Urban Farming Kembangkan Usaha Sayur di Kampung Atas Air

Urban Farming Kembangkan Usaha Sayur di Kampung Atas Air

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 07 Mar 2026 18:53 WIB
Urban Farming
Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga
Jakarta -

Sebanyak 695 perempuan mendapatkan pendampingan ekonomi dan sosial melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan di 49 titik di berbagai wilayah Indonesia. Program ini memberikan ruang belajar, penguatan kapasitas, serta peluang usaha bagi perempuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, mengatakan pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dari pelaksanaan TJSL perusahaan. Momentum Hari Perempuan Internasional juga menjadi pengingat pentingnya peran perempuan dalam pembangunan berkelanjutan.

"Pemberdayaan perempuan merupakan bagian integral dari pelaksanaan TJSL Pertamina Patra Niaga. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap ruang belajar, peluang usaha, dan penguatan kapasitas, dampaknya akan langsung terasa pada ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas secara luas," ujar Roberth.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu program pemberdayaan dijalankan melalui Integrated Terminal Makassar dengan inisiatif PUANMAKARI (Perempuan Mandiri, Anak Percaya Diri). Program ini berawal dari shelter bagi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan berkembang menjadi ruang pemberdayaan perempuan dan anak.

Program tersebut menjadi unggulan di wilayah Sulawesi dan meraih PROPER Emas selama dua tahun berturut-turut pada 2023 dan 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebanyak 103 perempuan dan 230 anak telah mendapatkan pendampingan melalui program ini.

ADVERTISEMENT

Shelter serta kurikulum pemberdayaan berhasil dibentuk, sementara 36 perempuan dan remaja perempuan berkembang melalui berbagai usaha produktif. Dari sisi ekonomi, Sekolah Anak Percaya Diri mencatat peningkatan pendapatan sebesar Rp 51.984.000, sedangkan Kelompok Srikandi menghasilkan pendapatan Rp 86.640.000 dari aktivitas usaha yang dijalankan.

Dampak program juga dirasakan oleh orang tua peserta. Hal itu disampaikan oleh Wahida Rahman, orang tua murid Sekolah Anak Percaya Diri.

"Anak saya dulu pendiam dan tertutup. Sekarang dia lebih kreatif dan sopan kepada orang tua. Semoga program ini terus berlanjut dengan pembelajaran yang semakin berkualitas," ungkap Wahida.

Program pemberdayaan lainnya dijalankan di Kampung Atas Air melalui inisiatif RAWABENING (Rain Water Harvesting and Urban Farming). Program ini memanfaatkan air hujan untuk kegiatan urban farming berbasis hidroponik.

Program tersebut mengembangkan 10 meja hidroponik dengan 440 lubang tanam yang menghasilkan sekitar 8.900 bibit sayuran. Sistem pemanenan air hujan yang diterapkan juga mampu menghemat penggunaan air hingga 92.400 liter per tahun.

Kelompok perempuan dalam program ini turut mengembangkan tiga produk olahan sayuran yang memberi nilai tambah ekonomi. Kegiatan tersebut meningkatkan pendapatan rata-rata anggota hingga 20,5% dengan pendapatan sekitar Rp 122.601 setiap panen.

Selain pemberdayaan ekonomi, dukungan juga diberikan pada sektor kesehatan perempuan melalui program Rumah Sakit Kapal di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Program ini menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses fasilitas medis.

Dalam pelaksanaannya, layanan kesehatan menjangkau 726 perempuan dewasa melalui Poli Umum serta 145 perempuan dewasa melalui Poli Gigi. Program ini juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan perempuan melalui pelatihan bagi 8 bidan dalam layanan Antenatal Care (ANC) serta 4 bidan dalam pelatihan USG dasar.

Program rumah sakit kapal tersebut memungkinkan perempuan di wilayah kepulauan mendapatkan layanan kesehatan seperti pemeriksaan kandungan, USG, hingga persalinan tanpa harus menempuh perjalanan laut selama 4 hingga 5 jam ke fasilitas kesehatan di kota.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads