Jasa titip alias jastip menjadi peluang untuk mendulang cuan yang masih eksis sampai sekarang. Tidak tenggelam dengan zaman, jastip melebar ke berbagai produk, dari makanan, produk kecantikan, pakaian, sepatu, hingga produk ibu dan balita.
Jastip juga bukan hanya untuk barang di luar negeri, dari dalam negeri juga banyak yang membuka jasa tersebut. Salah satunya yang dilakukan oleh Fristo Linanggeng bersama istrinya yang membuka jasa titip jajanan puncak.
Meski bukan makanan dari luar pulau atau luar negeri, jastip makanan dari daerah Puncak, Bogor juga banyak diminati. Seperti diketahui, banyak makanan khas Puncak, Bogor yang otentik dan hanya bisa dinikmati di kawasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berasal dari iseng karena ada salah satu komentar di sosial medianya, Fristo membuka jastip jajanan puncak. Jastip jajanan puncak ini dimulai pada enam bulan yang lalu.
Ia mengatakan mulanya hanya tiga orang yang komentar di konten sosial medianya saat dirinya berada di puncak. Titipan komentar tiga orang itu ingin jastip Sate Maranggi.
"Aku kalau mau bikin konten itu, mau konten kerjaan atau konten pribadi, setiap komen pasti aku bacain satu per satu. Terus ada komen yang menyempil itu bilang mau nitip sate maranggi. Waktu itu ada tiga orang. Semua itu aku iyain," kata dia saat dihubungi oleh detikcom, ditulis Kamis (1/1/2026).
Kemudian, ia juga membuat konten jastip lagi di Tiktok dan Instagram. Fristo tidak menyangka video tersebut banyak ditonton dan banyak yang berminat ikut jastip jajanan Puncak.
"Terus ya udah akhirnya ternyata bisa diseriusin juga pas aku konteninya soal jastipnya ini ternyata makin membludak lah. Jadi, ya udah sekarang gue seriusin sekalian. Ini sudah jalan 6 bulan, aku mulainya itu Agustus," tuturnya.
Fristo yang bertempat tinggal di Depok itu bercerita memang tidak menetap di Puncak, Bogor melainkan orang tuanya yang tinggal di Puncak Bogor. Karena harus menemani orang tuanya, kini sementara dia menetap di Puncak Bogor.
Dia tidak meninggalkan pekerjaan tetapnya di Jakarta. Untuk itu perjalanan pulang pergi dari Puncak ke Jakarta ditempuh, baik itu untuk bekerja dan mengirimkan jastip jajanan puncak yang telah dipesan pelanggannya.
"Kalau dari puncak ke Bogor itu naik motor, lalu nanti dari Bogor itu lanjut lagi naik keretaan. Berasa sekali di perjalanan, ya 3 jam lah di jalan," jelasnya.
Jalani Usaha Bareng Istri
Melihat minat jastip jajanan puncak cukup tinggi, Fristo mulai menekuni usaha tersebut bersama istrinya. Meski menjadi usaha sampingan, Fristo mengaku terus belajar untuk kelancaran bisnis barunya ini.
Berjalannya waktu selama enam bulan, dibangun dengan promosi konten di Tiktok dan Instagram, jastip jajanan puncak ini terus banyak peminatnya. Tidak setiap hari jastip ini dibuka oleh Fristo. Dia hanya membuka di hari-hari tertentu.
Dalam sehari, pembeli yang jastip juga dibatasi hanya sampai sekitar 40 orang. Namun, makanan atau jajanan yang dititipkan pelanggan tidak dibatasi oleh Fristo. Pelanggannya bisa menitip makanan apapun dari Puncak.
"Sehari itu bisa 40 pesanan, ini 40 orang. Aku by orang ya, jadi sama yang sekarang masuk 40 orang ya udah kita stop 40 gitu. Pesanannya bebas mau pesan apa aja. Jadi bukan by food, by makanannya, tapi buy orangnya berapa," terang dia.
Menu jajanan puncak yang dapat dibeli berbagai macam, tetapi pesanan yang paling laris di antaranya Sate Maranggi, Sate Hanjawar, termasuk Gemblong Bu Juju.
"Terus kalau sekarang baru lagi ada risol durian puncak, itu juga termasuk yang paling ramai. Sisanya aku tetap masukin menu-menu lain juga yang ada di puncak kayak roti arab, permen arab," tambahnya.
Fristo enggan memberitahukan omzetnya dalam sebulan dari bisnisnya ini. Dia hanya mengatakan omzet yang didapat telah membuka lapangan kerja. Karena saat ini setelah menjalani bisnis sampingannya dengan istri, kini Fristo telah memilki lima karyawan yang bertugas sebagai admin di sosial media, admin di WhatsApp hingga bertugas membeli jajanan hasil jastip dari pelanggan.
"Sekarang ada admin, terus untuk tim kurir juga ada 4, yang di puncak 2, yang di Bogor 2. Jadi nanti yang dari puncak itu dia bawa semua makanan dari kita, jadi kita pagi ngebeli-beli itu jam 4-5 pagi, kita beli, dibawa ke rumah, habis itu kita satu-satu ini sama pembelinya," ungkapnya.
Fristo berharap bisnis jastip ini bisa berkembang, tidak hanya untuk jajanan punca saja, tetapi bisa juga dibuka dari daerah lainnya. Bahkan ia menargetkan dapat membuka jastip produk dari luar negeri.
"Saat ini kan kita baru nguasain puncak aja, inginnya ke depannya mau memperluas ke Bogor, Bandung, terus nanti ya pengen expand lagi ke Jogja, dan target paling jauhnya sih inginnya ke luar negeri juga," pungkasnya.
Lihat juga Video 'One Way Puncak Berakhir, 24 Ribu Kendaraan Mengarah Jakarta':











































