SAK ETAP Adalah: Pengertian, Manfaat dan Contoh Penggunaan

ADVERTISEMENT

SAK ETAP Adalah: Pengertian, Manfaat dan Contoh Penggunaan

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2022 19:41 WIB
Ilustrasi Standar Akuntasi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.
Foto: Christin Hume/Unsplash
Jakarta -

Dalam penyusunan laporan keuangan bisnis, dikenal Standar Akuntasi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) yang digunakan sebagai pedoman.

Apa arti SAK ETAP? Berikut ini adalah ulasannya beserta manfaat dan contoh penggunaannya.

Pengertian SAK ETAP

Dalam buku Standar Akuntasi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik yang disusun Ikatan Akuntan Indonesia, dijelaskan SAK ETAP adalah laporan keuangan yang bisa digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik. Entitas merujuk pada lembaga, organisasi, atau badan usaha.

Disebut entitas tanpa akuntabilitas publik jika entitas tersebut tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dan hanya menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. Contohnya adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.

Sementara entitas disebut memiliki akuntabilitas publik signifikan jika telah mengajukan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal. Entitas jenis ini menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.

Dikutip dari buku Akuntansi BUMDes Berdasarkan SAK ETAP karya Efa Susfiani dan Lantip Susilowati, laporan keuangan SAK ETAP terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

Laporan keuangan SAP ETAP bisa digunakan oleh perusahaan kecil dan menengah (UKM), serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Manfaat dan Tujuan SAK ETAP

SAK ETAP dibuat untuk menginformasikan posisi keuangan, kinerja keuangan, dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi pengguna tertentu dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan ini juga menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Dilansir dari iaiglobal.or.id, SAK ETAP dapat menciptakan fleksibilitas dalam penerapannya. Diharapkan hal ini dapat memberi kemudahan akses ETAP kepada pendanaan dari perbankan.

Dalam mencapai tujuannya, laporan keuangan SAK ETAP harus memiliki beberapa karakter.

Dapat Dipahami

Laporan keuangan harus dapat segera dipahami ketika dibaca oleh pengguna. Dalam hal ini, pengguna adalah orang yang memiliki kemampuan dalam hal akuntansi.

Relevan

Informasi dalam laporan keuangan harus relevan dengan kebutuhan penggunanya, karena akan digunakan untuk mengambil keputusan.

Keandalan

Laporan keuangan harus berkualitas andal, yakni bebas dari kesalahan material dan bias.

Lengkap

Informasi harus disampaikan secara lengkap. Kesengajaan tidak mengungkap akan membuat laporan keuangan menjadi sesat.

Dapat Dibandingkan

Melalui laporan keuangan, pengguna harus dapat membandingkan dengan periode-periode sebelumnya agar dapat mengevaluasi kinerja.

Contoh Penggunaan SAK ETAP dalam Laporan Keuangan

1. Laporan Laba Rugi

Ilustrasi Standar Akuntasi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.Foto: Bayu Ardi/detikcom

2. Laporan Perubahan Ekuitas

Ilustrasi Standar Akuntasi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.Foto: Bayu Ardi/detikcom

3. Laporan Neraca

Ilustrasi Standar Akuntasi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.Foto: Bayu Ardi/detikcom

Perbedaan SAK ETAP dengan PSAK

PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah pernyataan yang mengatur penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan,dan persyaratan minimal isi laporan keuangan. PSAK diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan dengan tujuan umum sesuai SAK.

PSAK digunakan entitas yang memiliki akuntabilitas publik, seperti bank, BUMN, perusahaan swasta, asuransi. Adapun perbedaan SAK ETAP dan PSAK adalah sebagai berikut.

  1. Laporan keuangan tidak menyajikan aset keuangan, investasi properti berdasarkan nilai wajar, kewajiban jangka panjang yang ada bunganya, asset biologic diukur dengan harga perolehan dan nilai wajar, aset dan kewajiban pajak yang ditangguhkan, serta non controlling interest.
  2. SAK ETAP menggunakan judul Laporan Laba Rugi, sementara PSAK umum menggunakan judul Laporan Laba Rugi Komprehensif.
  3. Pada Catatan Atas Laporan Keuangan, perbedaan terlihat pada pengungkapan modal.
  4. Pada Laporan Arus Kas pada SAK ETAP, arus kas aktivitas operasi memakai metode tidak langsung dan tidak mengatur arus kas mata uang asing.
  5. SAK ETAP tidak mengatur Laporan Keuangan Konsolidasi dan Terpisah.
  6. Instrumen Keuangan Dasar SAK ETAP memiliki ruang lingkup investasi pada efek tertentu, serta klasifikasikan trading, held to maturity dan available for sale.
  7. Investasi pada perusahaan asosiasi dan entitas anak dalam SAK ETAP ruang lingkupnya adalah asosiasi dan entitas anak. Yakni menggunakan metode biaya untuk entitas asosiasi dan metode ekuitas untuk entitas anak.
  8. Investasi Properti pada SAK ETAP menggunakan metode biaya, sedangkan PSAK menggunakan metode nilai wajar.
  9. Tidak diperkenankan saling hapus atas aset dengan kewajiban, atau penghasilan dengan beban, kecuali disyaratkan atau diizinkan oleh SAK ETAP.

Nah detikers, itu tadi penjelasan mengenai arti SAK ETAP, manfaat beserta contoh penggunaannya.



Simak Video "d'Mentor: Primbon Bisnis Cuan 2023"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT