Pengertian Usaha Ekstraktif: Fungsi, Ciri, dan Contohnya

ADVERTISEMENT

Pengertian Usaha Ekstraktif: Fungsi, Ciri, dan Contohnya

ilham fikriansyah - detikFinance
Kamis, 20 Okt 2022 05:46 WIB
Krakatau Steel
Foto: dok. Krakatau Steel
Jakarta -

Saat ini sudah banyak masyarakat di Indonesia yang mendirikan usaha sendiri. Salah satu jenis usaha yang sudah banyak didirikan adalah usaha ekstraktif.

Ada sejumlah faktor kenapa banyak masyarakat mendirikan usaha ekstraktif, salah satunya karena sumber daya alam (SDA) di Tanah Air yang melimpah. Lalu, dari SDA tersebut masyarakat bisa mengambilnya dan dijual untuk meraup keuntungan.

Lantas, sebenarnya apa sih usaha ekstraktif itu? Kemudian apa saja ciri-ciri dan contoh usaha ekstraktif? Biar nggak bingung, simak pembahasan tentang usaha ekstraktif secara lengkap dalam artikel berikut ini.

Pengertian Usaha Ekstraktif

Dijelaskan dalam buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 5 Semester 2 oleh Nidaul Janah, usaha ekstraktif adalah jenis usaha yang mengambil dan memanfaatkan secara langsung kekayaan alam yang tersedia tanpa harus mengolahnya terlebih dahulu. Jadi, sumber daya alam yang tersedia saat ini bisa diambil dan langsung dijual untuk menghasilkan uang.

Karena berasal dari sumber daya alam, maka usaha ekstraktif adalah kegiatan usaha yang berhubungan langsung dengan aktivitas di alam bebas, mulai dari eksplorasi alam, pengambilan sumber daya, sampai akhirnya dijual ke tangan pembeli.

Salah satu contoh usaha ekstraktif adalah penangkapan ikan di laut. Dalam hal ini, nelayan memanfaatkan sumber daya alam laut untuk menangkap ikan, setelah ditangkap ikan-ikan tersebut langsung dibawa ke pasar untuk dijual ke masyarakat selagi masih segar.

Namun dalam prosesnya, nelayan tak hanya sekadar menangkap ikan dalam jumlah banyak lalu dijual, mereka juga harus bertanggung jawab untuk menjaga ekosistem laut agar tidak rusak. Salah satu caranya adalah dengan tidak menggunakan pukat harimau atau bom untuk menangkap ikan, sebab hal tersebut dapat merusak ekosistem laut.

Mungkin dari sebagian detikers ada yang bertanya-tanya, lantas apa yang membedakan usaha ekstraktif dengan usaha agraris? Perlu diketahui, usaha agraris adalah jenis usaha bidang produksi yang bergerak dalam pengolahan sumber daya alam, baik itu hewan maupun tumbuhan.

Jadi, sumber daya alam yang sudah diambil kemudian diolah terlebih dahulu untuk menjadi sebuah produk, baru setelah itu dijual ke masyarakat. Lain halnya dengan usaha ekstraktif, yang mana hasilnya langsung dijual tanpa adanya proses pengolahan.

Fungsi Usaha Ekstraktif

Dalam pelaksanaannya, usaha ekstraktif memiliki sejumlah fungsi. Dijelaskan dalam buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 5 Semester 2 oleh Nidaul Janah, berikut fungsi usaha ekstraktif:

1. Memanfaatkan SDA yang Ada

Tentu, adanya sumber daya alam yang melimpah di suatu daerah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendirikan sebuah usaha. Namun perlu diingat, ada baiknya masyarakat tak hanya sekadar mengambil hasil dari alam tapi juga ikut menjaganya.

2. Memperoleh Keuntungan Besar

Hadirnya sumber daya alam yang melimpah bisa detikers gunakan untuk mendirikan usaha ekstraktif. Bila detikers bisa mengelola usaha ekstraktif dengan baik dan benar, maka kamu berpeluang memperoleh keuntungan besar.

3. Membuka Lapangan Kerja

Mendirikan usaha ekstraktif juga berfungsi untuk membuka lapangan kerja yang baru. Sebab, mengambil dan menjaga sumber daya alam tak bisa dilakukan secara sendirian, butuh sumber daya manusia yang cukup banyak agar usaha ekstraktif bisa berjalan lancar.

4. Mengetahui Potensi Sumber Daya Alam

Mendirikan usaha ekstraktif juga dapat menemukan potensi baru dari sumber daya alam, yang mana selama ini belum diketahui oleh manusia. Tapi perlu diingat, sumber daya alam yang sudah diambil tetap harus dirawat dan dijaga, sehingga tidak merusak alam dan ekosistem di sekitarnya.

Ciri-ciri Usaha Ekstraktif

Perlu diketahui nih detikers, ada sejumlah ciri-ciri dari usaha ekstraktif. Seperti yang dijelaskan dalam buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 5 Semester 2 oleh Nidaul Janah, berikut ciri-cirinya:

1. Mencari Keuntungan dari Hasil Alam

Ciri-ciri yang pertama dari usaha ekstraktif adalah mencari keuntungan dari hasil alam. Jadi, sumber daya alam yang tersedia dapat diambil lalu dijual kepada masyarakat. Nah, dari hasil penjualan tersebut tentunya akan meraup keuntungan yang cukup besar, namun tergantung juga dari jenis sumber daya alam yang diambil.

2. Bahan Diambil Langsung dari Alam

Ciri-ciri selanjutnya adalah bahan diambil langsung dari alam. Jadi, masyarakat mengelola sumber daya alam untuk memperoleh hasilnya, setelah itu hasilnya akan dijual kepada masyarakat. Cara tersebut yang akhirnya menimbulkan usaha ekstraktif di dalam dunia bisnis.

Contoh Usaha Ekstraktif

Setelah memahami pengertian dan fungsinya, kini saatnya melihat contoh dari usaha ekstraktif yang masih beroperasi sampai sekarang. Dijelaskan dalam buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) oleh Nana Supriatna, berikut sejumlah contoh usaha ekstraktif:

  • Usaha ekstraktif di bidang pertambangan: kegiatan pertambangan minyak dan gas alam yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), pertambangan emas dan logam oleh PT Freeport, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
  • Usaha ekstraktif di bidang perkebunan: menanam, mengolah, dan menjual kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk dan PT Astra Agro Lestari Tbk.
  • Usaha ekstraktif di bidang perikanan laut: menangkap, mengemas, dan mendistribusikan ikan ke berbagai daerah yang dilakukan oleh PT Bahtera Adimina Samudra Tbk.

Nah itu dia detikers penjelasan mengenai usaha ekstraktif beserta fungsi, ciri-ciri, dan contohnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers terutama yang ingin membuka usaha ekstraktif demi meraup keuntungan.



Simak Video "Klarifikasi Terkait Kabar Kepulauan Widi Akan Dilelang"
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT