ADVERTISEMENT

Retensi Adalah, Manfaat, Hak dan Contohnya pada Karyawan

Rully Desthian - detikFinance
Rabu, 19 Okt 2022 04:13 WIB
Ilustrasi pekerja Jepang
Ilustrasi pegawai. Foto: (iStock)
Jakarta -

Salah satu faktor kesuksesan bisnis adalah karena kontribusi yang baik dari karyawan. Dengan faktor tersebut, sebuah perusahaan perlu memperhatikan retensi karyawan untuk stabilitas performa perusahaan.

Lalu, apa itu retensi karyawan dan bagaimana cara mengelolanya? Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut, mari simak penjelasan di bawah ini!

Retensi Adalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), retensi adalah penyimpanan atau penahanan. Dari pengertian tersebut, bisa diketahui retensi karyawan adalah upaya perusahaan untuk mempertahankan karyawan terbaiknya.

Dikutip dari buku Manajemen Sumber Daya Manusia (Manusia, Data, dan Analisis) karya Novia Ruth Silaen, dkk, retensi karyawan adalah suatu keharusan perusahaan untuk mempertahankan sumber daya manusia terbaik yang dimilikinya.

Dengan strategi retensi yang tepat, maka perusahaan mampu mempertahankan karyawan yang berkualitas untuk membantu perkembangan usaha. Strategi retensi memiliki bertujuan mengurangi turnover karyawan yang berdampak kurang baik bagi perusahaan.

Manfaat Retensi

Berikut ini adalah penjelasan mengenai manfaat retensi karyawan:

1. Kesetiaan Karyawan

Kesetiaan ini bisa dibangun dengan melakukan strategi retensi karyawan, seperti memberikan kompensasi dan benefit.

2. Menghindari Turnover yang Tinggi

Turnover atau perputaran karyawan akan memberikan dampak terhadap efek biaya tinggi bagi pekerjaan.

3. Membagikan Kultur Perusahaan

Strategi retensi juga bermanfaat sebagai media untuk mengenalkan kultur perusahaan kepada karyawan. Visi, misi, dan rencana perusahaan dapat dibagikan melalui strategi retensi karyawan.

Contoh Retensi

Strategi retensi karyawan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Berikut adalah beberapa contoh retensi karyawan yang bisa dilakukan:

1. Onboarding

Onboarding bisa dilakukan dengan cara mengenalkan budaya perusahaan, mengenalkan produk, pelatihan, hingga membangun hubungan yang baik antara karyawan. Dengan cara ini, harapannya karyawan akan merasa nyaman bekerja untuk perusahaan.

2. Berikan Kesempatan untuk Berkembang

Cara ini bisa dilakukan dengan melibatkan karyawan dalam berbagai pekerjaan. Selain itu, para leader dalam perusahaan juga harus mampu membimbing karyawan dengan baik. Dengan begitu, karyawan akan merasa memiliki value yang lebih dan memiliki keterikatan dengan perusahaan.

3. Menciptakan Sistem Organisasi yang Lebih Terbuka

Sistem yang terlalu tertutup dan kaku menghambat perkembangan karyawan. Perusahaan harus selalu terbuka tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan karyawan untuk meningkatkan kepercayaan karyawan kepada perusahaan.

4. Kompensasi dan Tunjangan

Pemberian kompensasi dan tunjangan dapat berupa bonus, health benefit, atau lifestyle benefit. Makin banyak benefit yang diberikan perusahaan, maka makin besar juga kepuasan karyawan kepada perusahaan.

Cara Mengelola Retensi

Retensi karyawan perlu dilakukan pengelolaan yang baik. Berikut adalah berbagai cara dalam mengelola retensi karyawan:

1. Merekrut Karyawan Sesuai Keperluan

Sebelum melakukan perekrutan, maka perusahaan harus memastikan posisi yang dicari sesuai kebutuhan. Jika tidak, maka akan terjadi penumpukan atau kekurangan karyawan yang akan menghambat efektivitas perusahaan.

2. Dengarkan Kebutuhan Karyawan

Jika perusahaan mendengarkan kebutuhan karyawan, maka karyawan akan merasa nyaman dengan perusahaan. Rasa nyaman ini tentu akan berdampak pada efektivitas dalam bekerja serta meningkatkan loyalitas karyawan.

3. Ciptakan Lingkungan yang Nyaman

Lingkungan kerja yang nyaman tentu akan meningkatkan semangat karyawan dalam bekerja. Hal ini bisa diciptakan dengan membangun hubungan yang baik antara karyawan atau hubungan yang baik antara karyawan dengan atasan.

4. Sediakan Fasilitas yang Dibutuhkan

Fasilitas yang memadai juga menjadi faktor utama dalam kelancaran dan produktivitas kerja. Fasilitas yang memadai akan memudahkan proses kerja dan meningkatkan kepuasan karyawan kepada perusahaan.

5. Evaluasi Hasil Kinerja

Evaluasi hasil kinerja juga merupakan cara pengelolaan retensi karyawan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah seorang karyawan mengalami peningkatan atau penurunan kinerja.

Demikianlah pembahasan mengenai retensi karyawan, semoga bisa membantumu untuk memahaminya.



Simak Video "Meraup Jutaan Rupiah dari Budidaya Anggrek"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/row)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT