Pengertian Biaya Investasi Adalah: Ini Contoh dan Cara Menghitungnya

ADVERTISEMENT

Pengertian Biaya Investasi Adalah: Ini Contoh dan Cara Menghitungnya

Debora Danisa Kurniasih Perdana Sitanggang - detikFinance
Sabtu, 22 Okt 2022 09:15 WIB
Ilustrasi investasi jangka panjang.
Foto: Andre Taissin/Unsplash
Jakarta -

Biaya investasi diperlukan dalam menjalankan suatu usaha. Biaya investasi juga kita kenal dalam dunia penanaman modal, di mana kita menginvestasikan sejumlah dana untuk perusahaan demi mendapatkan keuntungan. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari mengenai pengertian biaya investasi, jenis-jenis, hingga contoh dan cara menghitungnya.

Apa Itu Biaya Investasi?

Mengutip rizkylrs.lecture.ub.ac.id, biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tetap yang akan digunakan perusahaan untuk menjalankan aktivitas usahanya. Secara umum, biaya investasi digunakan untuk properti dan operasional seperti sewa tanah dan bangunan, pembelian mesin dan peralatan produksi, kendaraan operasional, peralatan kantor, hingga penyediaan instalasi listrik, air, dan jalan.

Sementara itu menurut OJK, investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan.

Jenis-jenis Biaya Investasi

Biaya investasi dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni biaya investasi reksadana, saham, deposito, emas, dan ORI. Berikut penjelasannya.

1. Reksadana

Menurut Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Dapat dipahami bahwa dalam reksadana, investor mempercayakan uang yang dimiliki kepada Manajer Investasi untuk diinvestasikan dalam berbagai bentuk aset keuangan, mengutip Bernadus Dwiprakasa dan Christiana Fara Dharmastuti dalam Jurnal Manajemen Vol. 13 Nomor 1, Mei 2016.

Mengutip akseleran.co.id, terdapat komponen atau jenis biaya investasi reksadana yakni:

  • Biaya yang dibayarkan investor
  • Subscription fee
  • Switching fee
  • Redemption fee

2. Saham

Mengutip sikapiuangmu.ojk.go.id, saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak pada suatu perusahaan. juga didefinisikan sebagai suatu gambaran dari kinerja keuangan perusahaan atau emiten, seperti dikutip dari Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 1 Nomor 2, Juni 2021 dalam situs jom.universitassuryadarma.ac.id.

Jika kinerja perusahaan sedang menurun, maka harga saham di perusahaan akan turun dan dapat berpengaruh pada ketertarikan investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Yang termasuk biaya investasi dalam saham meliputi:

  • Komisi broker
  • Biaya transaksi
  • Pajak-pajak yang menyertai, seperti biaya transaksi Bursa, PPN, dan PPh

3. Deposito

Deposito menurut OJK adalah simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dengan syarat-syarat tertentu. Deposito merupakan bentuk biaya investasi dengan keuntungan dan risiko yang lebih rendah ketimbang saham. Jika deposito dicairkan sebelum jatuh tempo, maka akan ada penalti yang harus dibayar oleh pemilik biaya investasi tersebut.

4. Emas

Biaya investasi ini berbentuk emas sebagai barang berharga yang harganya relatif naik dan jarang mengalami penurunan dalam jumlah yang signifikan, seperti dikutip dari CIMB Niaga. Di samping saham, biaya investasi jenis ini juga paling diminati karena berwujud, meskipun tidak jarang juga tabungan emas disimpan dalam bentuk digital.

Biaya investasi emas terdiri atas berbagai komponen, yakni:

  • Spread (selisih harga beli dan harga jual)
  • Biaya transaksi
  • Biaya cetak atau sertifikat
  • Biaya penyimpanan (storage cost)
  • Pajak penghasilan

5. ORI

Dilansir situs Kemenkeu, Obligasi Negara Ritel atau ORI adalah salah satu instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan melalui Mitra Distribusi di pasar perdana. Individu ini haruslah warga negara Indonesia.

Biaya investasi ORI terdiri atas komponen yakni:

  • Biaya pembelian ORI di pasar perdana
  • Biaya transfer dana
  • Materai
  • Penyimpanan rekening surat berharga
  • Pembelian kembali
  • Pelunasan pokok ORI
  • PPh

Contoh Biaya Investasi

Selain berbagai jenis biaya investasi di atas, istilah ini juga biasa digunakan dalam bidang produksi seperti yang dijelaskan pada bagian pengertian. Mengutip buku Ekonomi Teknik oleh Muhammad Faisal Ibrahim dan situs eprints.polsri.ac.id, biaya investasi biasanya dikeluarkan pada tahap awal sebelum pekerjaan dimulai. Berikut contoh-contoh biaya investasi.

  • Biaya pembelian mesin
  • Biaya pendirian gedung
  • Biaya pembelian lahan
  • Biaya desain
  • Biaya persiapan penyusunan kelayakan bisnis dan perizinan
  • Biaya perekrutan dan pelatihan karyawan
  • Biaya pembelian furnitur
  • Biaya pembelian kendaraan

Cara Menghitung Biaya Investasi

Setiap instrumen investasi umumnya memiliki jumlah yang berbeda serta hasil perhitungan yang berbeda. Untuk memahami bagaimana cara menghitung biaya investasi, perhatikan contoh berikut ini.

Katakanlah investor memiliki aset saham P sebesar Rp 5 juta atau setara 10 lot saham. Karena telah mendapatkan keuntungan dengan harga Rp 500 per lembar, investor tersebut ingin menjual aset sahamnya. Cara menghitung biaya investasi:

  • Transaksi jual: 10 x 100 x Rp 500 = Rp 5.000.000
  • Komisi broker: 0,05% x Rp 5.000.000 = Rp 2.500
  • Biaya transaksi (levy fee): 0,04% x R 5.000.000 = Rp 2.000
  • PPN: 0,03% x Rp 5.000.000 = Rp 1.500
  • PPh: 0,1% x Rp 5.000.000 = Rp 5.000

Jika transaksi jual dikurangi dengan seluruh biaya di bawahnya, maka total dana yang diterima adalah Rp 4.989.000.

Demikian penjelasan mengenai biaya investasi beserta contoh dan cara menghitungnya. Semoga bermanfaat untuk detikers.



Simak Video "Ngobrol Pintar Brilianpreneur 2022 Episode 4"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT