Harumnya Bisnis Lilin Hias Bisa Hasilkan Omzet Puluhan Juta Tiap Bulan

ADVERTISEMENT

Saatnya Jadi Bos

Harumnya Bisnis Lilin Hias Bisa Hasilkan Omzet Puluhan Juta Tiap Bulan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 30 Des 2022 07:30 WIB
Harumnya Bisnis Lilin Hias Bisa Hasilkan Omzet Puluhan Juta Tiap Bulan
Harumnya Bisnis Lilin Hias Bisa Hasilkan Omzet Puluhan Juta Tiap Bulan/Foto: Dok. Griya Lilin
Jakarta -

Peluang bisnis bisa datang dari mana saja, dari lilin misalnya. Dari lilin, Eki Puji Lestari memperoleh omzet hingga puluhan juta rupiah dalam sebulan dengan bisnis bernama Griya Lilin.

Wanita berdomisili Surakarta, Jawa Tengah ini memulai bisnis sejak 2001 atau sejak menikah. Eki yang ketika itu juga bekerja mengaku memiliki kesukaan terhadap produk-produk suvenir.

Namun, bisnis itu vakum cukup lama karena ia harus mengurus anak. Pada 2010, Eki memutuskan untuk berhenti bekerja agar bisa mempunyai banyak waktu untuk anak. Selain itu, ia kemudian kembali menjalankan bisnisnya.

Eki menjelaskan, mulanya hanya membuat lilin biasa untuk suvenir. Ia banyak belajar dari media sosial dan situs gratis. Seiring berjalannya waktu, bisnisnya pun berkembang menjadi lilin aroma terapi hingga replika makanan untuk display atau dummy food.

"Awalnya juga cuma lilin biasa, pernak-pernik buat souvenir, lama-lama tantangan ada dari customer. 'Bisa bikin ini nggak model-model makanan buat display-display?'. Akhirnya berkembang ke situ, lebih ke dummy food namanya," katanya kepada detikcom, ditulis Jumat (30/12/2022).

Pembuatan lilin ini sendiri bisa dibilang sederhana. Terangnya, bahan baku lilin sawit dilelehkan, diberi sumbu, dan kemudian dicetak.

"Untuk aroma terapi tinggal ditambahin misalnya mintanya apa, esensial oil kan, pakai aroma, apa lavender atau melati tinggal ditambah itu. Kalau yang untuk aroma terapi biasanya bentuknya standar, cuma gelas dituang, tapi nggak menutup kemungkinan model-model lain," ujarnya.

Harumnya Bisnis Lilin Hias Bisa Hasilkan Omzet Puluhan Juta Tiap BulanHarumnya Bisnis Lilin Hias Bisa Hasilkan Omzet Puluhan Juta Tiap Bulan Foto: Dok. Griya Lilin

Sementara, untuk dummy food butuh keterampilan tersendiri. Untuk membuat satu dummy food bisa memakan waktu 2-3 hari tergantung kerumitan.

Selama pandemi, Eki juga berinovasi membuat produk baru yakni tempat lilin yang terbuat dari kayu. Tempat lilin dari kayu ini dihias menggunakan teknik ecoprint.

"Jadi ecoprint tapi di kayu, saya kolaborasi lilin. Jadi tempatnya di kayu," ujarnya.

Soal modal usaha, Eki mengaku mengumpulkannya sedikit-sedikit. Jika dihitung-hitung, modal yang sudah ia keluarkan sekitar Rp 5 juta. Namun, menurutnya, untuk memulai usaha tersebut saat ini paling tidak modal yang diperlukan sekitar Rp 10 juta. Modal itu digunakan untuk membeli kompor, panci, dan bahan bakunya.

Untuk penjualan, Eki biasanya memanfaatkan pameran-pameran. Tak cuma itu, ia juga memanfaatkan sejumlah platform online, dari Shopee, Instagram, hingga TikTok.

Produk Eki yang paling murah seperti lilin aroma terapi dijual seharga Rp 15.000/pcs. Sementara, untuk replika makan harganya antara Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu/mangkok.

Terkait omzet, Eki mengatakan, rata-rata dalam sebulan yang ia terima sebesar Rp 10 juta. "Paling ya sekitar Rp 10 juta, kadang Rp 12 juta, nggak mesti sih," ujarnya.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT