanggaan warga Cilacap.

Misi :

  • Memberikan kualitas dan mutu terbaik untuk setiap konsumen.
  • Selalu berinovasi dan meningkatkan kualitas serta mutu agar tercapainya kepuasan para pelanggan.
  • Memberikan variasi hidangan bakso yang lezat dan higienis.

Nah, itulah pembahasan mengenai contoh executive summary. Semoga artikel ini bisa membantumu dalam memahaminya.



Simak Video "Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT